COLD BOY - NEW VERSION

COLD BOY - NEW VERSION
BAB 25 - Perdebatan



Suasana di kelas XII IPS 2 sangat ramai. Jam pelajaran kali ini kosong karena guru yang seharusnya mengajar sedang sakit. Hal itu dimanfaatkan oleh sebagian murid untuk bersantai. Ada yang tertidur, ada yang bermain game, bahkan ada juga sebagian murid perempuan yang sedang bergosip.


Lucky dan Farhan lebih memilih bermain game di ponselnya, mengabaikan Elvano yang sejak pagi tadi hanya diam sembari menatap tajam apapun yang ada di depannya.


Tatapan Elvano kini tertuju pada Lucky yang duduk di sampingnya. Kebetulan Elisa sedang tidak berada di kelas, gadis itu lebih memilih berada di perpustakaan bersama Dania, salah satu teman sekelas mereka. Elvano terus menatap tajam pada Lucky, ingin sekali Elvano menonjok wajah sahabatnya itu.


"Lo kenapa bohongin gue?" tanya Elvano dingin. Dia merasa sangat kesal pada Lucky,  beberapa hari terakhir dia seperti orang gila karena berpikir tidak akan pernah bisa melihat Agatha lagi. Tapi ternyata Lucky sedang mempermainkan dirinya.


"Maksud lo apa?" tanya Lucky pura-pura tidak paham. Pemuda itu masih sibuk bermain game di ponselnya dengan santai.


"Kenapa lo bohongin gue soal Agatha?" tanya Elvano geram.


"Agatha? Yang mana sih?" Lucky menatap Elvano sekilas sebelum melanjutkan permainannya.


"Gak usah pura-pura gak tau lo!" ketus Elvano, dia benar-benar kesal melihat tingkah Lucky yang tidak merasa bersalah sedikitpun.


Lucky mengernyitkan keningnya pura-pura tidak mengerti, matanya menatap Elvano dengan wajah dibuat sepolos mungkin.


Farhan yang juga sedang bermain game memutuskan untuk menghentikan permainannya ketika mendengar keributan di belakangnya.


"Hey hey, ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?"


"Tau tuh, Elvano tiba-tiba marah gak jelas," jawab Lucky sembari mengangkat bahunya acuh.


"Kenapa, Van?" tanya Farhan, tidak biasanya mereka bertengkar seperti ini. Elvano terlihat sangat marah.


Elvano menggeram tertahan, tangannya mengepal di bawah meja. Mencoba menahan diri untuk tidak memukul wajah Lucky.


"Apa maksud lo?" tanya Elvano lagi.


"Apasih? Gue gak ngerti," jawab Lucky. Dalam hati, Lucky tertawa dengan keras. Elvano memang bodoh, dia sudah masuk dalam perangkap yang Lucky buat.


Farhan yang tidak mengerti hanya bisa menghela napas panjang.


"Ngomong yang jelas coba, Van!" ujar Farhan serius.


Elvano masih menatap Lucky dengan pandangan tajam.


"Lo kenapa bilang kalau Agatha pindah ke Bandung?" tanya Elvano dingin.


"Lah, kan emang dia pindah ke Bandung," jawab Lucky dengan wajah tanpa dosa.


"Brengsek! Lo bohongin gue. Gue tadi ketemu dia di koridor," ujar Elvano kesal.


"Oh masa sih?" Lucky masih bersikap seolah-olah dia tidak bersalah. "Gak jadi pindah mungkin."


"Emang apa pentingnya Agatha pindah atau enggak?" Pertanyaan Farhan berhasil membungkam Elvano. Pemuda itu terjebak, tidak tahu harus menjawabnya apa.


Skakmat


Elvano tidak tahu harus mengatakan apa. Pemuda itu ragu untuk mengatakan perasaannya pada kedua sahabatnya.


"Nah, kan lo gak bisa jawab," ujar Farhan sembari menggebrak meja.


"Gue tau lo suka sama Agatha," ujar Lucky sembari tersenyum tipis. Kali ini dia serius, tidak ada raut bercanda sama sekali.


Elvano diam, masih berperang melawan batinnya.


"Gak usah ngelak lagi kenapa sih? Jadi orang kok gengsian," kesal Farhan.


"Tau tuh, udah ketahuan juga," ujar Lucky.


"Gue gak suka sama Agatha," ujar Elvano. Dia hanya belum siap orang lain mengetahui perasaannya.


"Kenapa lo gak mau jujur sama perasaan lo sendiri?" tanya Farhan, dia mulai lelah berbicara pada Elvano.


"Karena gue emang gak suka," jawab Elvano dingin.


Lucky menghela napas lelah, dia menatap Elvano dengan pandangan serius. "Kita sahabatan udah berapa lama sih? Hal kayak gini aja lo gak mau cerita."


"Jujur ajalah, Van! Kita bakal dukung lo, kok," ujar Farhan.


Merasa terpojokkan, Elvano mengacak rambutnya frustrasi.


"Iya, gue suka Agatha. Puas kalian?!" ujar Elvano kesal.


Lucky tersenyum lebar, ini yang dia tunggu-tunggu. "Sip, dari tadi kenapa sih!"


Farhan terkekeh pelan, "Kita dukung lo!"


"Perjuangin tuh Agatha," ujar Lucky.


"Jangan lo sia-siain dia lagi," lanjut Farhan.


"Diambil orang beneran nangis dah lo!"


"Hm."


...***...


Makasih dulu buat Farhan & Lucky yang udah berhasil bikin El sadar 😤