
Mendengar ucapan Erros benar-benar membuat Arresha semakin dilanda kebingungan yang sangat luar biasa. Di satu sisi dia merasa senang karena itu berarti Erros tidak akan menikah dengan Lissa, tapi di sisi lain dia merasa telah menjadi orang yang sangat jahat, bahkan mungkin paling jahat dalam hidup Lissa.
Tangan Arresha melingkar serta mengcengkeram erat punggung Erros, dia membenamkan wajahnya pada dada bidang pria yang sangat ia cintai itu. Bolehkah kali ini dia merasa senang, mungkin saja Erros memang di gariskan oleh takdir untuk dirinya.
Dia adalah tunanganku Nona Arresha, tiga bulan lagi kita akan menikah. Sekelebat suara Lissa kembali terngiang di telinganya, suara yang penuh luka dan juga keterputus asaan. Rasanya suara Lissa malah seperti merobek dadanya, mencari secuil saja hati nurani dalam hati Arresha.
Erros melepaskan dekapannya, kedua telapak tangannya yang kokoh kembali menangkup wajah cantik Arresha tak membiarkannya berpaling barang sedetikpun.
Sungguh demi apapun aku sangat mencintaimu Arresha, batin Erros, jemarinya beralih meraih dagu runcing milik Arresha dan membenamkan bibirnya pada belahan bibir lembut milik Arresha. Erros memagut bibir Arresha penuh dengan perasaan, agar Arresha sedikit saja mengerti bahwa dia tak akan bisa bertahan sejauh ini jika bukan karenanya.
Semua beban seperti di tumpukkan di atas pundaknya, membuat setiap langkah dan gerak-geriknya selalu di awasi. Dan bayangan senyuman Arresha-lah yang selalu mengobarkan api semangatnya ketika ia mulai merasa lelah dan ingin menyerah.
Pagutan bibir Erros semakin dalam, bibir mungil Arresha selalu saja membuatnya di mabuk kepayang. Ia menginginkah lebih dari sekedar ciuman, namun urung di lakukannya. Erros segera mengakhiri pagutan bibirnya setelah menyadari air mata Arresha yang masih saja mengalir membuat sensasi rasa asin dalam lumatannya.
Erros tak suka melihat Arresha terus saja menangis, hatinya ikut merasakan perih yang Arresha rasakan. Setelah semuanya berlalu aku berjanji akan membuatmu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini Arresha, batin Erros.
" Sstttt..... Jangan menangis lagi, aku berjanji semua akan baik-baik saja. Kau hanya harus tenang dan tak meninggalkanku barang selangkahpun. Dari awal aku sudah berjanji akan menikahimu, dan aku bukanlah pria yang tak bisa memegang ucapannya sendiri. Aku hanya akan menikah jika itu denganmu, Arresha."
" Kau tak perlu menjanjikan apapun lagi padaku Erros, biarkan takdir yang memutuskan bagaimana nanti akhirnya. Jika memang akulah yang di gariskan oleh Tuhan untukmu maka aku akan menjadi milikmu, begitu pula sebaliknya."
Jawaban Arresha membuat Erros memiliki sedikit harapan. Dia hanya mengangguk dan mengiyakan saja, Arresha tak perlu tahu apa yang akan dia lakukan dan Erros sendirilah yang akan memaksa takdir agar berpihak padanya dan membuat Arresha menjadi miliknya.
........................
Selalu seperti biasanya, saat beberapa member yang lain masih menyelimuti tubuhnya di atas kasur Jofan lebih memilih untuk segera bangun dan mencuri waktu istirahatnya guna bertemu penyemangatnya, Arresha. Tentu saja alasannya tak lain adalah mengantar ataupun menjemput Arresha bekerja, walaupun Arresha sering menolak hal itu secara halus tapi Jofan tetap saja bersikeras.
Itukan salah satu perjuangan cintanya! Apalagi setelah dia tahu masalah Arresha dan kekasihnya, rasanya ia semakin bersemangat untuk memperjuangkan cintanya. Maafkan dia yang malah sedikit berbahagia di atas penderitaan Arresha.
Jofan mungkin tak pandai mengungkapkan perasaannya dengan untaian kata-kata indah yang bagaikan kidung penuh cinta. Ia bukanlah tipe pria yang romantis, tapi semua yang mengenalnya pasti berkata dia adalah orang yang penuh perhatian dan kasih sayang, apalagi kepada orang-orang yang dia sayangi.
Senandung kecil mengiringi langkah kaki Jofan yang terasa sangat ringan, sebenarnya tubuhnya cukup merasa lelah setelah mengadakan konser di Hongkong selama dua hari berturut-turut kemudian di akhiri dengan fanmeeting yang menjadi penutupan acara konsernya. Namun rasa semangat dan rindu yang ingin segera di pertemukan benar-benar mengikis rasa lelahnya.
Jalanan yang cukup ramai di pagi hari tentu tak menyurutkan semangatnya untuk segera sampai di rumah Arresha. Jofan tersenyum melihat oleh-oleh yang dia bawa untuk Arresha, beanie syal berwarna krem yang akan terlihat sangat lucu dan imut jika di pakai oleh Arresha.
" Surpriseeee..... " ucap Jofan riang, senyumnya mengembang sempurna melihat wajah cantik Arresha yang tetap saja bahkan ayu tanpa riasan apapun.
Tentu saja Arresha tidak akan terkejut, dia sudah bisa menebaknya dengan sangat tepat saat mendengar deru mesin mobil yang di parkirkan di depan rumahnya, siapa lagi kalau bukan Jofan yang seperti hantu selalu datang dimanapun Arresha berada.
" Whooaa aku tidak terkejut!! " sahut Arresha tersenyum. " Kau pulang kapan? Kenapa tidak menelfon dulu kalau mau datang, aku kan bisa memasakkan sesuatu untukmu. " imbuhnya lagi, berjalan memasuki rumahnya bersama dengan Jofan.
" Namanya juga suprise.. Kau hari ini masuk pagi atau siang Arresha? " tanya Jofan yang langsung duduk di tempat favoritnya yaitu sofa di ruang televisi.
" Aku libur, memangnya kenapa? " tanya Arresha penasaran, ia berjalan menuju pantry hendak membuatkan segelas susu hangat untuk Jofan.
" Kau libur?" tanya Jofan memastikan dan hanya di balas anggukan kepala oleh Arresha.
" Berhubung kau hari ini libur, aku memutuskan untuk beristirahat disini saja dari pada di drom. "
Drom adalah tempat tinggal (asrama) yang di sediakan oleh agensi untuk seluruh member grup.
" Memangnya kau pikir rumahku ini tempat penginapan atau tempat penampungan?!" jawab Arresha geram.
" Ohh ayolah Arresha, aku tidur saja di sini ya." kata Jofan memelas tak lupa ekspresi penuh kesedihan pun ia tunjukkan agar Arresha mengizinkannya.
Melihat tingkah laku Jofan membuat Arresha menghela nafasnya panjang, padahal Jofan mempunyai drom, rumah, dan apartemen yang jauh lebih nyaman dari pada rumah kontrakan milik Arresha yang kecil ini.
" Ya sudah tapi kau tidur saja di situ, nanti aku ambilkan kasur lipat dan juga badcover untukmu." jawaban Arresha berhasil membuat Jofan langsung mengangguk antusias. Yang penting dia bisa disini bersama Arresha.
Arresha berjalan menuju sofa dengan membawa sebuah nampan berisi dua gelas susu dan juga kimbab yang baru ia buat.
" Oh ya Arresha, bagaimana kabarmu? Ada cerita apa saja selama aku pergi? " pertanyaan penuh perhatian dari Jofan membuatnya tersenyum. Jofan mengambil gigitan pertamanya pada kimbab buatan Arresha.
" Hmmm?! "
" Sepertinya nanti aku akan sangat iri pada kekasihmu karena dia punya pacar yang sangat perhatian seperti dirimu." kata Arresha lembut setengah memuji Jofan, dia benar kali ini.
Jofan adalah pria yang tulus dan penuh perhatian, seperti Erros-kekasihnya. Erros dan Jofan adalah dua pria yang paling dia sayangi, keduanya memiliki tempat di hatinya masing-masing. Jofan adalah sahabat paling baik yang pernah dia temukan selama hampir 24 tahun hidup di dunia.
Mengingat Erros membuat Arresha sedikit terdiam, hubungannya dengan Erros kini mulai membaik. Namun Arresha merasa tak bisa seperti dulu lagi, dia masih belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Arresha selalu saja merasa bersalah pada Lissa karena telah merebut Erros dan menghancurkan pernikahannya.
Arresha yang kini diam tak luput dari perhatian Jofan. " Dan jika aku punya kekasih nanti aku akan membuatnya merasa bahwa dia adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini." jawab Jofan tanpa mengalihkan perhatiannya dari Arresha yang kini juga membalas tatapannya.
Arresha yang di tatap dalam oleh Jofan memilih segera mengalihkan wajahnya, bukan karena dia merasa tidak nyaman hanya saja terasa sedikit aneh dengan tatapan mata Jofan.
" Hmmmm... Baiklah-baiklah. Aku doakan juga nanti kekasihmu itu semoga sangat sabar menghadapi tingkahmu yang sangat manja dan sangat absurd itu." kata Arresha menggoda, membuat Jofan tertawa.
Memangnya dia se-absurd apa? Dia kan hanya manusia biasa, kalau kadang-kadang dia menjadi absurd itu juga termasuk seni dalam hidup kan?
" Heii..berhenti mengataiku absurd Nona. Oh ya aku membawakan ini untukmu. Kemarin ketika di jalan aku melihat itu, aku pikir kau akan sangat menyukainya jadi aku membawakannya untukmu." kata Jofan memberikan oleh-oleh yang di bawanya tadi.
" Kau berbicara seperti itu, seperti memaksaku untuk menyukainya Tuan Artis! " kata Arreha tekekeh.
" Kalau kau bilang tidak suka jangan harap aku akan membawakanmu oleh-oleh lagi! " ancam Jofan yang malah membuat Arresha tertawa mendengarnya.
Arresha meraih beanie syal pemberian Jofan. " Baiklah karena kau yang memaksanya jadi aku menyukainya. Terima kasih untuk oleh-olehnya Tuan Artis."
" Kau belum menjawab pertanyaanku Arresha? " kata Jofan setelah menghabiskan kimbab dan juga susunya.
" Dia benar-benar membatalkan pernikahannya, aku jadi merasa sangat bersalah pada mantan tunangannya itu." ucap Arresha tertunduk, matanya yang kini menjadi sayu mulai memerah dan berkaca-kaca.
" Dia membatalkan pernikahannya?" tanya Jofan tak percaya, melihat Arresha yang berubah murung membuat Jofan merasa tak tega. Dia pasti merasa sangat bersalah, batin Jofan.
" Kau jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, serahkan saja semuanya pada takdir. Jika dia memang yang di gariskan takdir untuk dirimu pasti dia akan menjadi milikmu, semua ini adalah jalan takdir yang harus kau lalui Arresha." kata Jofan lembut. " Aku akan terus berdoa agar kau selalu bahagia. " imbuhnya lagi tersenyum.
Semoga kebahagiaanmu adalah aku Arresha, batin Jofan.
......................
Tubuh mungil Arresha sama sekali tak terlihat kepayahan ketika membawa sebuah kasur lipat dan juga bedcover serta bantal untuk alas tidur Jofan. Dengan cekatan ia langsung menggelar kasur lipat itu, menatanya dengan rapi agar setelah selesai membersihkan diri nanti Jofan langsung bisa beristirahat dan tidur.
Dan benar saja, tak lama setelah membaringkan tubunnya di atas tumpukan kasur lipat dan juga badcover yang terasa empuk itu Jofan langsung terlelap dalam buaian mimpi.
Dia pasti sangat kelelahan, batin Arresha mengalihkan perhatiannya sejenak pada Jofan yang sudah terlelap tak jauh darinya. Arresha merebahkan tubuhnya di atas sofa dan tentu saja tak ketinggalan dengan drakor (drama korea) favoritnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
°° From Narrafif °°
Hai kak, gimana kabarnya? Semoga semua selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan ya. Amiin.
Disini author mau minta maaf kalau ceritanya kurang menarik atau penulisannya kurang rapi dan sebagainya. Maafkan ya, karena ini adalah karya pertama dan masih butuh banyak banget belajar.
Semoga kalian suka ya sama cerita ini, jangan lupa vote, like and comment ya kak. Terima kasih.