
"Dia bilang dia tidak ingin melakukan nya, apa kau tidak dengar?" kata Ryan pada Dion. Entah Ryan kapan datang nya tida tiba berucap seperti itu, mungkin dia mendengar semua pembicara Dion dengan Salsa.
"Salsa, semakin bekerja keras semakin beruntung. Semangat! Semangat!" ucap Dion yang tak menggubris ucapan Ryan, lalu Dion kembali ke meja nya sendiri.
"Aku boleh menindas mu, tapi orang lain, tidak boleh." ucap Ryan datar. Salsa hanya tersenyum kecil.
Di depan kelas 12-5 ternyata ada Kenzo, yang entah sedang menunggu siapa. Salsa yang baru keluar dari kelas nya, lalu tanpa sengaja dia melihat Kenzo sebelum Kenzo melihat nya. Salsa pun balik lagi untuk melihat kaca di jendela, lalu memperbaiki penampilan nya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Kenzo.
"Kenzo." sapa Salsa.
"Salsa, aku dengar nilai mu meningkat sepuluh peringkat. Adik mu meminta ku untuk meraya kan nya. Ayo kita makan hot pot!" ucap Kenzo memberi tahu.
"Ayo, ayo." jawab Salsa antusias.
"Jangan sebarangan bicara. Itu tidak ada hubungan nya dengan ku." elak Ryan.
Salsa yang melihat Arka keluar dari kelas nya, dia pun menghampiri Arka. "Arka, apa kau ingin makan hot pot?" ajak Salsa menarik tangak Arka. "Kenzo, ini teman sebangku ku, nama nya Arka. Semua berkat dia telah membantu ku belajar untuk ujian kali ini. Dia sangat baik terhadap ku." lanjut nya.
"Halo." sapa Kenzo pada Arka.
"Hai." jawab Arka.
"Aku sedang tidak enak badan, jadi tidak ikut ya." ucap Arka.
"Baik lah." kata Salsa.
"Baik lah kalau begitu. Kami pergi dulu, kau cepat pulang dan istirahat." ucap Ryan sambil menepuk bahu Arka lalu menarik tangan Salsa.
"Sampai jumpa besok, Arka!" teriak Salsa karena tangan nya sudah di tarik oleh Ryan jadi jarak nya dengan Arka sudah menjauh.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya, sampai jumpa!" pamit Kenzo pada Arka. Arka hanya menangguk kecil.
"Ryan, lepas kan Salsa. Kenapa kau selalu menindas nya?" kata Kenzo sambil berjalan mengejar Ryan yang sudah menarik Salsa lebih dulu.
***
Hari sudah mulai gelap. Di mana saat ini Ryan, Salsa dan Kenzo sedanf makan hot pot.
"Sudah selesai. Untuk mencegah Ryan, menghancur kan saus ku, aku telah mengganti nama nya menjadi..."
"Racun." sela Ryan sebelum Salsa menyelesai kan ucapan nya.
"Kau sangat menyebal kan!" ucap Salsa kesal. Lalu dia menyodor kan saus itu kepada Kenzo.
"Terima kasih." ucap kenzo sembari menerima saus itu. "Oh ya, Salsa. Apa kah kau akan berpartisipasi dalam acara HUT sekolah?" tanya Kenzo.
"Aku sudah kelas 12, lebih baik aku giat belajar saja. Bagai mana dengan mu? Apa kau akan ikut berpartisipasi?" tanya balik Salsa.
"Aku berencana mendaftar pertunjuk kan menyanyi dengan Kirana." jawab Kenzo (Kirana itu sahabat Kenzo dari kecil ya) "Kurasa berpastisipasi dalam perayaan HUT sekolah akan menjadi memori yang sangat langka. Aku tidak ingin meninggal kan penyesalan di masa SMA." lanjut nya.
"Hmm, kalian semangat, ya." ucap Salsa lesuh.
"Cepat makan nya, lalu pulang dan belajar." ucap Ryan pada Salsa.
"Salsa, aku rasa kau bisa mencoba nya juga. Coba kau pikir. Pertama, kita bisa mereda kan tekanan belajar. Kedua, kau juga bisa melatih diri mu. Bukan kah ini cukup bagus?" ucap Kenzo. Entah dia berusaha mempengaruhi Salsa agar ikut HUT atau apa Author pun tidak tahu, hanya Kenzo dan tuhan yang tahu.
"Apa kau pikir aku bisa melakukan nya?" tanya Salsa ragu pada kemampuan diri nya sendiri.
"Dia tidak punya bakat." kata Ryan datar.
"Hanya HUT sekolah, bukan Gala Festival Musim Semi, tidak akan seberat itu. Menurut ku setiap orang memiliki, bakat dan potensi nya masing masing. Yang penting kau berlatih dengan baik, aku percaya pada mu, Salsa kau pasti bisa." ucap Kenzo yang berusaha membuat Salsa agar percaya dengan diri nya sendiri.
"Makan lah. Jangan menyesat kan generasi muda." ucap Ryan ketus pada Kenzo. Sembari menaroh hot pot ke dalam mangkok Kenzo.
Ryan tidak suka pada penurunan Kenzo, pasti Salsa akan ikut HUT sekolah hanya karena penuturan Kenzo.
Setelah Ryan selesai berbicara, Kenzo pun memakan makanan yang di ambil kan oleh Ryan. "Panas sekali." gumam nya. Salsa mengambil kan air minum untuk Kenzo. "Biar aku sendiri saja." lanjut Kenzo.
***
(Formulir Pendaftaran)
Itu lah kertas yang sedang berada di hadapan Salsa saat ini.
"Jika bisa tampil di panggung yang sama dengan Kenzo, itu akan sangat bagus." gumam Salsa berbicara di depan kertas formulir.
"Aku laapr." ucap Ryan yang tiba tiba membuka pintu kamar Salsa.
"Apa kau ingin semangkuk ramen api neraka level 11?" ucap Salsa ketus.
"Kembalikan." ucap Salsa merebut kertas formulir nya kembali.
"Hanya dengan sedikit kata kata dari Kenzo, kau langsung berubah pikiran?" tanya Ryan datar.
"Bukan... Bukan seperti itu. Aku hanya ingin melatih diri ku sendiri. Tidak ingin meninggal kan penyesalan." alibi Salsa, padahal sebenar nya emang karena ucapan Kenzo mangka nya dia berubah pikiran.
"Kau tidak memiliki bakat seni." cibir Ryan.
"Bagai mana kau tahu aku tidak memiliki nya? Keluar kau! Aku ingin menggali bakat seni ku." ucap Salsa mendorong Ryan agar keluar dari kamar nya.
"Terserah kau saja."
"Keluar kau!"
Lalu pintu kamar Salsa di tutup oleh Ryan secara kasar.
***
Saat ini Salsa sedang di dapur, entah dia sadar atau tidak dia memecah kan telur namun telornya yang di buang bukan kulitnya.
"Apa yang harus aku tampil kan untuk HUT sekolah?" monolog Salsa namun masih di dengar oleh Ryan.
"Nasi goreng dengan kulit telur." sindir Ryan. Salsa pun terkejut melihat telur yang ternyata dia buang dan kulit nya yang dia simpan.
Singkat cerita saat ini Salsa sedang latihan vokal. Entah lah padahal suara dia tidak enak tapi yah sudah demi menyenang kan Salsa kita biar kan saja dia les vokal.
"Do Re Mi Fa So La Si Do Si..."
"Jika kau bernyanyi lagi, aku akan menelepon polisi!" tegor Ryan yang tiba tiba membuka pintu kamar Salsa. Karena dia merasa bising dengan nyanyian Salsa.
"Iya, iya." jawab Salsa singkat.
Masih dalam latihan, entah Author pun sampe pusing liat Salsa latihan tidak jelas.
"Kenapa kau begitu bodoh? Kemana saja kau anak ku yang bodoh?"
"Kenapa kau begitu bodoh, anak ku?" sindir Ryan yang mengikuti ucapan Salsa yang sedang latihan.
***
Sekolah SMA Huiming. Lebih tepat nya do toilet 🤣jadi Salsa latihan di toilet biar enggak ada yang ganggu.
"Merencana kan pertunjukan bakat di sini, jangan jangan ... di sini ada aroma yang memberi mu inspirasi khusus?" tanya Silvi yang heran dengan Salsa.
"Bukan, hanya di sini yang tidak ada Ryan. Aku ingin mencari ke tenangan." jawab Salsa.
"Bukan kah ini hanya pertunjuk kan bakat? Aku akan membantu mu." ucap Silvi memberi bantuan.
"Apa kah kau punya bakat? Pertunjuk kan merias wajah?" tanya Salsa.
"Aku tidak punya, tapi aku bisa belajar. Mari kita buat kelompok, kita beri nama Huiming Twins. Jika Ryan juga berpartisipasi, kita bertiga bernama ... Huiming TF Girl. Sempurna!" ucap Silvi yang sudah membayang kan akan berpastisipasi dengan Ryan.
"Kalau Ryan tidak mengacau sudah bagus sekali, kau sedang becanda ya jika kita mengajak Ryan?" ucap Salsa.
"Kalau begitu kita tampil kan, membaca cerita."
"Membaca cerita?"
"Kita baca kan cerita yang terasa sangat menyedih kah, di padukan dengan musik yang mengharu kan, orang orang pasti menangis tersedu sedu. Julukan primadona sekolah, pasti akan jatuh pada mu."
"Seperti nya tidak mustahil untuk melakukan nya."
"Lagi pula, Ayah ku kenal seorang guru penyiar yang sangat profesional. Keahlian profesional seperti itu, sangat mudah di kuasai. Aman terkendali."
"Oke, kalau begitu ayo kita segera mendaftar." ajak Salsa pada Silvi.
.
.
.
...Bersambung......
CERITANYA AKU TAMATIN AJA YAH SOALNYA YANG BACA GAK NYAMPE 50 ORANG SAMA SEKALI 😔🙏