
Di sebuah kamar hotel, seorang wanita baru bangun dari tidur panjangnya. Sejak semalam ia benar-benar frustrasi, ia tidak bisa menemukan cara untuk menggagalkan pernikah Arman. Ia melangkahkan kakinya menuju sebuah bar dan pagi ini Cheryl terbangun dengan sosok seorang pria di sampingnya, yang tidak menggunakan baju sama sekali.
Cheryl langsung melihat tubuhnya dan.
"Enggak, ini enggak mungkin," ucap Cheryl menggelengkan kepalanya.
"Ini pasti mimpi, bangun Cher, bangun," lanjutnya.
"Hiks ... aahh! Kenapa gue jadi gini, hiks ...."
"Berisik!" ucap cowok itu.
...🍂 🍂 🍂...
Arman mengajak Aileen dan sahabat-sahabat nya untuk duduk di taman belakang. Mereka melanjutkan obrolannya yang sempat tertunda, apalagi Rasya yang belum mengetahui apapun.
"Mending ceritain sekarang saja Man," ucap Kenzo.
"Ok, mungkin ada yang belum tahu cerita awalnya bagaimana. Tolong saat gue cerita jangan dipotong, dengarkan sampai selesai karena gue gak mau ada kesalahpahaman," ucap Arman.
"Jadi begini ...."
Arman menceritakan awal kejadian itu, sampai selesai dan tidak ada yang dia lebihkan atau kurangi. Selain itu juga Alex memperlihatkan bukti-bukti yang sudah dia dapatkan.
Rasya yang sedari tadi mendengarkan ada rasa ingin marah, tapi dia juga tahu itu pengaruh obat dan tidak bisa menyalahkan Arman sepenuhnya. Meskipun bisa dia tahan tapi pengaruh obat lebih kuat dari pikiran jernihnya.
"Terus Cheryl gak masukin ke penjara, kalau nekat berbuat lebih bagaimana?" tanya Kenzo.
"Mau nya sih begitu," ucap Arman.
"Lalu?"
"Tuan Arman ingin mencari tahu, apa motivasi ulat bulu melakukan itu semua," jawab Alex.
"Apa seperti itu orang yang jatuh cinta? Sampai obsesi ingin memiiki nya," ucap Rasya.
"Mungkin saja, gue pernah baca seseorang yang jatuh cinta dia akan selalu percaya dengan pasangannya, ingin lebih baik lagi untuk pasangannya, dan pasti akan mengerti jika pasangan membutuhkan ruang untuk diri sendiri. Berbeda dengan obsesi seseorang yang sudah mendapatkan apa yang dia mau, pasti akan terpenuhi tapi satu sisi dia merasa belum puas apa yang sudah dia dapat," tutur Kenzo.
"Pakar cinta." celetuk Alex.
"Terus kalau orangnya menyakiti Aileen bagaimana?" tanya Olivia tiba-tiba.
"Gue akan terus menjaganya," jawab Arman.
Tidak terasa mereka mengobrol hingga sore hari dan mereka semua langsung berpamitan untuk pulang, karena tidak mau menggangu pasutri yang baru saja menikah.
Sambil menunggu Arman yang sedang membersihkan badannya, Aileen berselancar di media sosial hingga suara handphone Arman berbunyi pertanda ada telepon masuk.
Aileen melangkah untuk melihat siapa yang menelepon dan ternyata nomor yang tidak di kenal, Aileen mengangkat bahunya pertanda tidak tahu lalu kembali lagi ke arah ranjang.
Ceklek!
"Aileen!" panggil Arman.
Aileen yang melihat Arman mendekat ke arah nya, menelan saliva dengan susah payah.
Ini Arman mau apa? Kenapa gak pakai baju ucap Aileen di dalam hati.
"Boleh gue panggil dengan sebutan Tiara," ucap Arman.
"Biar beda dari yang lain," lanjutnya.
"Bo-boleh," ucap Aileen dengan gugup.
Jarak nya bisa agak jauhan gak sih, batin Aileen.
Arman yang melihat sang istri gugup di pikirannya melintas untuk menjahili. Arman mencondongkan mukanya ke depan agar jarah antara dirinya dan Aileen tambah dekat.
Ini mau apa lagi, batin Aileen.
Dengan refleks Aileen langsung mendorong dada bidang milik Arman.
"Gue mau bersih-bersih!" seru Aileen sambil melangkah ke arah kamar mandi.
Saat pintunya sudah tertutup Arman tertawa, dia sangat senang sudah menjahili sang istri.
"Hahahaha ... lucu banget sih mukanya tadi, gue gak dosa'kan jahilin istri?" Arman tertawa melihat tingkah Aileen.