
Setelah selesai dengan urusan Agatha, Elvano segera menyusul kedua sahabatnya menuju kantin. Seperti biasanya, Farhan dan Lucky sudah duduk di meja paling pojok. Elvano berjalan menghampiri keduanya.
"Woy, Van. Lama banget dari toilet?"
"Habis boker ya, lo?"
"Ada urusan." Elvano lebih memilih tidak mengatakan yang sebenarnya. Bisa dipastikan, kalau sampai keduanya tahu, pasti mereka akan terus-terusan menggodanya.
"Urusan apa?" Selain tukang gosip, Farhan juga tukang kepo.
"Gak penting."
Farhan mengalah, percuma memaksa Elvano bercerita. Malah dia sendiri yang lelah. Setelah itu tidak ada percakapan. Ketiganya sama-sama disibukkan oleh makanan.
"Eh, kalian tau gak ...."
"Gak!"
Belum selesai Farhan bicara, Lucky sudah terlebih dahulu memotongnya.
"Gue belum selesai ngomong, Bambang!" kesal Farhan. Padahal pemuda itu tengah semangat untuk menyebarkan gosip terhangat minggu ini.
"Bambang tetangga gue kenapa dibawa-bawa, kasian dia gak salah apa-apa," ujar Lucky dengan wajah tanpa dosa. Entah benar atau tidak tetangganya bernama Bambang.
Farhan yang kesal pun langsung memukul belakang kepala Lucky. Sedangkan Elvano seperti biasanya hanya menyimak perdebatan keduanya.
"Sakit, woy!" protes Lucky. Tangannya mengusap belakang kepalanya. Pukulan Farhan ternyata tidak main-main.
"Berisik kalian!" Elvano yang jengah pun memilih menghentikan perdebatan tidak penting mereka.
Farhan berdehem kemudian mulai menatap serius ke arah Elvano.
"Oke serius. Katanya, kemarin Sandi nganterin Agatha pulang." Jangan tanya Farhan mendapat informasi ini daripada karena telinga pemuda itu ada di mana-mana.
"Wah, parah. Hati-hati kena tikung, Van," kompor Lucky. Gosip kali ini terdengar sangat menarik.
Elvano mendengus, lagi-lagi Agatha. Apa mereka berdua tidak lelah membicarakan gadis itu. Lagi pula apa hubungannya semua itu dengan Elvano?
"Gak peduli!"
"Yaelah, sok-sokan gak peduli. Nanti kalau Agatha udah direbut sama Sandi, baru nyesel, loh." Lucky semakin memanas-manasi Elvano. Tetapi reaksi pemuda itu masih sama, sama sekali tidak terusik.
"Gak akan!" Elvano menatap datar Lucky dan Farhan. Kalau memang Sandi Sandi itu menyukai Agatha, justru bagus. Gadis itu pasti tidak akan mengganggunya lagi.
"Sandi ini kayaknya suka sama Agatha," ujar Farhan tidak menyerah.
"Iya, kelihatan banget dari caranya deketin Agatha," balas Lucky tak mau kalah.
"Lo gak takut kalah saing sama Sandi, Van? Gitu-gitu dia sama gantengnya kayak lo," tanya Farhan sekali lagi.
"Udah gue bilang, gak penting!" ketus Elvano. Dia benar-benar kesal.
"Agatha berpaling, baru tau rasa lo!" ledek Lucky. Pemuda itu yakin, suatu saat nanti Elvano akan menyesal dan menjilat ludahnya sendiri.
Elvano memutar bola matanya malas. Ya, dia memang tidak peduli. Baginya, Agatha sama sekali tidak penting dalam hidupnya.
...***...
Agatha berbaring di kasur sembari mengotak-atik ponselnya. Dia merasa sangat bosan. Ingin tidur, tapi dia belum mengantuk. Padahal sudah pukul 22.48.
Beberapa saat kemudian, muncul notifikasi chat dari seseorang yang akhir-akhir ini selalu muncul di hadapan Agatha.
Sandi, sejak kemarin pemuda itu sering mengiriminya pesan. Tadi di sekolah pun dia sempat menjenguk Agatha ketika berada di UKS. Entah darimana dia tau Agatha sedang sakit.
^^^Hai.^^^
Agatha memilih untuk membalasnya.
Lagi ngapain?
^^^Gak ada.^^^
Entah mengapa, Agatha menjawabnya dengan singkat. Dia merasa tidak bersemangat seperti ketika dia sedang berkirim pesan dengan Elvano.
Gue ganggu lo, nggak?
^^^Enggak, kenapa?^^^
Pengen ngobrol aja sama lo.
^^^Oh.^^^
Agatha tidak tahu harus membalasnya bagaimana. Padahal biasanya, dia selalu mengirim pesan-pesan tidak jelas pada Elvano.
Kalau boleh tau, hubungan lo sama Elvano, apa? Kelihatannya kalian deket.
Agatha mengerutkan keningnya heran. Kenapa kakak kelasnya itu tiba-tiba menanyakan hubungannya dengan Elvano? Sebenarnya, Agatha sangat ingin mengatakan bahwa dia adalah pacar Elvano. Tetapi dia sadar, itu tidak mungkin.
^^^Cuma temen.^^^
Bahkan, Agatha ragu Elvano mau menganggapnya sebagai teman.
Syukurlah.
Agatha mengernyit, merasa tidak suka dengan balasan Sandi. Apa maksudnya?
^^^Kok?^^^
Berarti gue masih ada kesempatan, dong.
Kesempatan apa maksudnya? Agatha pusing. Dia tidak mengerti dengan kode-kode semacam ini. Dia lebih suka to the poin.
^^^Hah? Maksud?^^^
Lupain. Udah malem nih.
Tidur gih.
Andai Elvano yang mengatakannya. Agatha pasti akan tidur dengan nyenyak.
^^^Iya.^^^
Sweet dream.
Agatha tidak lagi membalas. Gadis itu menonaktifkan ponselnya sebelum berbaring dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Agatha mulai memejamkan matanya, menjemput mimpi yang mungkin lebih indah dari kenyataannya.
...***...
Gass aja Sandi, Aga sama El CUMA TEMENNNN