COOL BOY

COOL BOY
BAB 53



Pagi yang mungkin membuat Bulan sedikit gugup, karena pagi ini ia akan ke kampus. Ah ya bicara tentang kampus, ternyata Bintang dengan Bulan tidak kuliah di kampus yang sama.


Di karenakan Bintang yang sempat tidak lolos di salah satu ujian waktu itu, dan menyebabkan ia harus kembali memilih kampus yang lain. Bulan sedih pas dengar pengumuman waktu itu, artinya ia akan sendirian di kampus ini.


Kampusnya dengan Bintang memang tidak terlalu jauh, tapi rasanya pasti aneh karena dulu hampir setiap hari bisa melihat Bintang. Kalau sekarang entah lah bagaimana nanti ke depannya.


Kuliah di dunia nyata tidak seperti kuliah di ftv yang hanya sekedar membawa buku dan berjalan-jalan di kampus. Pasti tugas kuliah lebih banyak dari pada sekolah waktu itu.


Bulan berharap semoga hubungannya tetap baik-baik saja, meskipun nantinya jarang ketemu. Karena kunci dari berhasilnya hubungan adalah komunikasi dan saling percaya. Sebisa mungkin Bulan ingin melakukan itu semua, dan ia juga berharap Bintang seperti itu.


****


Pagi ini Bulan berangkat sendiri menggunakan mobil, padahal tadi Bintang berniat mengantarnya lebih dulu tetapi Bulan tolak karena takut malah membuat Bintang malah menjadi telat.


"Pah, mah, Bulan berangkat dulu ya ke kampus." seru Bulan saat sudah selesai sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.


Bulan mencium punggung tangan Brian dan Hanum.


"Gayanya kampus sekarang mah!" seru Brian menggoda putrinya.


Hanum terkekeh begitu pula dengan Bulan, "Yoi dong, udah gede nih!" sahut Bulan membuat mereka semakin terkekeh.


"Mau papah anter gak?" tanya Brian.


Bulan langsung menggeleng, "Bukan anak kecil papah, ih!" seru Bulan.


"Bintang memang gak anter, dek?" tanya Hanum.


Bulan menggeleng lagi, "Dia juga harus ke kampus mah, aku gak mau dia telat karena anter aku dulu."


Hanum hanya mengangguk lalu mengecup kening Bulan begitu pula dengan Brian ke putrinya itu. Setelah itu Bulan keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobilnya menuju ke kampus barunya.


Sepanjang perjalanan, Bulan bernyanyi mengikuti lagu yang terputar di radio mobilnya. Sampai akhirnya ia sampai di kampus barunya itu, dan memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan.


Kampus sudah cukup ramai, Bulan langsung ikut nimbrung di tengah lapangan itu. Bulan bingung di mana jurusannya, tidak ada yang ia kenal di sini.


Sampai akhirnya ada pengumuman ini dan itu, lalu memberitahu di mana saja fakultas di universitas sini. Setelah itu Bulan langsung menuju fakultasnya, berjalan sendirian tanpa adanya teman.


Saat di perjalanan, seseorang tidak sengaja menabrak Bulan, hingga mundur beberapa langkah ke belakang.


"Aduh sorry ya, gue buru-buru banget soalnya." seru orang yang nabrak Bulan.


Hayo tebak cewek apa cowok? Hahaha!


Bulan mengangguk lalu tersenyum, "Iya gak papa kok." jawab Bulan.


Saat akan melangkah kembali, tiba-tiba orang tadi bertanya pada Bulan dan membuat Bulan tidak jadi melangkah.


"Lo tahu fakultas Ekonomi di gedung mana gak ya? Soalnya tadi gue gak denger." seru orang itu sambil terkekeh.


"Lo anak ekonomi?" tanya Bulan dan di anggukin oleh dia.


"Gue juga anak ekonomi, gimana kalau kita bareng aja?" tawar Bulan.


"Oh anak ekonomi juga, yuk jalan." seru orang tersebut.


Keduanya berjalan menuju gedung fakultas ekonomi sambil berkenalan satu sama lain. Kalian tahu namanya siapa? Namanya Cinta.


Cewek guys, tenang!


Setelah keduanya sampai, mereka ikut nimbrung lagi dengan yang lain. Mendengarkan apa saja yang di sampaikan oleh para senior di depannya.


Bulan terus bersama dengan Cinta, entah kemana saja dan apa saja yang di suruh para senior di sini. Memang sih tidak ada ospek yang kaya biasa-biasanya itu, tetap saja menurut Bulan hari ini melelahkan karena seperti di kerjain oleh para senior.


Sekarang sudah pukul 2 siang, sejak datang tadi mereka hanya di beri waktu istirahat selama 20 menit saja setelah itu kembali mengikuti rangkaian acara.


"Astaga lelah banget ya!" seru Cinta yang sedang duduk di bangku bersama dengan Bulan.


Bulan mengangguk, "Kantin yuk, beli minum." ajak Bulan dan di setujui oleh Cinta.


Keduanya langsung melangkah menuju kantin untuk membeli minum, saat sampai di kantin ternyata penuh sampai tidak ada bangku yang kosong lagi di sana.


Akhirnya keduanya hanya membeli minuman saja lalu keluar lagi dari kantin dan lebih memilih duduk di bangku bawah pohon agar tidak telalu panas.


"Lo dari SMA mana, btw?" tanya Cinta.


Bulan yang selesai menenggak minumannya menutup kembali, "SMA Prada Jaya, kalau lo?"


"Oh, gue dulu sekolah di Yogyakarta, abis itu pindah ke Jakarta gue homeschooling."


Bulan kaget dengan apa yang Cinta bicarakan, menurutnya aneh saja jaman sekarang masih ada yang mau homeschooling, padahal kalau di lihat-lihat Cinta anak yang supel dan sehat.


"Ehem, kalau boleh tahu kenapa lo akhirnya homeschooling?" tanya Bulan penasaran.


Cinta tersenyum, "Orang tua gak percaya sama kehidupan di Jakarta. Mereka takut gue ikut pergaulan yang salah."


"Terus kenapa sekarang akhirnya lo di bolehin kuliah normal?"


Cinta terkekeh, "Ternyata lo orangnya kepoan ya, sama kaya gue."


Bulan ikut terkekeh, "Sorry, kalau gak mau jawab juga gak papa kok Cin."


"Banyak banget drama yang gue lakuin waktu itu Lan, sampai akhirnya ortu gue percaya sama gue dan nge bolehin gue kuliah di sini." jelas Cinta membuat Bulan mengerti.


Setelah itu mereka mengobrol-ngobrol santai sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Sebelum itu pula mereka bertukaran kontak agar mudah menghubungi satu sama lain, dan mereka berharap semoga nanti sekelas juga.


"Gue balik duluan ya, supir gue udah di depan." seru Cinta.


Bulan mengangguk, "Okay, lo hati-hati ya. Besok kalau udah sampai kampus, chat gue."


"Okay siap!" seru Cinta lalu melangkah meninggalkan Bulan menuju luar gedung.


Bulan pun ikut bangkit dari duduknya dan berniat untuk pulang juga, Bulan berjalan menuju parkiran di mana mobilnya di parkir. Tiba-tiba ponselnya berdering, ada nama kekasihku di sana, alias Bintang, dengan cepat ia menerima panggilan itu.


"Iya, Bintang?"


"...."


"Aku bawa mobil kok."


"...."


"...."


"See u, sayang."


Bip


Sambil menunggu Bintang tiba, Bulan memilih jalan-jalan di area kampusnya untuk melihat fasilitas yang ada disini, meskipun ia sudah tahu dari internet.


Saat asik berjalan, seseorang menghampirinya, "Mau di temenin kelilingnya?" tanya orang tersebut.


Bulan menoleh ke arah suara itu, "Ehem gak usah deh kayanya." jawab Bulan menolak ajakan itu.


"Gue tahu semua loh jalan di kampus ini, gak mau di temenin aja?" paksa orang tersebut.


Bulan menggeleng lagi lalu mengamatin orang yang ada di depannya, "Kakak senior yang tadi bukan, sih?"


Orang tersebut mengangguk lalu tersenyum, "Gue Fino, lo siapa?" ujar Fino sambil mengulurkan tangannya.


Bulan menyambut dengan sopan, "Bulan, kak."


Fino tersenyum manis, bohong kalau Bulan tak suka melihat senyum itu. Eh hanya senyum loh, jangan pada marah ya!!


"Jadi mau gue temenin atau enggak nih?" tanya Fino lagi.


Saat ingin menjawab, ponsel Bulan kembali berdering dan menampilkan nama yang tadi, yaitu Bintang. Dengan cepat Bulan menerima panggilan itu.


Bintang sudah ada di depan kampusnya, dengan segera ia harus menghampiri kekasihnya itu lebih dulu baru mengambil mobilnya di parkiran.


"Mungkin lain kali kak, gue harus cabut soalnya sekarang. Thanks banget ya buat tawarannya." seru Bulan tanpa menunggu jawaban dari Fino,ia langsung melangkah meninggalkannya.


Saat sudah di depan gerbang, Bulan mencari di mana letak mobil Bintang dan akhirnya ketemu. Bulan langsung berjalan ke arah mobil tersebut dan masuk ke dalam.


"Kamu ngapain?" tanya Bulan.


"Jemput kamu." sahut Bintang.


Bulan terkekeh, "Aku bilang kan bawa mobil, sayang."


"Tapi aku kangen!" seru Bintang membuat Bulan gemas dengan tingkah Bintang akhir-akhir ini.


Bulan merapikan rambut Bintang dengan lembut, "Ini ketemu, gimana kalau kita mampir ke cafe biasa?"


"Okay." setuju Bintang lalu menyalakan mesin mobilnya, belum sempat melakukan suara Bulan terdengar.


"Aku ambil mobil dulu di parkiran, kita jalan iring-iringan ya?" Bintang menghela napasnya lalu mengangguk.


Ia inginnya pergi bersama dengan Bulan, bukan beda mobil! Ih Bulan gak peka banget sih.


Setelah itu keduanya beriringan menuju cafe biasa mereka kumpul bersama dengan sahabatnya yang lain. Saat sampai keduanya langsung masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang kosong.


Pelayan di sana langsung menghambat mereka dan memberikan buku menu untuk mereka memilih pesanan. Selesai memesan makan, sambil menunggu pesanan itu datang mereka kembali mengobrol.


"Gimana?" tanya Bintang membuat Bulan gemas, masih saja suka singkat kalau bicara.


"Kebiasaan deh, yang jelas coba nanyanya!" gerutu Bulan.


Bintang menarik napasnya, "Gimana tadi di kampus?"


Bulan menceritakan semuanya yang terjadi di kampus tadi, sampai akhirnya ia bertemu dengan Cinta dan merasa cocok berteman dengan sosok cewek itu.


"Jangan langsung percaya sama orang ya." Bintang seakan mengingatkan Bulan, karena Bulan tipe orang yang mudah bergaul, Bintang takut nantinya Bulan tersakiti.


Bulan mengangguk, "Iya sayang,"


Lalu sekarang Bintang yang bercerita bagaimana tadi di kampusnya, semua dia ceritakan tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Bintang berkata banyak yang menggodanya, entah teman seangkatan atau seniornya.


"Tuh kan sebel deh ih, terus respon kamu gimana?" tanya Bulan.


Bintang hanya diam sambil memasang wajah dinginnya seperti dulu. Bulan kesal karena Bintang tidak menjawab pertanyaan.


"Ih Bintang, jawab!" teriak Bulan.


"Yah kaya gitu respon aku," sahut Bintang membuat Bulan bingung.


"Maksudnya?"


"Iya kaya tadi, diem dan dingin!" jelas Bintang membuat Bulan berkata oh tanpa suara.


"Awas aja ya kalau sampai kamu tergoda sama salah satu dari mereka! Aku gak segan-segan tarik rambut cewek itu!" ancam Bulan.


Bintang terkekeh, "Emangnya bisa? Kayanya Bulan yang aku kenal gak segarang itu deh." goda Bintang membuat Bulan memanyunkan bibirnya.


Bintang mengacak rambut Bulan gemas, lalu menyubit pipinya. "Gemas banget aku!" seru Bintang.


Tak lama pesanan mereka datang, berbarengan dengan datangnya Mutia, Hendra, Angga dan Arkana tanpa adanya Manda.


"Ternyata di sini juga lo berdua!" sapa Angga saat melihat Bulan dan Bintang.


Hendra meminta pelayan untuk menambahkan bangku serta meja untuk mereka seperti biasa. Setelah selesai mereka duduk berbarengan di sana.


"Gimana kampus kalian? Pasti seru ya kan kalian rame-rame!" seru Bulan.


Keempatnya mengangguk, "Yah setidaknya kita gak sepi-sepi amat sih, dari pada lo berdua yang akhirnya sendiri-sendiri." goda Hendra terkekeh.


"Sialan lo!" seru Bintang dan di ketawain oleh semuanya.


"Manda, kapan berangkat Ar?" tanya Bulan pada Arkana, karena ponsel Manda tidka aktif dari kemarin.


"Dia bilang sore ini, mau ke rumah dia gak sebelum dia berangkat?" seru Arkana.


Semua mengangguk, "Yaudah abis ini kita langsung ke sana ya." seru Arkana dan di anggukin lagi oleh semuanya.


Bersambung....