Because Of The CEO

Because Of The CEO
Gak boleh



Aileen sangat merasa bosan, di dalam kamar hotel hanya seorang diri dan tidak ada yang menemani. Ingin bermain handphone tapi tidak bisa karena lowbat, dia hanya bisa menonton televisi saja.


"Bosan banget, mana handphone lowbat gak bawa power bank. Kenapa kamu sih Leen." gumam Aileen.


"Ingin pulang tapi gak bisa, masih sedikit lemas. Bersih-bersih badan saja lah ... tapi gak bawa baju gimana dong? Yasudah baju ini lagi saja."


Huft!


Aileen membuang nafas nya kasar.


"Dasar cewe ribet amat," lanjut nya sambil ke arah kamar mandi.


...🍂 🍂 🍂...


Kini Arman seperti orang yang tidak berdaya, ia benar-benar pasrah di bawa oleh kedua preman. Tapi yang jelas dirinya tahu sedang di bawa ke hotel, lantaran samar-samar mendengar percakapan salah satu preman itu.


"Hallo,"


"Bos kita sudah membawa nya ke hotel," ucap preman.


"Bawa ke kamar seratus lima pul--" Ucap Cheryl terputus.


Tut .... Panggilan terputus di karenakan baterai handphone telah habis.


"Si** ... handphone nya mati," ucap preman kesatu.


"Terus gimana? Kita bawa ke kamar nomor berapa?" tanya preman ke dua.


"Seperti nya bos bilang 150."


"Yasudah sekarang Lo minta kunci cadangan, terserah alasannya apa."


Preman kesatu meminta kunci kepada pelayan hotel dengan alasan teman nya terkunci di dalam, karena ada seseorang yang sudah mengunci nya. Saat pelayan akan membantu, preman itu langsung mencegah agar dia saja yang menolong.


Tidak lama kemudian, akhirnya kembali dan membawa Arman untuk masuk ke dalam kamar. Setelah sampai di depan pintu, preman itu langsung membuka kunci dan ceklek, pintu terbuka.


"Ayo kita simpan di kasur, mungkin si bos lagi di kamar mandi!" Ucap preman dua.


"Iya, cepat sebelum si bos keluar," jawab preman satu.


Di dalam kamar mandi Aileen baru saja membersihkan badannya dan langsung menggunakan baju kembali. Saat Aileen keluar, ia membulatkan matanya, melihat sosok pria yang tiba-tiba saja sudah terbaring di atas kasur.


"Lo siapa!?" tanya Aileen sambil berteriak.


"Tolong!" Ucap orang itu, "Panas."


"Keluar gak sekarang!" Ucap Aileen sambil menarik pergelangan tangannya.


"Di bawah sini, sesak," ucap nya.


Pria itu tidak lain adalah Arman, ia langsung membuka mata nya dan yang pertama dia lihat sosok perempuan, yang tidak tahu datang nya dari mana, dia benar-benar cantik. Saat di lihat ke bawah darah Arman langsung berdesir.


"Aww ...." Arman langsung memegangi kepala nya, "Lepas jangan sentuh gue!"


Arman langsung menuju ke arah kamar mandi, karena gairah nya yang tidak bisa di tahan lagi.


"Hay ... keluar!" pekik Aileen.


Siapa dia? Kenapa bisa masuk ke sini? Batin Aileen bertanya-tanya


Arman yang sedang di kamar mandi benar-benar ingin mengeluarkan apa yang seharus nya dia keluarkan, tapi tidak cukup hanya menggunakan air dingin dan semacam nya.


Setengah fikiran Arman masih bisa berfikir dengan jernih tapi semua itu di dominasi oleh gairah nya.


"Gue enggak boleh merusak cewek!" Ucap Arman sambil berusaha.


"Enggak boleh ... enggak boleh!"


"Awwww!" teriak Arman.


Aileen yang mendengar suara teriakan di kamar mandi menjadi khawatir karena sudah satu jam setengah tidak keluar kamar mandi juga. Dengan spontan Aileen langsung menuju kamar mandi tapi sayang nya pintu terkunci.


Tok ... tok ... tok


"Lo gak apa-apa di dalam?" tanya Aileen sambil berteriak.


Sebentar ... kenapa gue peduli sama tuh orang, ah bodo amat! Mau dia kenapa-napa juga bukan urusan gue! batin Aileen.