COLD BOY - NEW VERSION

COLD BOY - NEW VERSION
BAB 49 - Mati



...Birthday Party Agatha...


Elisa : Gimana?


Chacha : Dia tadi pagi ke rumah gue. Terus gue usir, wkwk. Gak tega tauuu. Kasian banget mukanya.


Keenan : Dia malah tadi nanya, ini hari apa? Abang jawab, hari Sabtu


Farhan : HAHAHA.


Lucky : Anak SD pun tau kalau ini hari Sabtu, Bang.


Elisa : Haha. Van, dia ke rumah kamu gak?


Elvano : Iya, langsung pulang kata Angel.


Elisa : Oke, nanti jam tiga sore ke cafe rembulan ya.


Farhan : Siap, Bos.


Lucky : Oke, sayang.


Elvano : Y.


Farhan : Dih, sayang sayang @Lucky.


Lucky : Iri?


Farhan : Gue juga bisa kali. Iya kan, sayang @Chacha.


Chacha : Najis!


Lucky : Kasian di tolak @Farhan


Farhan : Diem lo!


Elisa : Berantem mulu, heran.


Lucky : Si curut yang mulai.


Farhan : Siapa yang lo sebut curut, hah!


Lucky : Dih, gak sadar diri.


Farhan : Lo kok ngeselin. Baku hantam, ayo!


Lucky : Kalau kalah jangan nanges.


Farhan : Cha, abang lo jahat.


Farhan : Ayo bantuin aku buat musnahin Lucky.


Chacha : Mulut lo! Gue tabok sini.


Lucky : HAHAHA


Farhan : Dah lah, pada jahat sama gue!


Elvano : Berisik, diem lo pada!


Read (5)


...***...


Di sebuah restoran seorang lelaki dan perempuan tengah duduk berhadapan. Ditemani kopi yang sama sekali belum tersentuh. Keduanya terlalu larut dalam obrolan yang lebih penting menurutnya.


"Apa rencana lo?" tanya sang perempuan.


Pemuda yang duduk di depannya itu tersenyum miring, di dalam otaknya sudah tersusun rencana yang sebentar lagi akan dia jalankan.


"Habisin cowok itu."


Sang gadis menatap pemuda itu dengan cemas, tidak ingin terlibat lebih jauh dengannya.


"Jangan macem-macem lo! Ini gak ada dalam rencana kita sebelumnya. Kita udah sepakat cuma misahin mereka berdua. Apa maksud lo bakalan habisin dia? Bunuh dia gitu? Udah gila lo!" Gadis itu menatap pemuda di depannya dengan tatapan tajam. Tidak menyangka ternyata orang itu lebih menyeramkan dari yang ia duga. Bahkan kini kedua tangannya sudah berkeringat, merasa takut dengan apa yang baru saja pemuda itu katakan. Oh, ayolah, ini soal nyawa. Tentu itu bukan suatu hal yang bisa dipermainkan.


Yang ditatap justru sama sekali tidak peduli. Dia justru semakin melebarkan senyumnya.


"Gue gak peduli. Cewek itu milik gue. Kalau gue gak bisa dapetin dia, cowok itu juga gak akan bisa."


"Oh, kalau gitu, gue juga bisa bunuh itu cewek," tantang si gadis dengan berani, lebih tepatnya berpura-pura berani, tentu saja dia tidak akan benar-benar membunuhnya. Gila saja. Andai ia bisa melakukannya, ia lebih memilih untuk membunuh seseorang yang sedang duduk di hadapannya saat ini. Sayangnya, ia tidak senekat itu.


"JANGAN COBA-COBA!" teriak pemuda itu sembari menggebrak meja, tersulut emosi. Perhatian beberapa pengunjung restoran teralih pada mereka ketika mendengar suara keributan.


"KALAU GITU, LO JUGA JANGAN MACEM-MACEM SAMA DIA!" Si gadis ikut berteriak, membuat orang-orang semakin penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Mungkin mereka berpikir bahwa keduanya adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Kedua tangan gadis itu bergetar di bawah meja. Merasa terkejut sekaligus takut ketika menyadari ia baru saja membentak pemuda itu tanpa berpikir panjang.


"Oke," jawab singkat pemuda itu.


"Gue cuma mau ngasih dia pelajaran," lanjutnya.


Pelajaran yang akan membawa dia ke neraka.


Pemuda itu tersenyum miring. Yang ada di dalam pikirannya adalah dia harus mati di tangannya.


...***...


Dor!! Kaget gak? Mari menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya :)