
" Sebenarnya kau ini mencari siapa sih?! " tanya Chan yang mulai emosi karena sedari tadi Jofan hanya mengajaknya berputar-putar tak jelas seperti tanpa tujuan.
" Iya kau cari siapa sih?! Laki-laki atau perempuan?! " gerutu Byun yang juga mulai malas, ia menyenderkan punggungnya pada jok belakang kemudi.
" Perempuan! " jawab Jofan singkat. Matanya awas mengamati jalan trotoar yang ia lewati, mungkin saja Arresha ada di antara orang-orang yang tengah melangkah di trotoar itu.
" Oowwwww....pe...rem...pu..aannn." goda Byun melirik pada Chan yang juga terlihat menaik-turunkan alisnya, mereka nampak tersenyum jahil.
" Apakah itu calon pacarmu?" tanya Chan penasaran.
" Bukan!! " jawab Jofan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Chan dan Byun yang kini terus menatapnya.
" Lalu?! " sahut Byun.
" Calon ibu dari anak-anaku! " jawab Jofan dengan cepat membuat Chan dan Byun langsung menggelengkan kepalan dan bertepuk tangan kagum.
Chan dan Byun kemudian tertawa saat Jofan hanya mendecih dan tak meresponnya lagi.
"
" Aku heran sekarang wanita mudah sekali minum dimanapun semau mereka, dan tak peduli mabuk di pinggir jalan seperti itu." ucap Byun yang melihat seorang gadis duduk di depan mini market dengan banyak botol soju di mejanya. Terlihat si gadis menundukkan pandangannya ke bawah.
Mendengar ucapan Byun membuat Jofan langsung menginjak rem mobilnya seketika. " Dimana?!" tanya Jofan tak sabar, membuat Byun menunjuk ke arah dia melihat gadis itu.
Jofan menajamkan pandangannya, wajahnya tak terlalu jelas karena gadis itu kini menunduk ke bawah di tangannya terdapat sebotol soju.
" Arresha?!! " panggil Jofan yang begitu yakin, setelah dia berhasil mengenali Arresha.
Tanpa menunggu lagi Jofan langsung keluar dari mobilnya, membuat Chan dan Byun terkejut karena Jofan tak mengatakan apapun.
" Jofan kau mau kemana?! " panggil Chan setengah berteriak namun Jofan tak mengindahkannnya.
Jofan menyebrangi jalanan dan kembali berlari ke arah dimana Arresha berada. Dia benar-benar cemas melihat Arresha yang tidak biasanya minum sampai mabuk seperti itu.
" Kau parkir mobilnya, aku kejar Jofan! " perintah Byun dan langsung keluar dari mobil kemudian berlari mengikuti langkah kaki Jofan.
" Jofan!! Tunggu! " teriak Byun, namun Jofan tak mengindahkannya.
Jofan menghentikan langkahnya saat ia sampai di depan Arresha, dia merasa iba melihat Arresha yang seperti ini. Ini pertama kalinya bagi Jofan melihat Arresha yang nampak begitu terpuruk seperti ini.
Terdapat beberapa botol soju yang berserakan di meja Arresha, semuanya sudah kosong. Mungkin Arresha sudah meminum semua soju-nya.
Melihat sepasang sepatu berhenti di depannya terpaksa membuat Arresha mengangkat kepalanya. Matanya yang sayu karena pengaruh alkohol terpaksa harus ia buka lebih lebar untuk melihat siapa yang berada di depannya saat ini.
Arresha berusaha menarik sudut bibirnya agar bisa tersenyum dan menunjukkan bahwasanya dia baik-baik saja.
" Jofan.." sapa Arresha, suaranya begitu putus asa.
Jofan tak menjawab, dia langsung merebut botol soju yang berada di genggaman Arresha lalu membuangnya ke sembarang arah. Membuat Arresha terkejut karena dia berniat untuk menenggak kembali soju-nya.
" Kau ini apa-apaan?! Aku ingin mabuk! Jangan menggangguku!!! " bentak Arresha emosi. Ia langsung berdiri dan menatap Jofan dengan tajam.
" Tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan minum-minum seperti ini!! " seru Jofan yang juga emosi melihat Arresha seperti ini.
" Kemarin dia membuatku mabuk dan membuatku merasa bahwa aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini!! Dan sekarang aku ingin mabuk untuk melupakan sakit hatiku!! " teriak Arresha begitu emosi, tangisnya kembali pecah.
" Sebenarnya masalahmu?! Aku mohon jangan seperti ini! " tanya Jofan tangannya menangkup bahu Arresha. Namun Arresha tak menjawab, dia tak ingin menceritakan masalahnya pada siapapun. Arresha belum siap untuk bercerita.
Byun nampak terengah karena mengejar Jofan, dia menghentikan langkahnya saat sampai di belakang Jofan dan hanya diam memperhatikan. Dan tak lama Chan pun sampai di sana, Byun langsung mengisyaratkan Chan untuk diam dan memperhatikan.
Karena tak mendapatkan jawaban apapun dari Arresha, Jofan memutuskan untuk masuk ke dalam mini market dan membeli sepuluh botol soju sekaligus. Dia membawanya keluar dan meletakkannya dengan kasar di meja tempat Arresha duduk.
Byun dan Chan mengerutkan keningnya saat melihat Jofan keluar dari dalam mini market dengan membawa begitu banyak botol soju. Mereka memilih untuk mundur menjaga jaraknya dan memperhatikan apa yang terjadi pada Jofan dan gadis itu.
Jofan membuka dua botol soju, kemudian dia memberikan satu botol untuk Arresha. Sedangkan Arresha hanya diam dan tak membuka mulutnya sama sekali, dia terus menatap tajam pada Jofan yang kini tengah meneguk soju-nya hingga habis.
" Minumlah, aku akan menemanimu minum sampai kau benar-benar mabuk. Setidaknya jangan mabuk sendiri seperti itu!" perintah Jofan yang kini juga membalas tatapan mata Arresha tak kalah tajam.
Arresha membuang pandangannya ke segala arah, dengan kasar ia menyeka air matanya yang terus saja menetes. Perlahan tangan Arresha meraih botol soju yang di berikan oleh Jofan dan menengguknya langsung.
Jofan bangkit dari kursinya kemudian langsung menggendong Arresha secara paksa, membuat Arresha kembali berteriak. Byun dan Chan yang terkejut langsung mengikuti langkah kaki Jofan.
" Jofan! Turunkan aku!!! " teriak Arresha namun sama sekali tak membuat Jofan gentar. Arresha terus saja berteriak dan memukul punggung Jofan meminta untuk di lepaskan.
Setelah sampai di depan mobil Chan langsung berinisiatif membuka pintu belakang mobil. Jofan langsung memaksa Arresha masuk ke dalam mobil, di ikuti dengan Byun dan Chan yang mengambil alih kemudi.
Mereka kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu, banyak pasang mata yang terus memperhatikan mereka namun tak berani untuk bertanya ataupun melerainya.
" Kau ini apa-apaan?! Turunkan aku!! Aku masih ingin minum!! " sungut Arresha yang emosi karena Jofan bertingkah semaunya. Arresha terus meronta dan meminta untuk keluar saja dari dalam mobil itu.
Jofan tak menjawab apapun, dia langsung menghimpit tubuh Arresha dan menciumnya secara paksa, ia hanya ingin membuat Arresha diam. Jofan mencium Arressha dengan rakus, tapi lama-kelamaan Jofan malah merasa ketagihan dengan manis bibir Arresha dan terus memperdalam ciumannya, tak mengizinkan Arresha beralih barang sedetikpun.
Byun dan Chan yang melihat hal itu langsung membuang pandangannya dan berdehem pelan, mereka tak menyangka Jofan akan mencium Arresha saat mereka tak hanya berdua di dalam mobil itu
Apa dia sengaja meledekku karena terlalu lama jomblo! batin Chan.
Wah aku tak menyangka Jofan ternyata se-agresif ini! batin Byun.
Setelah Arresha diam dan merasa cukup puas barulah Jofan mengakhiri ciumannya dan melepaskan bibirnya dari bibir Arresha. Butuh beberapa detik agar Arresha sadar dan kembali ke dunianya.
Arresha langsung menampar Jofan dengan sangat keras, membuat Byun dan Chan kaget tak terkecuali dengan Jofan sendiri.
" Aawwwww....." pekik Byun dan Chan kompak, namun mereka tak mengeluarkan suara apapun.
Byun dan Chan mencoba melirik dari kaca spion ke arah belakang kemudi, melihat Jofan yang di tampar oleh Arresha bukannya merasa kasihan mereka malah sekuat tenaga menahan tawanya.
Arresha tak mengatakan apapun lagi setelah menampar Jofan, ia memilih diam dan membuang pandangannya keluar jendela mobil. Namun tak lama Arresha mulai merasa kepalanya menjadi sangat berat dan ia mulai memejamkan matanya.
" Kita kemana?! " tanya Chan setelah berhasil menguasai dirinya.
" Ke rumah yang tadi." jawab Jofan menunjuk ke rumah kontrakan milik Arresha yang tadi ia datangi, tentu saja Chan langsung tahu maksud Jofan.
" Dia tidur?! " tanya Byun melirik dari kaca spion membuat Chan juga ikut melirik Arresha.
Jofan hanya diam tak menjawab, dia bukan kesal karena Arresha menamparnya dan juga kesal bukan karena ia malu di tampar Arresha di depan kedua hyung-nya tapi lebih karena Arresha masih saja keras kepala dan sama sekali tak mau bercerita.
Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di rumah Arresha, setelah Chan memarkirkan mobilnya dengan sempurna barulah Jofan turun dari mobil dan menggendong Arresha. Jofan memberikan kunci rumah Arresha yang tadi dia temukan di dalam tas milik Arresha dan menyuruh Byun untuk membukanya.
Chan dan Byun masih saja mengekor langkah kaki Jofan sampai ke dalam kamar Arresha. Perlahan Jofan membaringkan tubuh Arresha dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" Jadi dia pacarmu Jofan?! " tanya Chan yang kini menyenderkan tubuhnya pada pintu kamar.
" Bukan hyung." jawab Jofan, matanya masih saja menatap Arresha yang kini tak sadarkan diri karena mabuk.
" Bukan kekasihmu kenapa kau menciumnya tadi? Bahkan ciumanmu sangat... Ehmmmm.....so hot!!!! " sungut Byun yang tak percaya begitu saja dengan jawaban Jofan.
" Terserah kalian kalau tidak percaya! " jawab Jofan enteng.
" Memangnya kau pikir aku anak kecil yang bisa di bodohi seperti itu?! " cibir Chan yang juga tak percaya pada Jofan.
" Aku hanya ingin membuatnya diam! " jawab Jofan berkilah.
" Aku baru tahu cara membuat orang diam dengan menciumnya sangat rakus seperti itu! " celetuk Byun melirik pada Jofan yang tak mengalihkan pandangannya dari Arresha.
" Lebih baik kalian pulanglah hyung, aku yang akan menjaganya disini! " ucap Jofan, mengalihkan matanya menatap Chan dan Byun.
" Kalau kita pulang kau juga pulang!! " jawab Chan cepat.
" Ayolah hyung, kalau aku pulang siapa yang akan menjaganya? "
" Ya sudah biarkan kita juga menginap disini! Siapa tahu kita pulang kamu malah berbuat yang iya-iya kepadanya?! " ucap Byun, tentu saja dia tidak akan meninggalkan Jofan hanya berdua dengan gadis itu. Tadi saja jantungnya hampir copot saat melihat siaran langsung Jofan mencium Arresha.
" Mana mungkin aku macam-macam padanya?! Tadi saja dia langsung menamparku." jawab Jofan.
Byun dan Chan hanya diam tak menjawab apapaun lagi, mereka kompak meghunus Jofan dengan tatapan tajam, membuat Jofan menghembuskan nafasnya kasar.
" Baiklah-baiklah, kita semua tidur di depan tv! " jawab Jofan pasrah. Lagian mana mungkin dia berbuat yang iya-iya pada Arresha, paling Jofan hanya akan mencuri sedikit dari bibir Arresha.