COOL BOY

COOL BOY
BAB 55



Kesalahpahaman memang kerab terjadi, bukan hanya dengan pasangan saja, kesalahpahaman pun bisa terjadi di antara orang tua dan pertemanan.


Karena kesalahpahaman pun bisa menyebabkan hal-hal di luar dugaan, tergantung si orang meresponnya seperti apa.


Dan juga...


Tidak di percaya dengan pasangan sendiri, adalah hal yang menyakitkan bukan? Siapa yang pernah merasakan ini?


Bukannya, suatu hubungan harus di landasin dengan kepercayaan, kalau salah satu ada yang tidak percaya, untuk apa di lanjutkan? Benar gak sih?


Ah entahlah rumit pokoknya kalau masalah cinta. Kan ada yang bilang "Cinta tak selamanya indah dek" Nah bener!!


****


Malam ini Bulan di ajak orang tuanya untuk makan malam bersama dengan teman lama dari Hanum di sebuah restoran ternama di kota ini. Sejak tadi memang Bulan bingung, mengapa ia di ajak, toh hanya makan malam biasa.


Bulan sampai curiga kalau kedua orang tuanya akan menjodohkan dia dengan anak teman dari mamahnya itu. Seperti novel-novel yang Bulan baca selama ini!


Setelah bertanya seperti itu, dan melihat respon orang tuanya, Bulan lega ternyata tujuan mereka bukan menjodohkannya.


"Terus, ngapain ngajak Bulan?" tanya Bulan.


"Kata temen mamah, anak mereka juga seumuran sama kamu, siapa tahu kan kamu nambah temen lagi kalau kenalan sama mereka." jelas Hanum memberitahu maksud dan tujuannya mengajak Bulan ke sini.


Bulan mengangguk, paham.


Tak lama wanita dan lelaki paruh baya berjalan ke arah meja mereka. Ternyata itu teman Hanum yang sedang mereka tunggu.


"Astaga, udah lama ya sampainya? Sorry ya macet banget!" seru wanita itu.


Hanum terkekeh, "Santai kali Sis."


Mereka bersalaman dan cepika cepiki ala ibu-ibu. "Sis, kenalin ini anak aku namanya Bulan." ujar Hanum memperkenalkan Bulan pada wanita itu.


Siska mengulurkan tangannya dan di sambut baik oleh Bulan, tanpa di suruh Bulan langsung mengecup punggung tangan itu.


"Bulan, tante." seru Bulan memperkenalkan dirinya.


Siska mengangguk, kagum dengan sosok Bulan. Sangat cantik, persis seperti Hanum dulu waktu masih muda.


"Btw, anak lo mana? Katanya lo bawa anak juga?" tanya Hanum.


Siska mencari keberadaan anaknya dan pas banget saat itu dia sedang berjalan menuju meja mereka.


"Itu dia." tunjuk Siska pada sosok anaknya yang sedang berjalan.


Bulan mengikuti arah tangan Siska, dan betapa kagetnya melihat siapa anak dari teman mamahnya itu.


"Andre?" seru Bulan sedikit keras membuat Siska dan Hanum langsung menatap Bulan.


"Kamu udah kenal sama anak tante?" tanya Siska dan di anggukin oleh Bulan.


Andre telah sampai di hadapan Siska, sama seperti Bulan tadi, ia pun kaget melihat Bulan ada di sana.


"Bulan?" seru Andre lalu berjalan menghampiri Bulan.


Mereka bersalaman, lalu tanpa di duga Andre langsung memeluk Bulan. Kangen,itulah yang Andre rasakan, sudah lama sekali ia tidak bertemu Bulan sejak malam perpisahannya waktu itu.


Setelah melepaskan pelukannya, Bulan berdeham menghilangkan gugup di hatinya. Tak menyangka bisa bertemu Andre di sini, kalau Bintang lihat pasti akan ada perang lagi nih batin Bulan.


"Kalian saling kenal? Dan kayanya cukup dekat?" tanya Hanum pada keduanya.


Bulan berdehem sebelum menjelaskan pada Hanum, tapi keduluan dengan Andre yang mulai menjelaskan bagaimana hubungan keduanya.


"Iya tante, kita sahabatan sejak SMA." jelas Andre.


"Dunia ternyata sempit banget ya Num." seru Siska yang tidak menyangka ternyata anak mereka sudah saling mengenal.


Tujuan mereka ajak anak masing-masing kan untuk mengenalkan agar menjadi teman, eh ternyata sudah jadi sahabat sejak dulu.


"Ini si Donna, kemana ya? Kok belum sampai!" seru Siska menanyakan teman mereka satunya lagi.


Tak lama orang tersebut tiba bersama dengan lelaki paruh baya dan juga gadis seumuran dengan Andre dan juga Bulan. Betapa terkejutnya Bulan dan Andre saat melihat Clara di sana.


Bulan langsung menepuk bahu Andre pelan lalu membisikan sesuatu di telinga Andre, "Jadi itu bokapnya Bintang, Ndre?" tanya Bulan sambil melihat lelaki paruh baya yang datang bersama dengan Clara.


Andre mengangguk sebagai jawaban dari bisikan itu. Bulan tidak menyangka akan bertemu dengan Sony, ayahnya Bintang di sini. Apakah orang tuanya tahu tentang ini?


"Yaampun, Don kamu bikin pangling banget!" puji Hanum saat melihat Donna, ibunda Clara.


Donna terkekeh, "Lo juga tambah cantik aja, Num!" seru Donna.


"Num, Sis kenalin ini suami baru gue, namanya mas Sony!" seru Donna memperkenalkan suaminya pada sahabat lamanya.


Btw, Brian dan Andreas ayah Andre sedang berbincang di masalah bisnis makanya tidak ikut nimbrung dengan ibu-ibu, namun saat Sony datang mereka berdua langsung menyambutnya dengan baik.


Donna terkekeh lalu mengangguk, "Biasalah!" sambil mengedipkan matanya saat Sony sudah ikut bergabungan dengan Brian dan Andreas.


Hanum dan Siska paham maksud dari ucapan Donna tadi, sudah tidak kaget dengan sifat Donna selama ini.


"Btw, kenalin ini anak gue namanya Clara." seru Donna memperkenalkan Clara.


Clara tersenyum lalu mengangguk sopan, sejak tadi ia sudah melihat keberadaan Andre dan Bulan namun ia pura-pura tidak kenal saja. Malas pikirnya!


"Andre, kenalin ini anaknya tante Donna namanya Clara. Don, ini anak gue namanya Andre, dan itu anaknya Hanum namanya Bulan." seru Siska.


"Udah kenal, bun!" sahut Andre dengan nada malas.


Ketiga wanita paruh baya itu pun di buat kaget dengan ujaran Andre tadi, benar-benar dunia sangat sempit ya ternyata. Jangan lupakan dengan Sony yang ikut kaget mendengar nama Bulan.


Sedikit banyak ia tahu tentang Bulan yang saat ini berstatus menjadi kekasih anak lelakinya, Bintang. Meskipun ia tidak pernah pulang, tetapi ia terus memantau Bintang dari jauh. Dan belum lama pun Sony mendengar kabar, kalau Bulan lah yang membuat Soraya itu sadar dari depresinya.


"Andre sama Clara itu, satu sekolah pas SMP, dan Clara murid baru di sekolah SMA Bulan." seru Bulan memberitahu faktanya.


"Kok bisa?" seru Siska yang bingung harus merespon bagaimana.


Andre hanya menggeleng melihat tingkah bundanya, yang memang selalu seperti itu, heboh!


Bulan melangkah ke arah Hanum, lalu membisikan sesuatu di telinganya, "Itu yang sama Clara, papahnya Bintang juga." seru Bulan pelan.


Hanum bingung maksud dari omongan Bulan, tetapi ia tidak bisa membahas itu di sini, tidak enak dengan Donna.


"Kamu, Bulan pacarnya Bintang?" tanya Donna dengan nada tak suka saat menyebut nama Bintang.


Bulan langsung mengangguk cepat, "Iya tante, saya pacarnya Bintang!" sahut Bulan.


"Kok lo tahu, kalau Bulan sama Bintang pacaran Don?" tanya Hanum.


Donna mengangguk, "Clara suka cerita tentang mereka, yang katanya Bulan di cap cewek gak punya malu di sekolah karena ngejar-ngejar Bintang, tapi di tolak terus." jelas Donna membuat Bulan sedikit emosi begitu pula dengan Andre sedangkan Clara tersenyum sinis.


"Apa benar begitu, Bulan?" tanya Hanum tegas.


Bulan menggeleng, "Clara cuma anak baru mah, dia gak tahu apa-apa! Maksud lo apa sih Cla? Gue gak pernah ngusik lo, tapi lo selalu ngusik gue!" seru Bulan kesal.


"Bulan!" tegur Hanum saat mendengar nada suara Bulan meninggi.


Ketiga lelaki paruh baya itu pun kaget, mendengar keributan dari para ibu dan juga anak mereka, apalagi Brian.


"Ada apa sih mah?" tanya Brian tetapi tidak di jawab oleh Hanum.


"Hanum, kayanya lo harus bilangin ke anak lo deh, kalau Bintang itu gak pantes buat Bulan. Dia bukan anak yang baik!" seru Donna menjelekan Bintang.


Sony yang mendengar anak lelakinya di jelekan di depan banyak orang pun tidak Terima, biar bagaimana pun Bintang tetap anak kandungnya, bukan Clara!


"Donna, maksud kamu apa bilang anak saya seperti itu?" bentak Sony membuat Donna terkejut, karena biasanya Sony tidak akan marah kalau Donna berkata seperti itu.


"Anak saya?" beo Siska yang bingung dengan keadaan di depannya.


Andre membisikan sesuatu pada Siska, memberitahu kalau itu memang ayah kandung Bintang.


"Loh, bukannya mas bilang juga seperti itu? Bintang bukan anak yang baik, dia selalu membangkang omongan orang tua! Sampai ibunya gila aja, dia tetap egois buat ngurusin Soraya di rumah tanpa mau bawa ke rumah sakit jiwa!" seru Donna ikut emosi karena di bentak oleh Sony di depan sahabatnya.


Sony menampar pipi Donna, membuat Clara menjerit ketakutan, "Stop pah!" seru Clara menahan tangan Sony agar tidak memukul Donna lagi.


"Kamu juga stop panggil saya papah!" tegas Sony lalu pergi dari sana begitu saja.


"Kita pulang!" seru Andreas dan juga Brian untuk membawa pulang keluarganya.


Acara makan malamnya batal, belum juga memulai makannya, sudah ada keributan yang membuat mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing.


"Gue gak nyangka kalau Donna sampai kaya gitu, Num." seru Siska saat sudah sampai di parkiran.


Hanum mengangguk, "Aku juga, Sis."


Setelah berpamitan kedua keluarga itu langsung berpisah, dan masuk ke dalam mobil masing-masing untuk pulang ke rumah.


Di perjalanan, Siska bertanya kepada Andre sebenarnya bagaimana sosok Bintang. Dan Andre menjawab kalau Bintang anak yang baik, anak yang cerdas, semua omongan Donna tadi tidak ada yang benar.


"Bunda pikir Bulan belum punya pacar, kalau belum mau bunda jodohin sama kamu tadinya. Bunda setuju banget kalau kamu sama Bulan,bang!" seru Siska membuat Andre tersenyum kecut.


"Sebelum bunda suruh, aku juga udah coba berjuang buat dapetin Bulan!" batin Andre.


Sedangkan di sisi lain, di dalam mobil Brian meminta penjelasan pada Hanum, mengapa keributan itu bisa terjadi. Saat sudah mengetahui, Brian pun kaget.


"Papah rasa, kamu gak usah berhubungan lagi sama Bintang!" seru Brian membuat Bulan kaget begitupun Hanum.


Bersambung.... 


Nahlo, makin rumit aja hubungan mereka ya, kasihan banget!!