COLD BOY - NEW VERSION

COLD BOY - NEW VERSION
BAB 51 - Pencarian



Acara makan-makan sederhana untuk merayakan hari ulang tahun Agatha telah selesai. Malam semakin larut tetapi Elvano tak kunjung datang. Agatha berkali-kali menatap jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul sepuluh malam. Dimana sebenarnya pemuda itu?


"Elvano kemana?" tanya Agatha. Teman-teman sekelasnya sudah pulang. Hanya beberapa teman dekatnya yang masih berada di tempat. Mereka semua masih menunggu kedatangan Elvano.


"Gak tau," ujar Elisa. Berulang kali gadis itu mengubungi nomor ponsel Elvano, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Sedikit merasa cemas, takut terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. Sebelumnya Elvano tidak pernah seperti ini. Elisa tahu benar, pemuda itu selalu membawa ponselnya kemanapun ia pergi.


"Gak mungkin kalau macet sampai hampir 3 jam," ujar Farhan. Perkataan itu dibenarkan oleh anggukan mereka yang disana.


"Coba telpon lagi," perintah Lucky. Tak lupa, dia juga mencoba mengirim pesan pada Elvano. Tak bisa dipungkiri, ia juga merasa cemas.


"Udah, gak diangkat." Tadinya Agatha merasa sedih karena Elvano tidak datang. Tetapi setelah dipikir-pikir mungkin ada sesuatu yang terjadi sampai pemuda itu hilang kabar. Agatha takut sesuatu yang buruk sedang terjadi pada Elvano. Ia tidak ingin kejadian beberapa tahun lalu, kembali terulang. Ketika ia sedang menunggu orang tuanya pulang, tetapi justru kabar buruk yang ia terima.


"Udah jam segini lagi." Chacha menghela napas panjang, ikut merasa pusing.


"Gak mungkin lupa, kan?" tanya Keenan.


"Gak mungkin, Kak. Dia sendiri yang punya rencana bikin kejutan buat Agatha. Gak mungkin dia lupa," jawab Elisa dengan yakin.


"Perasaan gue gak enak," ujar Agatha cemas. Beberapa saat kemudian ponselnya berdering. Ada panggilan masuk dari Angel.


"Halo, Angel. Ada apa?" tanya Agatha langsung ketika sambungan telpon sudah terhubung.


"Kak, kata mama, Abang di suruh cepet pulang. Dia lagi sama Kakak kan? Abang di telpon tapi gak diangkat."


Agatha mengusap wajahnya kasar ketika mendengar penjelasan Angel.


"Tapi Abang kamu gak ada di sini. Kakak pikir dia ada di rumah," ujar Agatha panik. Jika pemuda itu tidak ada di rumah, lalu di mana?


"Abang tadi pergi sekitar jam 7 malam. Katanya pamit mau ke acara ulang tahun Kakak."


Pikiran buruk berkelebat di kepala Agatha. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan keras untuk menghentikan pikiran buruknya.


"Tapi dia gak ada di sini, Dek." Agatha ingin menangis rasanya karena terlalu khawatir.


"Kakak juga gak tau. Kamu jangan bilang mama dulu ya. Kakak mau cari Abang kamu dulu. Bilang mama, sebentar lagi Abang pulang. Kakak tutup teleponnya."


"Iya, deh, Kak."


Tut.


"Ada apa?" tanya Keenan ketika melihat Agatha yang hanya diam melamun.


"Itu siapa, Tha?" tanya Elisa.


"Kenapa? Ada sesuatu?" Chacha ikut bertanya karena Agatha terus diam.


"Elvano udah berangkat sejak jam 7 tadi, kata Angel." Agatha menghela napas panjang.


"Jangan-jangan Elvano diculik," celetuk Farhan ditengah ketegangan yang sedang terjadi.


"Ngaco, lo!" ketus Chacha. Siapa juga yang berniat menculik Elvano?


"Terus dia kemana?" tanya Lucky bingung.


"Kita cari Elvano sekarang," ujar Keenan kemudian berdiri diikuti oleh yang lainnya.


"Aku takut, perasaan aku gak enak, Bang." Agatha memegang lengan Keenan dengan erat.


"Kamu tenang, kita cari sama-sama." Keenan mengusap kepala Agatha untuk menenangkannya.


...***...


Hai, selamat lebaran. Telat dikit gapapa ya, kemarin gak sempet up soalnya sibuk :)