Because Of The CEO

Because Of The CEO
Berjanji



"Gue izinkan dan memberi restu jika, Aileen menerima lo. Asal dengan satu syarat, jangan membuat dia sedih," ucap Ammar.


"Jadi bagaimana Aileen?" lanjutnya.


"Aileen-" ucap Aileen.


โบโšซโšซ


"Aileen belum tahu Bang, jujur Aileen ingin menikah dengan orang yang Aileen cinta dan hanya menikah sekali seumur hidup. Tapi mungkin takdir yang diberikan Allah, dengan cara seperti ini dan harus Aileen jalani. Insya Allah, Aileen akan ikuti kata hati demi dia yang berada di dalam sini. Aileen tidak mau egois dengan mementingkan diri sendiri." jawab Aileen yang membuat Arman tersenyum tipis. Sebenarnya ia sudah memikirkan ini, saat Arman menenangkan dirinya yang belum bisa menerima keadaan.


"Pikirannya sudah dewasa ya sekarang, kalau begitu Abang memberikan restu untuk kalian," ucap Ammar dengan yakin.


"Tapi ... Aileen melangkahkan Abang dong?" tanya Aileen.


"Gak apa-apa, tidak masalah. Nanti kamu yang carikan calon kakak ipar untuk Abang ya,"jawab Ammar.


"Siap laksanakan. Sekali lagi maafin Aileen ya, Bang."


"Sudah ya, kamu itu gak salah. Oh ... untuk yang tadi, gue minta maaf sudah memukul wajah lo!" ucap Ammar.


"Tidak apa-apa, saya pantas mendapatkannya, dan juga bisa mengerti bagaimana perasaan Abang terhadap adiknya," jawab Arman.


Aileen melihat sudut bibir Arman terdapat darah yang sudah mengering, ia meminta kepada Friska untuk membawakan air hangat beserta handuk kecil.


"Ini Leen," ucap Friska meletakkan air hangat dan handuk kecil di meja.


"Terima kasih," jawab Aileen.


Arman yang melihat Aileen berpindah tempat duduk menjadi di sebelahnya menaikan alis satu, lantaran merasa bingung.


Aileen memasukkan handuk ke dalam air hangat lalu membersihkan luka Arman.


"Maaf ya." kata Aileen sambil membersihkan luka Arman.


"Lo harus bersyukur memiliki Aileen yang baik nya tidak akan habis. Bukti nya setelah lo menyakiti dia, Aileen tetap berbuat baik mau membersihkan luka lo akibat gue," ucap Ammar yang melihat sang Adik.


Gue janji tidak akan pernah menyakiti lo, gue akan menjaga lo dan anak-anak kita batin Arman.


"Selesai!" seru Aileen.


"Terima kasih," ucap Arman sambil tersenyum.


...๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚...


"Leen aku pamit ya, udah sore juga." pamit Friska.


"Pulang sendiri? Aku telepon mang Bayu dulu ya," ucap Aileen.


"Jangan, aku bisa pulang sendiri beneran!" cegah Friska.


"Kalau gitu aku pamit dulu ya, harus jaga kesehatan, makan yang banyak kasihan dedek bayi nya ok. Bang Ammar, Tuan Arman, Pak Alex, saya pamit pulang dulu." pamit Friska lalu ketiga cowok itu hanya menganggukkan kepala saja.


"Lo gak pulang?" tanya Aileen kepada Arman.


"Gue di sini saja, jagain lo," jawab Arman.


"Gak usah, ada Bang Ammar," ucap Aileen.


"Iya lo pulang aja, ada gue di sini," tambah Ammar.


"Gak apa-apa gue juga ikut jagain, biar Alex saja yang pulang," ucap Arman.


"Yasudah bagaimana baik nya saja." final Ammar.


...๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚...


"Assalamuโ€™alaikum, Aileen!" ucap mereka semua.


"Waalaikumssalam, kok kalian bisa ke sini?" tanya Aileen.


"Asisten kamu yang kasih tau, dan tadi kita paparan juga di bawah," jawab Olivia.


"Leen kamu beneran, bukan nya kamu minum obat pil?" tanya Kiran.


"Terus siapa Ayah nya?" tanya Naila.


"Aku lupa deh kayaknya gak minum," jawab Aileen


"Emm, Ayah nya ..." lanjutnya