
Sudah dua minggu dari kejadian yang menimpa Aileen, ia sama sekali belum memberi tahu kepada sang abang tentang kejadian beberapa minggu kebelakang ini.
Sementara Ammar sudah mengetahui bahwa saat itu sang adik tengah sakit dan di bawa oleh asisten nya ke sebuah hotel. Yang tidak di sangka nya lagi ternyata ada seseorang yang masuk ke dalam kamar Aileen. Dan dari kejadian itu, Ammar tidak mengetahui lebih lanjut ia berfikir pasti sudah terjadi yang bukan-bukan.
Malam ini Aileen dan Ammar tengah makan bersama di rumah nya, hanya denting sendok dan garpu yang terdengar. Selesai dengan makan malam Ammar dan Aileen menuju ruangan keluarga, karena seperti biasa nya mereka akan menonton televisi sambil mengobrol.
"Lenn." panggil Ammar.
"Hemm ...." dehem Aileen sambil melihat ke arah sang abang.
"Ada yang ingin kamu jelasin sama Bang Ammar?" tanya Ammar.
"Tidak ada," jawab Aileen sambil menggelengkan kepala nya.
"Benar kamu tidak mau menjelaskan apa pun itu?"
"Tidak ada yang mau Aileen jelaskan."
"Baiklah." pasrah Ammar.
Ammar tidak mau memaksa Aileen untuk menceritakan tentang kejadian beberapa minggu yang lalu, biarkan sang adik yang bercerita sendiri.
Saat Aileen mengambil minum di hadapan nya, ia baru paham ucapan dari sang abang.
Apa Bang Ammar tahu sesuatu ya? Jangan-jangan Abang mencari tahu tentang aku? Bagaimana ini, apa sudah waktu nya aku cerita, tapi aku takut. Batin Aileen
Aileen membuang nafasnya kasar. "Abang!"
"Hemm," jawab Ammar
"Aileen i--ingin berbicara sesuatu." Ucap Aileen.
"Apa?" tanya Ammar
Tenang Leen, bismillah Ucap Aileen di dalam hati
"Tapi sebelum itu Aileen mohon, abang dengarkan sampai selesai jangan di potong." ucap Aileen.
"Iya gak janji," ucap Ammar.
"Abang!" seru Aileen.
"Iya iya, abang ganteng abang diam!" pekik Ammar.
"Aileen siap jika Abang marah, ingin menampar, memukul atau apa pun itu Aileen siap menerima nya." Ucap Aileen.
"Sebelum ke pesta pernikahan kemarin, badan Aileen sudah tidak fit, tapi Aileen memaksakan untuk hadir dan pada akhirnya pingsan di toilet. Friska membawa Aileen ke sebuah hotel, karena jarak rumah sakit sangat jauh. Saat Aileen sadar, tidak lama kemudian Friska mendapatkan telpon, bahwa Ayah nya dilarikan ke Rumah Sakit. Karena Aileen tidak bisa ikut, di hotel hanya sendiri. Tapi saat Aileen selesai membersihkan badan tiba-tiba ada ..." ucap Aileen menggantung sambil menarik nafas
Ammar masih mendengarkan sang adik berbicara, karena ini lah yang dia ingin tahu kejadian sebenar nya.
"A--ada seorang cowok yang masuk ke dalam kamar, Aileen juga gak tau itu cowok datang dari mana lalu dia selalu bilang panas. Saat Aileen mau mendekat cowok itu langsung lari ke kamar mandi. Entah apa yang di lakukan nya, hingga dia keluar dan menarik Aileen ...."
"Hiks ... ma--maaf Aileen tidak bisa menjaga diri sendiri, maaf tidak bisa menjaga hiks ... ke--kesucian Aileen, maaf Aileen sudah merusak nama baik keluarga ini. Maaf Aileen baru memberi tahu Abang hiks ... Aileen tahu pasti abang sangat marah sama Aileen, tapi jujur hiks ... Aileen sudah berusaha sekuat tenaga, tapi hiks ... gak bisa Aileen hindari, tenaga dia lebih besar hiks ...." Ucap Aileen sambil menangis dan menundukkan kepala nya.
Seketika rahang Ammar langsung mengeras menahan amarah.
"Aileen kotor bang hiks ... A--" Aileen sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, Ammar yang sedari tadi menahan amarah langsung memeluk sang adik, karena ia tidak tega melihat Aileen yang menangis dan pasti nya sangat terpukul sekali.
"Abang tidak akan marah sama kamu, tapi Abang marah sama diri Abang sendiri tidak bisa menjaga kamu. Maaf Abang sudah gagal menjaga adik kesayangan Abang, Abang lengah." ucap Ammar sambil memeluk Aileen.
"Ini bukan salah Abang, seharus nya Aileen bisa menjaga diri sendiri hiks ... A--Abang maafin Aileen hiks ... Abang boleh memukul atau menampar Aileen." ucap Aileen sambil menangis.
"Enggak, Abang tidak mau melakukan itu sama kamu. Itu semua tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada membuat hati kamu, fisik kamu, menjadi lebih sakit."
"Sudah ya sekarang jangan nangis lagi, nasi sudah menjadi bubur. Kita tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang ok ...."
"Sekarang kamu tahu siapa cowok itu?"