
Sementara Cheryl di rumahnya sedang uring-uringan, karena mendapatkan kabar bahwa Arman besok akan menikah. Dia berencana akan menggagalkan pernikahan itu agar tidak terlaksanakan.
"Jangan sampai Arman menikah dengan orang lain, gue harus gagalkan pernikahan itu!" gumam Cheryl.
"Bagaimana caranya gue menggagalkan, ayo dong Cher pikir. Kenapa disaat seperti ini tidak bisa berpikir."
Aaakkhhh!
"Kenapa otak ini beku sih!"
Teriak Cheryl dengan frustrasi. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, karena mendengar teriakan Cheryl yang sangat keras.
"Cheryl ada apa!?" tanya Mama Cheryl.
"Ma, Mama haru tahu besok Arman menikah, Ma! Cheryl harus bagaimana?" jawab Cheryl.
"Cheryl gak mau kehilangan Arman, Ma! Bantu Cheryl!" lanjutnya.
"Bagus dong, kalau Arman mau menikah," ucap Mama Cheryl.
"Issh ... Ma, gak bagus kalau bukan sama Cheryl! Tolong bantu Cheryl Ma, untuk menggagalkan acara pernikahannya!"
"Buat apa kamu mengejar-mengejar nya terus, kamu tau sendiri agama kita dengannya berbeda Cheryl! Jangan memaksakan kehendak!"
"Gak bisa Ma, bagaimanapun Cheryl akan dapatkan Arman seutuhnya," geram Cheryl sambil pergi meninggalkan sang Mama.
"Kamu mau kemana, jangan obsesi Cheryl!" teriak Mama Cheryl.
"Ya Tuhan, kenapa sifat bapaknya menurun kepada anaknya," gumam Mama Cheryl yang sangat frustasi menghadapi anaknya.
...π π π...
Tidak terasa matahari sudah menampakkan seluruh sinarnya dan tepat pukul 09:00, akan di adakan acara akad nikah. Aileen yang telah selesai di rias oleh MUA sekarang sedang bersama sahabat-sahabat nya dan sang asisten.
"Waahh ... Leen, demi apa cantik banget!" seru Olivia dengan heboh nya.
"Ini seperti bukan Aileen yang kita kenal," celetuk Naila.
"Terus mau siapa!" dengus Aileen dengan kesal nya.
"Lebay!" seru Aileen.
"Lihat, muka bu bos jadi merah," celetuk Friska.
"Sudah deh, kalian jangan godain aku terus!" geram Aileen.
Obrolan mereka terhenti kala prosesi ijab kabul terdengar.
"Saya nikahkan dan kawinkan adik kandung saya Aileen Tiarani Adinata binti almarhum Adrian Arizki Adinata dengan mas kawin logam mulia 50 gram dibayar tunai." kata Ammar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aileen Tiarani Adinata binti almarhum Adrian Arizki Adinata dengan maskawin tersebut dibayar tunai," timpal Arman dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" ucap pak penghulu.
"SAH!" jawab semuanya.
"Alhamdulillahi Robbil βAlamin ...." pak penghulu membaca doa dan di ikuti oleh semua orang yang menghadiri acara akad nikah ini.
Di kamar, Aileen menitikkan air matanya saat mendengar kata sah yang di ucapkan oleh semua orang yang menyaksikan.
Ayah, bunda, Aileen sudah menikah dan menjadi milik orang lain. Semoga pernikahan ini yang pertama dan terakhir ucap Aileen di dalam hati.
"Aileen congratulation," ucap sahabat-sahabat nya bersamaan dan memeluknya bergantian.
"Selamat bu bos, harus selalu bahagia ya," ucap Friska.
"Terima kasih, semoga kalian semua segera menyusul," ucap Aileen.
Saat pintu kamar Aileen terbuka mereka semua melihat ke arah pintu.
Ceklek!
"Sayang, selamat ya kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Addison," ucap Mama Alice sambil memeluk dan di balas dengan senyuman.
"Sekarang kita ke bawah ya, Arman sudah menunggu. Kalian temani Aileen." lanjutnya
"Siap, Tante," ucap mereka bersamaan.