Because Of The CEO

Because Of The CEO
Anehnya Arman



"Pilih yang mana?" tanya Arman.


"Iya sebentar gue buatin dulu!" jawab Aileen yang tidak sadar memanggil dengan sebutan itu lagi.


CUP


Aileen membulatkan matanya.


Arman tersenyum, "Ada yang lupa kayaknya!"


Aileen yang sedang menahan kesal, langsung meninggalkan Arman begitu saja.


...🍂 🍂 🍂...


Mentari pagi telah bersinar, menembus celah-celah jendela. Sosok wanita yang setelah subuh tadi tertidur kembali dan sepertinya enggan untuk bangun. Berbeda dengan Arman, setiap pagi dia sudah melakukan rutinitas nya untuk pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai memuntahkan isi perutnya, tiba-tiba Arman berniat membuatkan sarapan untuk sang istri. Dan kali ini dia benar-benar ingin menjalin hubungan dengan Aileen, seperti sepasang kekasih pada umumnya meskipun belum di dasari dengan cinta.


"Cinta akan tumbuh, karena selalu terbiasa bersama," gumam Arman.


"Mungkin dengan melakukan hal kecil akan berdampak besar, ok lets go!" lanjutnya.


Arman keluar dari kamar mandi dan di lihat Aileen yang masih tertidur dengan nyenyak. Arman segera kebawah menuju dapur.


"Lagi ngapain Man?" tanya Mama Alice yang melihat Arman berdiri di dapur.


Arman terjingkat kaget. "Astagfirullah Ma, ngagetin saja."


"Memang lagi ngapain kamu?" tanya Mama Alice lagi.


"Arman mau buat sarapan untuk Tiara, " jawab Arman.


"Gak minta tolong bibi saja?"


"No, Arman mau buat dengan tangan Arman sendiri, karena ini spesial."


"Iya deh, yang lagi masa pendekatan!" seru Mama Alice.


Sambil menunggu roti panggang yang belum selesai Arman membuatkan susu ibu hamil, tidak lupa juga menyiapkan buah-buahan. Setelah semua selesai, Arman membawa nya ke dalam kamar.


Ceklek!


Arman melangkahkan kakinya menuju ranjang, sebelum ia membangunkan, Arman menyimpan nampan di atas nakas.


"Ti ... Tiara!" panggil Arman sambil membenarkan anak rambut yang menutupi wajah nya.


Aileen yang di panggil oleh Arman, tidak menjawab melainkan membenarkan posisi tidurnya.


"Tiara ... bangun," ucap Arman.


"Five more minutes, " jawab Aileen.


CUP


CUP


CUP


"Kebiasaan nyosor mulu!" seru Aileen.


"Morning kiss," ucap Arman.


"Jam berapa?" tanya Aileen.


" Jam 07:15" jawab Arman lalu mengambil sarapan yang sudah dia buat.


"Ini silahkan dimakan." lanjutnya sambil memberikan.


Aileen kaget dengan sikap Arman yang tiba-tiba, tapi dia senang juga di perlakukan seperti ini. Aileen menerima nampan yang di berikan sang suami.


"Harus habis ya, aku yang buat loh."


"Kamu sehat?" tanya Aileen.


"Kenapa memang nya?" tanya balik Arman.


"Aneh saja, tapi terima kasih ya," ucap Aileen sambil berdiri, tapi di cegah oleh Arman.


"Mau kemana?" tanya Arman.


"Ke kamar mandi dulu," jawab Aileen.


"Gak usah, sini langsung makan saja."


"Hah ... tapi--" ucap Aileen langsung terpotong.


"Sudah sini!"


Aileen hanya menuruti permintaan Arman dan memakan sarapan yang sudah di buatkan.


"Btw, kamu ga minta yang aneh-aneh 'kan?" tanya Aileen.


"Memang aku keliatan yang minta sesuatu?" tanya balik Arman.


Aileen menggelengkan kepala. "Aneh saja tiba-tiba perhatian dan mau buatin sarapan, bukan nya masih mual?"


"Kalau aku yang mau sendiri akan baik-baik saja, berbeda jika makanan itu bukan yang aku mau."


Aileen hanya ber oh ria


"Kalau makan sendiri tuh gak enak, nih ...." ucap Aileen memberikan roti.


"Jadi bikinan aku gak enak?" tanya Arman


Issh gak peka sekali batin Aileen.