COOL BOY

COOL BOY
Pelajaran SD



Setelah beberapa menit mengikuti Salsa dari belakang, tiba tiba Ryan menarik tangan Salsa.


"Lepas kan." ucap Salsa yang berusaha melepas kan tangan nya dari cekalan Ryan. "Apa yang kau lakukan?" tanya Salsa kesal.


"Salsa, tidak boleh pergi les akhir pekan ini." ucap Ryan datar.


"Bagai mana kau tahu aku akhir pekan ini... Ryan, kau memantau ku?" tanya Salsa setelah dia sadar Ryan ternyata mengikuti nya, pasal nya Salsa belum ngomong sama sekali kalo akhir pekan dia akan les bersama Arka.


"Tidak boleh pergi!" ucap Ryan tegas.


"Arka adalah teman ku. Aku tidak mengizin kan mu merusak hubungan pertemanan ku dengan Arka."


"Di dunia ini tidak ada hubungan murni antara laki laki dan perempuan. Ayah dan Ibu sedang tidak ada, aku haris menjaga mu dengan baik."


"Aku demi menjaga mu, bahkan tidak punya waktu yang cukup untuk belajar, apa lagi berteman. Sekarang aku susah payah bisa belajar dan mempunyai teman, kau tidak boleh merusak nya." ucap Salsa dengan menunjuk ke arah Ryan. Ryan yang tidak suka di tunjuk pun, menarik tangan Salsa ke bawah agar tidak menunjuk nunjuk nya lagi.


"Hanya aku yang bisa membuat nilai mu bangkit dari keterpuruk kan." ucap Ryan


"Kau bukan lah tandingan Arka."


"Dari mana nya?" tanya Ryan sedikit memincing kan kepala nya.


"Menurut ku kau cuma merasa iri. Betul kau merasa iri." jawab Salsa. (Salsa dia itu cemburu bukan iri 🤦 ngapain seorang Ryan yang nilai nya sempurna iri sama Arka)


"Arka lebih tampan dari mu, lebih lembut dari mu. Saat bersama nya terasa seperti musim semi. Saat bersama mu terasa seperti di neraka." lanjut Salsa.


"Kau itu buta atau idiot?" tanya Ryan kesal. Karena Salsa tidak tahu saja di belakang dia Ryan selalu perhatian. Cuman gak ke liatan karena sifat Ryan yang terlalu dingin dan cuek.


"Inti nya, aku tidak akan pernah mendengar kan mu!" ucap Salsa lalu pergi, Ryan pun mengikuti Salsa lagi. Namun, Salsa baru melangkah beberapa langka dia berbalik kembali.


"Dan juga, jangan mengikuti ku lagi." ucap Salsa lagi. Dia benar benar meninggal kan Ryan sendirian.


"Bodoh!" geram Ryan. Lalu pergi ke arah yang berlawanan dengan Salsa.


***


Rumah di mana Ayah dan Ibu sedang sibuk dengan kegiatan nya masing masing, lalu tiba tiba Salsa pulang.


"Aku pulang." ucap Salsa lesu. Lalu berjalan menuju meja makan.


"Sudah pulang ya?" ucap Ayah.


"Salsa, ayo makan buah." ucap Ibu sembari menaroh buah di hadapan Salsa.


"Salsa. Ke mampuan masak terhebat Ibu mu adalah mencuci buah. Cepat beri dia ke hormatan ini. Ayo, makan sebuah apel." ucap Ayah sembari menyodor kan apel ke hadapan Salsa.


"Aku tidak ingin makan." ucap Salsa dengan nada lesu, dan jangan lupa kan raut muka yang dia tekuk seperti kanebo kering.


"Ada apa, Salsa? Suasana hati mu tidak baik lagi?" tanya Ibu.


‌"Ayah, Ibu. Ryan ke terlaluan. Kelas kami ke datangan murid pinta, dia bilang ingin memberi ku les matematika, tapi Ryan diam diam selalu merusak semua nya. Jika dia terus berbuat onar seperti ini, aku benar benar akan menjadi orang dengan pendidik kan terendah dalam keluarga kita." adu nya pada Ayah dan Ibu.


‌"Les matematika? Kau boleh menyuruh Ryan untuk membantu mu." ucap Ibu memberi saran.


"Benar. Nilai matematika Ryan, berada di peringkat terdepan di kelas. Pasti tidak akan ada masalah jika kau meminta Ryan untuk mengajari mu." ucap Ayah yang setuju dengan saran Ibu.


Salsa menghela nafas nya pelan. "Dia setiap kali ujian selalu menghitung langsung rumus tingkat dua. Jika aku mengikuti cara belajar nya, aku takut aku akan mati duluan sebelum ujian nasional tiba." keluh Salsa.


"Salsa, belajar itu seperti sedang makan apel. Kau harus mencicipi nya sendiri. Jika tidak, bagai mana kau bisa tahu apel ini manis atau tidak." ucap Ayah memberi pengertian.


"Kau juga, di rumah ada orang sepintar itu malah tidak kau manfaat kan. Betapa sia sia nya itu. Kau harus belajar memanfaat kan sumber yang paling dekat di sekitar mu." ucap Ibu, yang mencoba membujuk agar putri nya setuju belajar dengan Ryan.


"Benar." ucap Ayah.


"Sudah lah, kalian makan saja. Aku kembali ke kamar dulu, untuk mengerja kan pekerjaan rumah." ucap Salsa lalu pergi dari meja makan, menuju kamar nya.


***


Ryan berada di kamar nya, dia sedang merasa gelisah entah apa yang sedang dia pikir kan.


Di saat Ryan sedang terdiam, tiba tiba ada notifikasi masuk di handphone nya yang berada di nakas samping tempat tidur nya. Ryan pun terburu buru melihat handphone nya.


(Silvi mengirim kan permintaan pertemanan)


'Karena kita adalah teman sebangku, mari berkenalan.'


'Nama ku Silviana.'


'Ada satu soal Inggris yang aku tidak bisa. Apa maksud dari, sin cos tan ini?'


'Aku sudah menolong kakak mu dua kali, menjadi manusia harus mengerti balas budi.'


Itu lah pesan yang masuk di handphone Ryan pesan itu dari Silvi. (Btw Silvi modus nya pinter bawa bawa pelajaran sama balas budi, padahal mah cuman pengen deketin Ryan): Ryan hanya membaca pesan itu tanpa membalas nya, lalu dia taroh kembali handphone nya. Ryan pun akhir nya memutus kan untuk tidur.


***


Keesokan harinya.


Di cafe dekat sekolah saat ini ada Salsa dan Arka yang sedang belajar.


"Soal ini, menurut ku jalan pikiran ku dalam memecah kan soal tidak ada masalah." ucap Salsa.


"Seharus nya mengguna kan rumus yang ini, sini ku tulis kan." ucap Arka.


"Apa dua soal ini mengguna kan rumus yang sama?" tanya Salsa.


"Kau coba masuk kan kembali dan coba dulu." jawab Arka.


Padahal baru beberapa saat Salsa belajar dengan Arka, tiba tiba Ryan datang dan duduk di meja yang sama dengan mereka.


"Kau membututi ku?" tanya Salsa kesal, karena Ryan selalu mengikuti nya, kalo ada dia semua nya pasti kacau.


"Jangan mimpi, siapa juga yang mengikuti mu." ucap Ryan ketus. Lalu Ryan tiba tiba mengambil buku belajar milik Salsa.


"Kenapa?" tanya Salsa yang bingung karena Ryan mengambil buku nya.


"Kau harus mulai belajar dari pelajaran SD." ucap Ryan.


Di tengah perdebatan mereka akhir nya Silvi datang, lalu duduk di kursi sebelah Ryan.


...Bersambung......


JANGAN LUPA BUAT DUKUNGAN NYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT🤗 SORRY KEMAREN GAK UP.