COLD BOY - NEW VERSION

COLD BOY - NEW VERSION
BAB 55 - Istirahat



Agatha duduk pada kursi yang terletak di sebelah ranjang pasien. Gadis itu menggenggam tangan Elvano, sesekali mencium telapak tangannya. Dia sangat merindukan pemuda itu. Sudah satu minggu berlalu dan Elvano belum membuka matanya juga. Ia tidak pernah lelah untuk menunggunya kembali membuka mata.


"Hey, bangun dong," bisik Agatha di telinga Elvano.


"Kamu gak kangen sama aku? Kamu tega ngebiarin aku sendirian di sini? Cepet bangun ya, aku kangen banget sama kamu. Kamu harus tanggung jawab karena bikin aku sering nangis. Mata aku sampe bengkak nih."


Agatha terkekeh pelan, air matanya menetes untuk yang kesekian kalinya. Hatinya sakit melihat orang yang dicintainya berbaring tak berdaya dengan beberapa alat bantu yang terpasang pada tubuhnya. Jika boleh, biarkan Agatha saja yang menggantikan posisi Elvano.


Ceklek


Suara pintu yang dibuka membuat Agatha segera menghapus air matanya.


"Kakak?" Angel datang sembari membawa kantong plastik berisi makanan yang dia beli dari kantin rumah sakit.


"Hm? Kenapa Angel?" jawab Agatha dengan suara serak.


"Makan dulu ya?" Angel menyodorkan kantong plastik itu pada Agatha. Dia memang sengaja membelikannya untuk Agatha karena tahu gadis itu belum makan.


"Kakak belum makan dari semalem, loh. Ini juga udah siang," lanjut Angel.


"Kakak gak nafsu makan," jawab Agatha pelan.


Angel menghela napas panjang, susah sekali membujuk Agatha untuk makan. Sebenarnya dia sendiri juga kadang merasa tidak nafsu makan. Tetapi, ia tidak mungkin terus seperti itu. Dia harus makan agar tubuhnya kuat untuk menjaga abangnya di sini. Angel juga tidak ingin Elvano marah kalau sampai tahu dirinya tidak makan. Abangnya itu orang yang paling perhatian mengingatkannya soal makan.


"Kakak harus makan. Jangan sampai Kakak sakit gara-gara gak makan. Kasian Abang, dia pasti sedih kalau tau Kakak sering gak makan," bujuk Angel.


"Iya, Kakak makan. Taruh aja di situ, nanti Kakak makan."


"Beneran ya di makan?"


"Iya, sayang. Makasih, ya." Agatha berdiri kemudian berjalan ke kamar mandi. Sebelum itu, ia mengusap kepala Angel dengan sayang. Gadis itu sudah seperti adiknya sendiri.


Agatha segera mencuci tangannya sebelum memakan makanan yang Angel bawakan untuknya. Setelahnya, Agatha duduk di sofa yang terletak di sisi kiri ranjang. Sedangkan Angel duduk di kursi yang sebelumnya Agatha tempati.


"Kakak gak capek? Gak mau pulang dulu, nanti?" tanya Angel ketika Agatha mulai menyuapkan makanan ke mulutnya.


Agatha menggeleng, setelah menelan makanan di mulutnya, ia baru menjawab pertanyaan Angel.


"Kakak mau jagain Abang kamu."


"Kalau kakak capek, istirahat aja ya. Aku ada di sini kok. Biar aku yang jagain Abang. Jangan paksain diri Kakak. Kakak juga butuh istirahat." Bukan apa-apa. Angel hanya merasa tidak tega melihat Agatha yang seperti ini. Gadis itu lebih sering menghabiskan waktu di rumah sakit. Pulang hanya beberapa kali untuk mandi. Padahal ada Hana dan Angel yang selalu berada di rumah sakit, tetapi Agatha tetap bersikeras untuk ikut menjaga Elvano. Hana sama sekali tidak keberatan. Dia justru merasa senang karena Agatha begitu peduli pada putranya disaat-saat seperti ini.


"Nanti Kakak istirahat kalau capek." Agatha tersenyum menenangkan pada Angel sebelum kembali memakan makanannya.


...***...


Kalau misalnya Elvano gak bangun gimana? Sama Sandi aja lah ya :)