Because Of The CEO

Because Of The CEO
Bertepuk Sebelah Tangan



Mereka turun kebawah, mengiringi Aileen bertemu sang suami. sedangkan Arman sempat diam terpaku, melihat wanita yang telah menjadi istrinya itu. Sungguh ia begitu terpesona.


Arman menjemput sang istri dengan sebuah senyuman yang tak pernah luntur. Ketika mereka berhadapan, Arman tidak segan-segan mencuri kecupan di kening sang istri, di depan para tamu undangan. Kemudian, keduanya melangsungkan sesi foto dengan buku nikah.


...🍂 🍂 🍂...


Setelah acara acara selesai para tamu berbondong-bondong menuemui kedua mempelai untuk mengucapkan selamat.


"Selamat Tuan, sering-sering bicara jangan di lem terus mulutnya, bicara kasihan Nona Aileen," ucap Alex.


"Lo itu ya-" belum Arman selesai berbicara Alex sudah melangkah.


"Selamat Nona Aileen," ucap Alex.


"Terima kasih, panggil nama saja jangan panggil Nona," ucap Aileen.


"Tidak enak, kalau saya panggil nama saja."


"Tidak apa-apa, saya lebih suka di panggil nama."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi," pamit Alex.


Setelah Alex kali ini giliran sahabat-sahabat Aileen.


"Selamat Tuan Arman, tolong jaga Aileen jangan sakiti dia," ucap Olivia.


"Kalau ada masalah selesaikan dengan cara baik-baik." lanjut Kiran.


Arman hanya mendengarkan saja wejangan dari sahabat-sahabat sang istri, sampai akhirnya sahabat nya datang.


"Selamat bro, gue gak nyangka sama lo melakukan kesalahan yang benar-benar ...," ucap Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.


"You know," ucap Arman.


"Inti nya gue minta penjelasan dari lo, hari ini!"


Saat akan melangkah, Kenzo melihat sekretaris nya berada di sini lalu memanggil nya. "Olivia!" panggil Kenzo.


Olivia yang merasa di panggil melihat ke arah Kenzo.


"Pak Kenzo," ucap Olivia dengan kaget nya.


"Jadi izin ke kantor mau ke sini?" tanya Kenzo.


Olivia hanya cengengesan. "Iya Pak, masa sahabat nya nikah saya gak datang."


"Arman, Kenzo!" panggil Rasya.


"Wah ... ini nih CEO yang paling sibuk!" Seru Kenzo.


"Ohya ... selamat atas pernikahan Lo, yang dadakan banget, kaya tahu bulat." lanjutnya


"Dikira gue, lo gak akan datang," ucap Arman.


"Pastilah gue datang."


Saat Rasya melihat pengantin wanita, seperti tidak asing dengan wajahnya dan setelah di amati. Rasya benar-benar terkejut ternyata pengantin wanita itu Aileen, yang saat itu melakukan kerja sama dengan perusahaannya.


Apa ini yang di namakan bertepuk sebelah tangan batin Rasya.


"Sya ... lo kenapa?" tanya Arman yang melihat sahabat nya melamun.


"Kayaknya terpana melihat kecantikan istri lo," ucap Kenzo.


"Jangan ngada-ngada deh lo!" ketus Arman.


Apa Rasya punya hubungan sama Aileen ucap Arman di dalam hati.


"Oy ... Rasya," ucap Kenzo menepuk bahu sahabat nya.


"Apa!" sewot Rasya.


"Lo kenapa?" tanya Kenzo.


"Enggak kenapa-napa, gue lihat pengantin wanita nya seperti kenal dan ternyata kita pernah bekerja sama," jawab Rasya.


"Bukan karena hal lain?" tanya Arman.


"Hal lain apa sih Man, jangan curigaan!" seru Rasya.


"Gue juga baru kemarin-kemarin meeting dengan nya," ucap Kenzo.


"Selamat Man!" ucap Lukas.


"Pak dokter, kemana saja pak, baru kelihatan?" tanya Rasya.


"Sorry macet," jawab Lukas.


Tiba-tiba Mama Alice menghampiri kedua pasangan pengantin baru, yang sedang bersama sahabat-sahabat nya.


"Kalian dari tadi berdiri terus memang gak lelah, Arman ajak Aileen duduk kasihan kandungannya," ucap mama Alice.


"Iya, Ma ...." ucap Arman.


Rasya yang mendengar seketika terkejut


Kandungan batin Rasya.