
Izinkan aku membencimu kali ini saja.
Tolong izinkan sebentar saja !
Agar aku tahu, seberapa deras tangis di pipimu saat kita tak saling menyapa.
••••••••••••
" Tak tahu?! " tanya Lissa tersenyum kecut yang seakan tak percaya mendengarnya dari bibir Erros. Bagaimana bisa dia menjawab tak tahu?! Lantas untuk apa segala perhatian dan kasih sayangnya selama ini?!
Lissa membuang pandangannya ke segala arah, dia tak ingin melihat Erros sekarang, hatinya begitu sakit. Lissa menengadahkan kepalanya ke atas berusaha menghalau air matanya agar tak lagi menetes, tapi percuma, bukannya berhenti tapi air matanya malah semakin deras mengalir. Rasa sakit di hatinya semakin membuatnya merasa kesulitan untuk bernafas.
" Jika saja ini hanyalah sebuah pertunangan yang hanya mengatas dasarkan cinta pasti semua akan lebih mudah Erros, tidakkah kau berfikir ini adalah sebuah perjodohan yang bahkan kita menyetujuinya saat kita masih belum mengerti apa itu pernikahan dan apa itu cinta yang sebenarnya? Tidakkah kau memikirkan bagaimana perasaan ayahmu dan juga ayahku Erros? Hubungan di antara keluarga kita yang mungkin saja bisa hancur saat semua ini terungkap?! "
" Aku tidak akan berbicara mengenai bagaimana perasaanku kepadamu Erros, tentu kau tahu itu tanpa harus aku jelaskan panjang lebar. Sekarang aku hanya mau kau pikirkan kembali mengenai segala keputusanmu, aku harap kau akan dapat mengambil keputusan yang tepat karena ini bukan hanya menyangkut kita berdua, tapi juga keluarga kita dan juga amanat dari almarhum ibuku dan ibumu juga " sesekali Lisa menyeka air mata yang terus menetes dari manik indahnya.
" Aku tidak akan memaksamu untuk melanjutkan perjodohan ini, jika kau ingin membatalkan semuanya aku akan berusaha menerimanya dan aku hanya minta satu hal padamu. Tolong sampaikan dengan perlahan kepada ayahku, mungkin dia akan marah dan tolong jangan mengambil hati ucapannya. Kau tenang saja, aku pasti bisa menghadapi ayahku nanti " imbuh Lissa lagi.
Tanpa berbicara apapun lagi akhirnya Lissa memutuskan untuk pergi, dia sudah terlalu lelah karena terlalu banyak berbicara. Berbicara lagi pun rasanya juga percuma, hal apa lagi yang harus dia dengarkan? Siapa yang dapat menghalangi seseorang yang tengah di mabuk cinta? Jika akhirnya nanti Erros lebih memilih Arresha dia akan berusaha menerimanya walau kenyataannya begitu menyakitkan untuknya.
Lissa pergi berjalan meninggalkan rumah sakit milik keluarga Erros, hatinya terasa begitu sakit sekarang. Bagaimana bisa Erros menjadi seorang yang begitu kejam kepadanya?! Tidakkah Erros mengerti seperti apa pengorbanan yang Lissa lakukan untuknya selama ini. Tidakkah Erros bisa melihat bagaimana Lissa begitu mencintainya dengan setulus hatinya?!
Dengan langkah gontai Lissa memasuki mobilnya, dia menangis sejadi-jadinya berharap dapat menghilangkan sedikit saja lara di hatinya. Setelah semua yang dia berikan mengapa dengan mudahnya Erros mengatakan dia jatuh cinta pada wanita lain. Bodohnya dia yang terlalu percaya, semua perlakuan Erros yang begitu hangat, semua perhatian Erros yang begitu manis. Ternyata bukan hanya dia yang Erros perlakukan seperti itu.
Seluruh hidupnya bahkan rela Lissa berikan untuk Erros, selama hidupnya bahkan hanya ada Erros di hatinya, semenjak saat orang tuanya menentukan perjodohannya dengan anak laki-laki berwajah tampan yang selalu membuatnya tertawa dan selalu berada di sampingnya.
" Kau benar-benar kejam Erros!! " ucap Lissa yang kini mengemudikan mobil miliknya menyusuri jalanan yang ramai pengendara di siang hari seperti ini. Air matanya masih saja mengalir seolah tak ada habisnya.
Lissa ingin kembali ke penthouse miliknya, dia tidak ingin pulang ke rumah dalam keadaan kacau seperti ini. Jika sampai ayahnya mengetahui masalah ini pasti ayahnya akan marah besar pada Erros dan mungkin saja dia tidak akan tinggal diam dan yang ada nanti hubungan kekeluargaan yang sudah di bangun semenjak bertahun-tahun lamanya akan hancur hanya karena masalahnya. Dan Erros akan dalam masalah besar jika sampai ayahnya mengetahui masalah ini. Di tambah lagi kondisi Tuan Hilton yang belum sadar pasti semua ini hanya akan memperkeruh suasana.
Bodoh!!
Mengapa Lissa masih saja memikirkan Erros yang bahkan dengan kejamnya menduakan dirinya dan mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta pada wanita lain. Tak bisakah kali ini saja bersikap egois?! Bukankah Erros adalah tunangannya yang sebentar lagi sah menjadi suaminya.
Tapi itulah Lissa, yang tak pernah bisa untuk tidak memikirkan Erros. Dia yang selalu memastikan keadaan Erros baik-baik saja tanpa kurang satu apapun. Tapi kali ini Lissa lah yang tidak baik-baik saja, tak bisakah kali ini saja Erros mencoba untuk mengerti keadaannya?!
Apa yang harus Lissa lakukan sekarang?
Pernikahannya dengan Erros tak kurang dari 4 bulan lagi, dan sekarang Erros mengatakan kalau dia jatuh cinta pada wanita lain?! Masih mungkinkah pernikahan yang selalu Lissa dambakan itu bisa terwujud? Pernikahan yang selalu dia mimpikan dari dulu?
Inikah akhirnya? Haruskah seperti ini? Kisah cinta yang selalu Lissa banggakan di depan semua orang berakhir dengan cara seperti ini? Entah bagaimana Lissa sembunyikan rasa malunya jika benar semua berakhir seperti ini.
...........................
Erros terus menatap lift yang sudah tertutup dan membawa Lissa menuruni lantai D sedari tadi, Erros mendesah frustasi pikirannya benar-benar kacau. Mengapa Lissa malah bertemu dengan Arresha secepat ini, Erros bahkan belum memiliki rencana apapun mengenai hal ini.
Erros memang pantas untuk di salahkan atas semua yang telah dia lakukan kepada Lissa. Memberikan perhatian, membuat Lissa merasa dia adalah gadis paling beruntung di dunia karena memiliki seorang tunangan yang nampak begitu mencintainya, dan dengan tidak tahu dirinya bahkan Erros dengan tega mengambil sesuatu yang sangat berharga dari diri Lissa. Erros pun menerima jika Lissa akan menyuruh orang-orangnya untuk menghabisinya saat ini juga, dia memang pantas untuk itu.
Lissa yang pergi dengan berderai air mata terus mengganggu pikirannya, mengapa dia begitu tega pada wanita sebaik itu?! Bahkan saat Lissa begitu tersakiti seperti itu saja, bukannya marah dan meluapkan segala emosinya, Lissa masih saja memikirkan dirinya dan juga hubungan keluarganya.
Adakah wanita yang sebaik itu yang dia kenal selama hidupnya selain ibunya? Adakah wanita yang setabah dan sekuat itu menghadapi dirinya yang sungguh tidak tahu malu ini. Tapi ini adalah masalah hati, dan Erros terlanjur jatuh cinta pada Arresha. Bagaimana perasaanya pada Lissa yang sebenarnya pun Erros tidak bisa mengartikannya dengan jelas, yang dia tahu selama ini dia selalu menghormati Lissa dan dia nyaman ketika bersama Lissa.
Semua ucapan Lissa memang benar, semua ini adalah salahnya. Hubungan kekeluargaan yang sudah di bangun selama bertahun-tahun bisa saja hancur begitu saja setelah semua ini terungkap. Sudah pasti Tuan Louis tak akan tinggal diam saat tahu putri kesanyangannya dan putri satu-satunya di sakiti olehnya. Seharusnya jika Erros tak berniat untuk melanjutkan pertunangan ini dia jelaskan saja sedari awal setelah kembali dari Osaka, bukan malah bersikap seolah dia menerima dan bahagia dengan Lissa di sisinya. Hingga membuat Lissa begitu terbuai akan dirinya dan akhirnya malah menjadi semakin rumit seperti ini.
" Ahh sial!! " ucap Erros yang begitu frustasi.
....................................
°° Rumah Arresha °°
Matahari bergulir begitu cepat dan tak terasa malam mulai menggelapi bumi, lampu-lampu jalanan pun menyala dengan otomatis saat jam menunjukkan pukul 5 sore, hari yang di rencanakan oleh Arresha untuk rebahan cantik di kasurnya yang empuk akhirnya gagal total. Jofan masih saja tidur sangat pulas bahkan sampai malam tiba.
Arresha baru tahu jika mabuk Jofan separah itu, bahkan setelah muntah begitu banyaknya di kamar Arresha dengan tidak tau dirinya Jofan malah melanjutkan tidurnya lagi. Jika saja tak mengingat kalau Jofan adalah teman baiknya yang selalu ada kapanpun Arresha membutuhkan, pasti Arresha langsung mengusir dan menendangnya keluar saat muntah di kamar kesayangannya.
Arresha akhirnya mengubah haluannya dan memilih untuk menonton drama korea kesukaannya karena sudah tidak ada lagi pekerjaan yang bisa ia kerjakan. Arresha memilih salah satu drama korea favoritnya, tak terasa ini mungkin episode ke sepuluh yang dia tonton. Tapi rasanya tak pernah bosan, malah semakin berganti episode dia semakin penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
Pemerannya yang memiliki paras cantik dan tampan menjadi salah satu daya tarik mengapa banyak yang menggemari menonton drama korea (drakor), di tambah lagi dengan alur ceritanya yang menarik membuat para penonton menjadi semakin jatuh cinta dengan drama tersebut, tak terkecuali dengan Arresha. Tapi entah tubuhnya yang terlalu lelah atau karena ini memang ini sudah larut malam, akhirnya Arresha malah tertidur dan membiarkan televisinya terus menyala.
Jofan mengerjapkan matanya, kepalanya masih terasa pusing dan berdenyut. Berapa lama dia tertidur pun dia tak ingat, pusingnya saja masih terus terasa sampai sekarang. Tangan Jofan beralih pada dahinya kemudian memijitnya perlahan guna mengurangi rasa sakit di kepalanya. Jofan memang tidak terbiasa minum-minuman beralkohol, pantas saja sekali minum Jofan langsung mabuk parah seperti itu.
Tangan Jofan terhenti memijit saat sekelebat ingatan muncul di kepalanya, bukannya kemarin dia ada di bar dan minum wine bersama Kai sampai tengah malam, lalu kemudian Kai berpamitan untuk kembali terlebih dahulu karena kekasihnya menelfon. Jofan kembali menggali ingatannya, dia memejamkan matanya untuk mengingat-ingat kembali.
Setelah Kai kembali Jofan masih minum di bar bahkan Jofan pun tak ingat dia telah menghabiskan botol yang ke berapa. Setelah itu bartender mengatakan kalau bar-nya harus tutup karena malam yang hampir pagi. Akhirnya Jofan memutuskan keluar, dia mengemudikan mobilnya menuju rumah Arresha, hanya itu yang terus terlintas di kepalanya. Berulang kali dia mengetuk pintu rumah Arresha tapi tak kunjung mendapat jawaban membuatnya semakin frustasi, bukankah Jofan sudah mengetahui jika Arresha tak kembali ke rumah saat tadi dia datang membawa sekotak pizza. Tapi Jofan pun tak mengerti dia masih saja kecewa setelah dia tahu jawabannya.
Jofan terperanjat kaget saat kembali mengingat Arresha yang keluar dari mobil mewah milik kekasihnya, melihat Arresha yang melambaikan tangan dan tersenyum manis pada kekasihnya membuatnya begitu cemburu. Jofan berjalan mendekati Arresha dan memeluknya erat, sangat erat. Rasanya Jofan begitu merindukan Arresha hingga tak ingin melepaskan pelukannya begitu saja.
Apa yang sudah aku lakukan?! gumam Jofan. Otaknya masih berusaha mengingat kejadian apalagi yang dia lupakan setelah mabuk, tapi Jofan tak berhasil mengingatnya lagi.
" Apa aku sangat mabuk sampai tak bisa mengingat apapun?! " ucap Jofan mengusap wajahnya kasar. Apa saja yang dia lakukan saat mabuk? Mengapa dia malah tidak bisa mengingatnya lagi. Apa Jofan malah berbuat yang tidak-tidak pada Arresha?