COOL BOY

COOL BOY
BAB 57



Setelah mengetahui kalau Bintang pindah ke kampus yang sama dengan Bulan. Jangan di tanyakan lagi bagaimana perasaan Bulan saat ini, sudah pasti sangat bahagia. Setelah 3 tahun di satu sekolah yang sama tanpa status hubungan apapun dan sekarang satu kampus dengan status berpacaran. Naik satu tingkat dari pada sebelumnya, bukan?


Saat ingin melangkah ke gedung ekonomi di kampus ini, Bulan melihat teman barunya yaitu Cinta yang sedang berjalan sendirian dengan menggunakan earphones di telinganya.


"Cinta!" teriak Bulan agar orang yang di panggil mendengarnya.


Dan benar, Cinta mendengarnya lalu menoleh ke arah sumber suara itu. Betapa terkejutnya Bintang saat melihat Cinta.


Cinta berjalan mendekat ke arah Bulan dan Bintang dengan senyuman teduh milik gadis itu. Senyuman yang membuat Bintang teringat seseorang di atas sana.


Saat sudah dekat, Cinta pun sama terkejutnya dengan Bintang. Sudah lama sekali ia tidak melihat seseorang di depannya ini. Sejak Viona meninggal keduanya tidak pernah bertemu lagi.


"Bintang?" seru Cinta memastikan kalau dia tidak salah lihat dengan keberadaan Bintang di depan matanya itu.


Bulan yang mendengar Cinta mengucapkan nama Bintang pun bingung. Apakah keduanya saling kenal sebelumnya? Kenapa sih selalu Bulan yang menjadi orang baru di kehidupan Bintang ini.


"Lo kenal Bintang?" tanya Bulan pada Cinta karena Bintang tidak merespon apapun.


Cinta mengangguk, "Iya, gue pernah ketemu dia beberapa kali waktu di rumah Viona dulu." seru Cinta membuat Bulan semakin bingung.


"Ehem, kalau boleh tahu hubungan lo sama Viona apa?" tanya Bulan penasaran.


"Sepupu." sahut Bintang membuat Bulan menoleh ke arahnya begitu pula dengan Cinta.


Cinta tersenyum lalu mengangguk, "Iya, btw lo kenapa bisa ada di sini?" tanya Cinta menanyain keberadaan Bintang di kampus ini.


Pasalnya kemarin ia tidak melihat Bintang sama sekali, lalu mengapa sekarang ada Bintang di sini.


"Iya, dia kuliah di kampus ini dan satu jurusan juga sama kita, Cin." beritahu Bulan karena Bintang hanya diam.


Cinta mengangguk.


Bintang menarik tangan Bulan ingin pergi dari sana, karena melihat Cinta sama saja melihat Viona, walau wajahnya tidak mirip tetapi senyumannya cukup mirip. Tetapi saat ingin beranjak Cinta kembali mengajukan pertanyaan pada keduanya.


"Kalian pacaran?" tanya Cinta karena melihat Bintang tengah menggandeng tangan Bulan.


Bulan mengangguk lalu tersenyum, "Iya, Cin." Jawab Bulan.


Cinta mengangguk lalu tersenyum sedih, "Semoga hubungan kalian langgeng ya, jangan berakhir tragis kaya Viona!" seru Cinta tersirat kesedihan yang mendalam.


Karena Viona ada lah satu-satunya sepupu yang sangat baik padanya. Selalu mendukungnya selama ini, selalu memberinya nasihat baik atau tidaknya. Di bandingkan dengan sepupunya yang lain, yang tidak pernah care dengannya.


Bintang sedikit tersulut emosi, karena Bulan bisa merasakan itu dari genggaman tangan Bintang yang semakin mengerat. Maka dari itu Bulan memutuskan untuk membawa Bintang pergi dari sana.


"Amiin, thanks doanya Cin. Kalau gitu gue duluan ya, sampai ketemu nanti di kelas!" izin Bulan lalu melangkah pergi dari sana bersama Bintang.


Cinta hanya tersenyum miris lalu melihat ke atas, seakan mengadu pada Viona yang tengah berada di atas sana.


Sedangkan keduanya berjalan di lorong kampus, ternyata banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, sedikit membuat Bulan risih padahal ini hal biasa untuknya.


Tetapi kali ini berbeda, karena kebanyakkan yang melihat mereka adalah mahasiswi. Mahasiswi tersebut melirik ke arah Bintang dengan tatapan memuja, membuat Bulan tak suka.


"Bintang, mereka ngelihatin kamu tuh!" seru Bulan sedikit ada nada kesal di sana.


Sedangkan pandangan Bintang tetap fokus ke depan, tanpa melirik ke kanan atau ke kiri takut nanti jadi salah. Tahu sendirikan kalau cewek sudah cemburu!


"Biarin, mereka punya mata!" jawab Bintang semakin membuat Bulan sebal.


"Ih aku gak suka tahu kamu di tatap kaya gitu sama mereka! Lagi kamu bisa gak sih gak usah ganteng, aku gak rela tahu bagi-bagi." gerutu Bulan membuat Bintang melepaskan genggamannya.


Bulan semakin sebal karena merasa di abaikan oleh Bintang, tanpa di duga ternyata Bintang malah merangkul bahunya dan membuat siapa saja yang melihat menahan jeritannya.


Lebay gak sih? Maklum orang ganteng sama cantik!


"Biar mereka tahu kalau udah ada yang punya!" seru Bintang membuat Bulan tersenyum puas sambil tangannya ikut melingkar di pinggang Bintang.


"Bulan?" sapa Fino membuat mata Bintang langsung memicing ke arah cowok itu.


Fino melirik sekilas ke arah Bintang lalu kembali menatap Bulan, gadis cantik adik tingkatnya di kampus ini.


"Eh kak-" Bulan sempat terdiam karena sedang mengingat nama kakak tingkatnya itu, jujur ia lupa.


"Fino!" sambung Fino karena tahu kalau Bulan lupa dengannya, tak apalah baru pertama kali ketemu, kebetulan pula pikir Fino.


Bulan mengangguk lalu tersenyum, yang tadinya tangan melingkari di pinggang Bintang langsung terlepas dan mengganti dengan menggenggam tangan Bintang.


"Lo siapa? Anak kampus ini juga?" tanya Fino tak suka melihat Bulan sudah menggandeng cowok ternyata.


"Iya kak, dia anak kampus sini dan jurusan ekonomi juga." jawab Bulan karena Bintang hanya diam sambil memandang Fino dengan tatapan dinginnya.


Fino mengangguk sekali lalu mengeluarkan ponselnya dan ingin memberikan pada Bulan, "Taruh nomer lo di sini, Lan. Siapa tahu kita bisa kenalan lebih jauh." seru Fino tanpa basa basi membuat Bintang emosi.


"Gak punya mata?" seru Bintang sambil mengangkat tangannya yang sedang menggenggam tangan Bulan agar Fino bisa melihat jelas.


Fino tersenyum miring, "Ada masalah?" sahut Fino semakin membuat Bintang geram dan maju satu langkah.


Bulan langsung menarik kembali Bintang agar tidak membuat keributan di hari pertamanya masuk di kampus ini.


"Tahan Bintang, lebih baik kita pergi aja." ujar Bulan lalu menarik Bintang pergi dari sana.


Keduanya kembali berjalan, dengan Bintang yang masih mengatur emosi dan napasnya. Tak habis pikir dengan cowok macam Fino tadi, yang seakan tidak melihat kenyataan yang ada pikir Bintang.


"Ngibarin bendera perang dia!" keluh Bintang.


Bulan terkekeh melihat wajah Bintang yang memerah akibat menahan emosinya, "Sabar sayang, baru masuk kuliah loh jangan buat masalah ya!"


"Tapi aku gak suka!"


"Iya aku tahu, aku juga gak suka kok. Aku kan sukanya kamu, udah ya!" sahut Bulan membuat hati Bintang menghangat.


"Belajar gombal dari mana kamu?" tanya Bintang.


"Dari kamu!" sahut Bulan sambil mencubit pipi Bintang lalu terkekeh.


Tak lama pengumuman untuk masuk ke dalam kelas masing-masing terdengar dan membuat keduanya harus berpisah sebentar.


"Belajar yang benar ya, jangan lirik sana sini!" pesan Bulan.


"Kamu juga, kalau ada yang minta nomer kamu banting langsung handphonenya!" jawab Bintang membuat Bulan terkekeh.


Bulan mengangguk lalu berbalik badan meninggalkan Bintang yang kelasnya berbeda arah dengannya, tanpa di duga Bintang menariknya hingga kembali berhadapan. Bintang langsung membawa masuk Bulan ke dalam dekapannya. Bulan bisa merasakan detakan jantung Bulan karena menyenderkan kepalanya di dada bidang lelaki itu.


"I love you, Bulan!" seru Bintang dengan suara pelan namun terdengar sangat romantis.


Bulan mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah Bintang, setelah itu lalu tersenyum manis untuk Bintang, "I love you too, Bintang!" jawab Bulan membuat Bintang ikut tersenyum.


Sebelum pelukan itu terlepas, Bintang mencuri kecupan mesra di kening mulus Bulan. Salah tingkah itu lah yang Bulan rasakan, padahal itu sudah suka terjadi.


"Setelah keluar kelas, langsung ketemu ya!" seru Bintang dan di anggukin oleh Bulan.


"Iya sayang, udah yuk masuk kelas nanti kita telat!" seru Bulan dan membuat pelukan itu terlepas.


Akhirnya keduanya berpisah memasukin kelas masing-masing, dan menunggu pengumuman selanjutnya. Sambil jalan, Bulan senyam senyum sendiri karena membayangkan tingkah Bintang padanya akhir-akhir ini.


Bersambung.... 


Ada yang salah???