
"Leen apa abang kamu sudah tahu tentang ini?" tanya Olivia dan di balas dengan gelengan kepala.
"Aku takut abang marah, gara-gara aku tidak bisa menjaga diri sendiri," jawab Aileen.
"Tapi itu tidak sepenuhnya salah kamu juga, yang tadi kita dengar dari cerita kamu, bahwa cowok itu yang tiba-tiba masuk," ucap Naila.
"Gini saja seandainya kamu sudah siap, cerita sama bang Ammar karena mau sampai kapan pun ditutupi, pasti lambat laut akan ketahuan," ucap Kiran.
"Hemm ... aku juga sudah mempunyai rencana untuk berbicara dengan bang Ammar, karena aku tidak mau bang Ammar mengetahui dari orang lain," timpal Aileen.
"Kita selalu mendukung yang terbaik untuk kamu," ucap Naila.
"Sekarang kita sudahi sedih-sedihannya ya dan jangan memikirkan yang sudah terjadi, semua itu tidak akan pernah kembali lagi. Biarkan itu menjadi pelajaran untuk kita dan memang pasti sedih rasanya tapi jangan berlarut-larut, sedih juga harus membutuhkan tenaga!" Ucap Olivia sambil menghapus air mata Aileen, "Jadi lebih baik kita makan!"
...🍂 🍂 🍂...
Olivia, Kiran dan Naila mengajak Aileen untuk makan di sebuah restoran, karena mereka semua ingin mengembalikan keceriaan Aileen.
Saat berada di restoran Aileen baru teringat, dengan sekretaris sekaligus asisten nya. Dia kan meminta izin untuk pergi ke rumah sakit begitulah batin Aileen.
Cukup lama Aileen menunggu, akhirnya telpon dijawab oleh asistennya.
"Assalamu’alaikum, kenapa Leen?" tanya Friska di balik telfon.
"Waalaikumsalam, kamu kenapa gak ngabarin aku?" tanya balik Aileen.
"Astagfirullah, maaf Leen aku lupa," jawab Friska.
"Yasudah gak apa-apa, terus gimana kabar Ayah?"
"Alhamdulillah, sekarang sudah sadarkan diri."
"Maaf aku belum bisa jenguk, nanti kamu gak usah masuk ke kantor dulu saja, gak apa-apa kok."
"Gak bisa seperti itu Leen, aku harus tetap masuk, gak bisa ninggalin ke wajiban. Lalu nanti siapa yang akan membacakan jadwal-jadwal untuk Bu Bos."
"Iya Leen, terima kasih!"
Olivia, Kiran dan Naila yang melihat sahabatnya bisa tertawa sangat senang meskipun untuk menutupi ke sedihannya.
"Kalian kenapa liatin aku kaya gitu?" tanya Aileen.
"Aku senang deh, kamu bisa tertawa lagi," jawab Olivia.
Aileen tersenyum. "Kalian juga pasti tau alasan di balik semua nya!"
"Biar tidak mengingat nya lagi," ucap Kiran dan Naila bersamaan.
"Hahaha, kompak sekali." Ucap Aileen sambil tertawa.
Tidak terasa matahari sudah terbenam dan mereka akan mengantarkan Aileen pulang, karena tadi mereka menggunakan mobil Olivia.
"Gak mau mampir dulu nih?" tanya Aileen.
"Enggak usah Leen, kamu juga harus istirahat biar gak kecapean lagi." jawab Olivia, "Kalau begitu kita langsung ya, Assalamu’alaikum,"
"Waalaikumsalam,"
...🍂 🍂 🍂...
Di kamar, seseorang tengah membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memejam kan matanya. Seharian ini dia mencari informasi tentang perempuan yang sudah ia rusaki.
Tapi siapa sangka, usahanya tidak menghianati hasil. Ia berhasil mengetahui perempuan itu, dan betapa kaget nya ternyata dia, adalah CEO Adinata Company.
Huft!
"Pantas saja wajah nya familiar, ternyata dia Aileen. Aaahh ... bo*** kenapa gue merusak orang baik seperti dia!" gumam Arman.
"Terus bagaimana ya keadaannya sekarang, mana besok gue ke luar Negeri satu bulan lagi. Aargh!"