
" Taaak takkkkk" suara langkah kaki bergema semakin mendekat. Pandanganku terhalang teriknya sinar matahari siang itu. Tak nampak jelas wajah lelaki yang berjalan mengampiriku.
Akhirnya langkah kaki itu berhenti, berdiri tegak di depanku. Aroma parfum manis ini serasa tak asing bagiku. Aku mendongakan kepalaku, menatap wajah lelaki penolongku.
"Apa kamu baik-baik saja??" tanya lelaki itu padaku sambil memapah tubuhku untuk berdiri.
Betapa terkejutnya aku, lagi-lagi aku di selamatkan oleh lelaki yang sama pada waktu itu. Aroma tubuh dan suara yang tak asing bagiku.
"Iya aku baik-baik saja tuan. Terimakasih banyak sudah menolongku".
Jantungku berdegup kencang sangat tak teratur ketika wajahnya berjarak sangat dekat dengan wajahku.
"Tuan maaf tolong lepaskan tangan saya" pintaku.
"Ohh maaf aku tidak bermaksud macam-macam kepadamu, aku hanya spontan membantumu untuk berdiri".
"Iya tuan saya tahu".
Dari kejauhan tiba-tiba.....
"daniar beraninya kamu lari dariku, dasar wanita tak berguna" teriak tuan hendra yang sedang marah padaku.
"Bagaimana ini aku harus lari" ucapku.
"Tidak usah kemana-mana. Tetaplah disini. Aku akan menjagamu" Ujar lelaki itu kepadaku.
"Apa????? lelaki itu berkata akan menjagaku???.
"Siapa kamu, minggirlah ini bukan urusanmu" pekik tuan hendra.
"Siapa bilang ini bukan urusanku !!!. Tak akan aku biarkan kamu menyentuhnya sedikitpun" jawab adhitama lantang.
"Hahaaahaaahaa,,, aku suaminya atas dasar apa kamu melarangku menyentuh istriku sendiri !!!".
"Tuan tidak usah membelaku, biarkan aku pergi denganya. Aku memang isterinya. Tapi semua aku lakukan karena terpaksa".
"Buat apa kamu membela wanita rendahan ini. Ia sudah di tukarkan oleh ayahnya sendiri kepadaku demi melunasi semua hutang-hutangnya yang menggunung".
Aku hanya menunduk, menyembunyikan wajahku karena malu akan apa yang di ucapkan oleh tuan hendra. Karena semua yang dikatakanya adalah kebenaran. Aku menikah denganya untuk melunasi semua hutang ayahku. Apakah tuan ini masih mau untuk menjagaku setelah mengetahui semuanya???.
"Diam jaga ucapanmu. Berapa total semua hutang ayahnya kepadamu??. Cepat katakan".
"Hahahaaaa. Apakah kamu mampu membayar semua hutang ayahnya kepadaku" jawab tuan hendra sambil tertawa.
"Cepat katakan, jangan bertele-tele di depanku, lelaki tua".
"250 juta, apakah sanggup kamu membayarnya??".
"Ciiihhhh, hanya segitu. Akan aku kasih kau 500 juta".
"Tuutt,,,tutttt" Suara telfon adhitama menelpon luna".
"Luna siapkan chek 500 juta sekarang juga, suruh farel mengantarnya kemari. Aku akan mengirim lokasiku kepadamu".
"Aaaaappppaaa,, benarkah yang kamu ucapkan itu.. Siiiiappa kamu sebenarnya berani membuat anak buahku babak belur dan berani mencampuri urusanku??? .
"Tak perlu kamu tahu siapa aku, aku peringatkan jangan mencari wanita ini lagi, karena semua sudah aku bayar maka hubungan kalian juga berakhir sampai disini. Ia sekarang bukan istrimu lagi" tegas adhitama kepada tuan hendra.
"Ciiiitttttssss" suara rem mobil berhenti.
"Apaa,, anda tuan adhitama?? CEO perusahaan TAMA GROUP perusahaan terbesar di berbagai negara !!. Bahkan yang aku tau kamu juga menaungi CLAN TIGER gangster terbesar di beberapa wilayah. Maafff , maafkan aku tuan adhitama aku lancang menentangmu. Baiklah aku serahkan wanita itu kepadamu tuan. Aku berjanji tidak akan mencarinya lagi".
"Bagus sekarang enyahlah dari pandanganku dan juga tinggalkan kota ini, jangan menampakan batang hidungmu di kota ini. Kalau kamu membantah tanggung sendiri akibatnya. Mungkin kematianmu akan segera menghampirimu. Dengar ini semua baik-baik".
"Baaaikkkk tuannn, tolong jangan sakiti saya".
Tuan hendra pun pergi meninggalkan kami. Saat itu juga Akhirnya aku bebas dari cengkraman tuan hendra dan para istrinya. Rasanya aku bisa bernafas lega setelah kejadian hari ini.
Pandangan dingin mematikan yang aku liat terpancar kuat dari tatapan lelaki ini kepada tuan hendra. Tatapanya terlihat ia sedang di penuhi rasa kemarahan dan kebencian yang mendalam.
"Tuan entah apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu. Terimakasih tuan atas pertolongan anda membayar hutang ayahku. Aku berjanji akan mencicilnya sedikit demi sedikit kepada anda sampai hutang itu lunas".
"Tak usah risau. Aku hanya ingin tahu siapakah nama mu nona???".
"Eemmmmm namaku daniar larasati tuan".
"Nama yang indah. Maaf kalau begitu perkenalkan aku adhitama elvan syahreza. Panggil saja aku adhitama. Senang bisa mengenalmu !!!".
Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadaku. Sejujurnya hatiku sangat senang setelah ia mengetahui hal buruk itu, aku berfikir ia tak akan menolongku. Tetapi justru sebaliknya, ia tetap mau melindungiku. Bahkan membantuku lepas dari cengkraman tuan hendra. Aku terdiam sejenak tertegun dengan semua ucapanya hari ini. Lagi-lagi jantung ini serasa ingin lepas dari tubuhku mendengar ia bertanya tentang namaku.
"Baiklah, daniar bolehkah aku mengantarmu pulang??".
"Maaf tuan rumahku dekat dari sini, aku bisa pulang sendiri. Maaf sudah banyak membuatmu repot".
"Jangan panggil aku tuan, panggil saja namaku Adhitama" . Untuk sekarang kamu tidak boleh menolak kemauanku. Aku akan mengantarmu pulang sekarang".
Adhitama memberikan uluran tanganya, menggandengku menuju mobil yang terparkir di luar gang. Kenapa aku selalu tidak bisa menolak sentuhan hangatnya????. Kenapa jantungku selalu berdegup kencang saat berada di sampingnya. Yang jelas di dekatnya aku merasakan kenyamanan tersendiri.
"Farel, kamu yang mengemudi. Antar daniar pulang bersamaku".
"Baik bos".
Sesampainya di rumah lia, aku segera turun dari mobil.
"Baik adhitama aku masuk dulu. Terimakasih banyak aku ucapkan atas semua kebaikan anda".
"Tak masalah.. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai nanti".
Belum sampai masuk ke dalam rumah nisa dan lia berlari menghampiriku. Mereka yang sedari tadi melihat kepulanganku dari jendela kamar di atas, penasaran akan siapa laki-laki yang mengantarku??.
"Adriana siapa pria yang tadi mengantarmu pulang?".
"Ceritanya panjang lia..ayo masuk dulu nanti akan aku ceritakan pelan-pelan semuanya kepadamu".
"Baiklah ayo kita masuk dan makan siang bersama-sama. Aku sudah memasak beberapa masakan tadi bersama nisa".
"Waahh kalian sungguh luar biasa. Baiklah mari ayo kita makan. Yeayyyyy
".
Hati ini sungguh merasa sangat bahagia. Dari hal kejadian hari ini aku mengerti, yang terbaik bukan datang dengan segala kelebihanya. Namun yang tidak akan pergi dengan segala kekurangan yang kita miliki.
Bersambung****