Daniar Larasati

Daniar Larasati
UNGKAPAN ISI HATI



Suara hiruk pikuk para tamu undangan tak terdengar kembali. Para pejabat dan tamu-tamu lainya terlihat sudah meninggalkan ruangan aula. Yang tersisa hanya beberapa pegawai staf dari perusahaan Group Tama. Adhitama kembali maju ke depan memberikan beberapa ucapan semangat kepada para Staf pekerjanya. Daniar sangat tidak menyangka pria yang di kenal berhati dingin terlihat begitu kejam di kantor dan keseharianya, tetapi memiliki sisi hangat yang seperti ia lihat saat ini.


Tiba-tiba setelah Adhitama selesai mengucapkan beberapa patah kata untuk para staf nya,,,,


Lampu aula seketika redup. Semua orang yang berada di dalam ruangan aula tersebut kebingungan. Tak lama kemudian lampu sorot kembali hidup. Betapa kagetnya saat mereka melihat Adhitama berdiri di atas panggung dengan di terangi lampu penyorot membawa sekuntum mawar merah yang indah dan sebuah kotak kecil berwarna merah hati serasi dengan warna bunga yang ia bawa. Mawar merah ialah simbol tanda cinta dan gairah.


"Wahh itu tuan Adhitama membawa bunga mawar merah yang sangat indah. Siapakah wanita yang beruntung itu?? Berhasil menaklukan hati bongkahan Es seperti tuan Adhitama!!!" ghumam para staf yang berada di ruangan.


Perlahan, Adhitama memantapkan kakinya maju ke depan ke arah tempat duduk Daniar. Berjalan menghampiri wanita yang ia sayangi dengan senyum bahagia. Daniar pun seketika berdiri tegak di hadapan Adhitama. Ia meraih tangan kanan Daniar dengan lembut, lalu menekuk kaki kirinya ke bawah di depan Daniar sembari mengucapkan lantunan kata-kata indah ungkapan isi hatinya.


"Kurasa aku sudah menahan ini sejak lama. Menahan rasa yang membuatku sering terjaga dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Setiap melihatmu aku merasakan keteduhan yang sangat nyaman. Rasa yang ingin selalu aku ucapkan kepadamu saat ini maukah engkau Daniar Larasati menjadi pendamping dan pengisi kehidupanku untuk selamanya?? aku akan menjagamu tetap aman berada di sampingku. Maukah kamu menerimaku Daniar??"


"Terima...terima...terimaa" sorak teriakan para staf yang menyaksikan di iringi dengan riuh tepuk tangan.


Daniar tak akan pernah menyangka hari ini Adhitama melamarnya. Selama ini ia mengira semua yang di lakukan Adhitama hanya semata-mata karena iba padanya. Namun kejadian momen hari ini menampik anggapan salah Daniar selama ini.


"Iya Adhitama aku mau. Aku mau jadi pendamping kamu selamanya" ucap Daniar dengan linangan air mata kebahagiaan.


"Terimakasih Daniar. Kini kamu menjadi wanitaku seutuhnya."


Adhitama memakaikan cincin berlian di jari manis Daniar Larasati. Memeluknya serta mendaratkan ciuman mesra di bibir indah Daniar.


"Bos selamat akhirnya anda berani mengungkapkan ini semua setelah sekian lama" teriak Farel dari kerumunan.


"Daniar kamu pantas bersanding dengan Adhitama. Berbahagialah selalu" teriak keras dari Lia.


Setelah perjalanan menyakitkan dan berliku yang Daniar jalani akhirnya ia menemukan pria yang dengan tulus mencintainya dan mau menerima segala kekuranganya. Daniar merasa sangat lega, walau masa lalu Daniar ialah wanita yang sudah pernah menikah, tetapi Adhitama masih mau menerima itu semua.


***********


Di sisi lain pada malam itu, justru menjadi awal kesengsaraan bagi Luna. Hatinya yang di penuhi rasa sakit dan dendam yang menggebu menggiringnya perlahan kedalam lubang hitam yang sangat dalam. Malam itu setelah Luna mabuk, ia menjadi tak terkontrol. Pandanganya hanya terlihat bayangan wajah Adhitama. Sean yang waktu itu ikut menemaninya minum akhirnya membawa Luna pergi ke sebuah villa pribadi miliknya. Mereka menghabiskan malam bersama berdua di atas ranjang tempat tidur Sean. Sampai pada esok paginya,,,


"Apa yang kita lakukan semalam Sean?? aku tidak percaya aku melakukan ini denganmu!!!" Luna berkata sambil menangis.


"Heii sayang bukankah kamu yang menggodaku terlebih dahulu tadi malam saat di pesta" jawab Sean tenang.


Seketika Luna langsung memutar ingatan tentang kejadian semalam. Luna ingat saat itu ia sedang mabuk. Mungkin hal ini terjadi karena pengaruh mabuk dari alkohol yang di minumnya.


Luna bergegas memakai pakaianya sambil menahan sakit karena keperawananya hancur pada malam itu di tangan Sean Rahardian.


"Kamu jangan pernah muncul lagi di hadapanku Sean. Aku sangat membencimu."


"Luna jangan terburu-buru membenciku karena kamu akan butuh pertolonganku suatu saat karena kita berada di pihak yang sama."


"Apa maksudmu??" teriak Luna.


"Maksudku kita berada di kubu yang sama. Kamu membenci Daniar dan aku membenci Adhitama. Kita bisa bekerjasama memisahkan mereka berdua. Bukankah itu yang kamu mau?"


Mendengar penawaran dari Sean membuat Luna menyetujui bekerja sama denganya.


"Jadi apa langkah selanjutnya yang kamu siapkan untuk mereka??" tanya Luna kepada Sean.


"Masukan obat ini ke dalam minuman Adhitama. Sedikit saja meminumnya membuat gairah dan rasa panas yang tinggi. Kamu tahu langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan agar Adhitama bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan."


"Baiklah aku paham dan mengerti" Luna berkata sambil mengambil obat itu dari genggaman tangan Sean.


"Setelah rencanamu berhasil jangan lupa kamu masih punya tugas-tugas yang harus kamu lakukan untukku. Apakah kamu paham Nona Luna yang cantik??"


"Bagus.. jika kamu ingkar janji berhati-hatilah nyawamu akan jadi gantinya."


************


Pagi hari yang cerah, Daniar bangun lebih awal. Pergi ke dapur berencana akan memasak sarapan pagi untuk Adhitama dan Nisa adiknya.


"Non kok sudah bangun" tanya bibik Eryati.


"Iya bik, sengaja bangun awal karena mau bikinin sarapan pagi" jawab Daniar sambil tersenyum manis.


"Sini non biar bibik bantu."


"Bibik pagi ini biar aku saja ya yang bikin sarapan."


"Baiklah non.. Kalau memerlukan bantuan bilang sama bibik ya non."


"Ok bik."


Sambil bernyanyi dengan suara lirih dan melenggak lenggokan tubuhnya, Daniar memasak sarapan pada pagi itu. Hatinya masih terbawa suasana saat ia berdansa dengan Adhitama di pesta malam itu.


Adhitama datang menghampiri Daniar yang sedang memasak di dapur. Memeluknya perlahan dari belakang sembari mengucapkan "Pagi wanitaku" dan menyerobot mencium pipi Daniar yang putih.


"Adhitama!!!.. kaget tau kamu tiba-tiba masih pagi sudah meluk-meluk begitu."


"Biar saja sekarang aku tak sungkan untuk memelukmu dan menciummu bahkan jika harus di tempat umum. Karena Daniar hanya milik Adhitama seorang."


"Tidak\ bisa begitu.. Sama aja kita ngasih penglihatan gratis kepada orang-orang saat kamu sedang menciumku" ejek Daniar sambil menjulurkan lidahnya.


"Jangan memancingku di pagi hari Daniar.. Aku bisa tidak tahan melihatmu seperti itu mengejekku" kata Adhitama sambil memeluk Daniar semakin erat.


"Muachhhhh" Daniar mencium pipi Adhitama.


Spontan Adhitama membalikan arah badan Daniar ke hadapanya dan perlahan dengan hangat mencium bibir mungil Daniar.


Daniar tak menolak ciuman yang kesekian dari Adhitama padanya. Bahkan First Kiss Daniar juga di lakukan oleh pria yang sama.


Bibik Eryati yang sedang mengelap kaca jendela tak sengaja melihat kedekatan Adhitama dan Daniar. Sejujurnya bibik Eryati sangat mendukung jika mereka bisa bersama karena bibik Eryati tahu Daniar wanita yang ramah dan baik hati.


Nisa berlari kecil menuruni tangga,,,


"Ayo siap-siap sarapan pagi dulu" ajak Daniar kepada Nisa dan Adhitama.


"Waah kak ini semua keliatan enak" kata Nisa memuji Daniar.


"Tidak salah aku memilih calon isteri juga calon ibu untuk anak-anakku kelak. Karena wanitaku sangat hebat memasak" kata Adhitama merayu.


kakak semua jangan lupa di like dan komen yang membangun ya,, agar semangat membuat episode selanjutnya.


mohon vote juga ya kakak .


Terimakasih 🙏💓


Bersambung****