COLD BOY - NEW VERSION

COLD BOY - NEW VERSION
BAB 46 - Ujian Nasional



Ujian Nasional bagi kelas XII akhirnya tiba. Elvano dan teman-temannya sedang sibuk mengerjakan soal-soal yang akan menentukan masa depan mereka. Sedangkan para murid kelas X dan XI diliburkan agar tidak menggangu waktu pelaksanaan ujian.


Waktu libur itu dimanfaatkan oleh Agatha dan Chacha untuk bersantai. Terkadang keduanya memilih berjalan-jalan ke mall, atau ke tempat lainnya untuk menyegarkan otak sebelum giliran mereka yang melaksanakan ujian kenaikan kelas.


Terhitung sudah tiga hari mereka libur. Hari ini Chacha menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah Agatha. Keduanya sibuk menonton film ditemani banyaknya camilan yang memenuhi ruang tengah. Rumah yang sepi itu terasa ramai karena kehebohan kedua perempuan itu.


"Gila, gila! Cowoknya jahat banget sih," ujar Chacha kesal pada pemeran laki-laki di film yang sedang mereka tonton.


"Tau tuh, gak bersyukur banget udah punya cewek cantik kayak Lily," sahut Agatha yang sama-sama terbawa emosi.


"Cewek sempurna kayak Lily malah disia-siain. Mana selingkuhnya sama sahabatnya si Lily lagi," ujar Chacha dengan emosi menggebu.


"Kurang ajar banget emang." Agatha memakan keripik kentang dengan kesal.


"Pengen gue bunuh si Gibran." Chacha mengambil gelas berisi es teh manis yang Agatha buatkan. Ternyata emosi membuatnya haus.


"Untung Elvano gak kayak gitu," ujar Agatha sembari tersenyum lebar. Ah, dia jadi merindukan pemuda itu. Selama ujian berlangsung mereka belum sempat bertemu karena Elvano sibuk belajar. Agatha hanya mampu memakluminya.


"Gue kapan punya cowok?" keluh Chacha sembari mencomot kacang yang ada di meja.


"Kak Farhan tuh jomblo."


"Ogah, ngeselin banget dia. Sering banget spam chat gak jelas. Ganggu aja. lama-lama gue blok juga nih." Chacha selalu merasa kesal jika membicarakan Farhan.


"Dulu gue juga gitu loh, suka spam chat ke Elvano. Eh sekarang orangnya udah luluh. Jangan-jangan habis ini, lo," ujar Agatha menggoda.


"Amit-amit."


Hening kemudian, keduanya kembali fokus menonton film.


"Assalamu'alaikum."


Ditengah-tengah kegiatan mereka menonton film, suara Keenan terdengar. Sepertinya laki-laki itu baru saja pulang dari kantor. Agatha menatap jam dinding, ternyata sudah pukul empat sore. Pantas abangnya itu sudah pulang. Keasikan menonton film membuat mereka lupa waktu.


"Wa'alaikumussalam," jawab Agatha dan Chacha secara bersamaan.


"Eh, ada kamu Cha, tumben." Keenan duduk di sofa, mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang terasa lelah. Sedangkan kedua gadis itu sedari tadi duduk lesehan di depan sofa.


"Yee, Chacha mah emang sering ke sini. Abang aja yang gak tau karena jarang di rumah," gerutu Agatha. Memang benar, abangnya itu seringkali pulang malam. Terkadang Agatha merasa sedih karena sering merasa kesepian, tetapi dia tau Keenan bekerja keras untuk dirinya juga.


"Iya, iya." Elvano mengacak rambut Agatha gemas. Gadis itu tidak marah, malah menyadarkan tubuhnya di kaki Keenan. Kebetulan Agatha duduk di depan abangnya itu.


"Pulang gak bawa makanan, Bang?" tanya Chacha dengan santai. Padahal makanan yang berada di atas meja masih tersisa.


"Dari kantor mana ada makanan." Keenan menggelengkan kepalanya heran.


"Beliin dong," pinta Agatha sembari mendongak ke atas untuk menatap Keenan.


"Iya, Bang. Kita laper tau belum makan," ujar Chacha dengan semangat.


"Masak sendiri sana. Kalian ini cewek kok gak bisa masak."


"Kalau bisa beli, kenapa harus masak sendiri?" jawab Chacha dengan cengiran lebar.


"Betul itu!" dukung Agatha.


Keenan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua gadis itu. Sangat kompak, pantas saja Agatha betah berteman dengan Chacha.


"Yaudah, pesen online aja. Nanti Abang yang bayar. Sekarang Abang mau mandi dulu, gerah."


"YES!"


...***...


Engga kok guys, belum mau end 🤣


By the way, yg baca Cold Boy ini masih pada sekolah atau kuliah atau kerja? Happy Holiday ya buat yang sekolah :)


Nih, aku double up buat nemenin liburan kalian.