Because Of The CEO

Because Of The CEO
Kesalnya Aileen



Di perjalanan hanya ada keheningan, Aileen masing enggan untuk membuka mulutnya. Ia benar-benar masih bete dengan Arman, yang tidak peka. Sesampainya di rumah, Aileen langsung turun dari mobil dan meninggalkan suami nya yang masih di luar.


"Assalamu’alaikum," ucap Aileen sambil mencium punggung tangan Mama Alice.


"Waalaikumssalam," jawab Mama Alice.


"Arman nya mana? Kok sendirian?" tambah Mama Alice.


"Masih di luar Ma, kalau gitu Aileen pamit ke kamar dulu," pamit Aileen dan di balas anggukan oleh Mama Alice.


Ada apa sama Aileen? batin Mama Alice.


Mama Alice yang melihat anak nya baru masuk rumah langsung menanyakan tentang menantu nya.


"Arman, Aileen kenapa?" tanya Mama Alice.


"Memang kenapa sama Aileen?" tanya balik Arman.


"Loh kok nanya balik sih, tadi mukanya kaya nahan kesal gitu, kamu apain?"


...🍂 🍂 🍂...


Sementara di kamar, Aileen langsung membaringkan tubuhnya di kasur sambil mengomel-ngomel.


"Sudah tau ada aku di depannya, malah pegang-pegang tangan Arman, kegatelan banget sih si cicak. Dan ternyata orang itu yang sudah membawa aku masuk ke dalam kehidupan Arman," ucap Aileen.


"Arman juga gak peka, sudah tau aku gak suka ada yang nempel-nempel kaya cicak, malah nanya lagi!"


"Jadi bad mood gini, rasa nya malas melakukan apapun. Iss ... sebel banget, sudah ganteng, gak peka, nyebelin AAH!" teriak Aileen sambil melempar bantal dan tanpa sadar Arman yang tiba-tiba masuk terkena lemparan bantal dari sang istri.


Bugh!


"Aw ..." rintih Arman.


Aileen yang mendengar suara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Aduh Leen kenakan batin Aileen.


"Kenapa sih lempar-lempar bantal?" tanya Arman.


Arman memicingkan matanya. " Yang benar ada kecoa?"


"Iya tadi ada kecoa."


Arman melangkah ke arah Aileen dan duduk di sebelah nya.


"Mana kecoa nya?" tanya Arman.


"Sudah pergi," jawab Aileen.


"Lah, itu kecoa nya!" seru Arman.


"Aakkhh!" teriak Aileen sambil memeluk suami nya.


"Hahaha ... kamu takut banget ya sama kecoa?" tanya Arman sambil ketawa.


Aileen yang baru menyadari sedang dijahili, langsung melepaskan pelukannya dan memukul-mukul Arman.


"Ihh ... lo tuh ya, kenapa sih suka banget ngejahilin?" pekik Aileen.


CUP


"Nyebelin ... nyebelin! Kenapa sih aku punya suami kaya kamu? Yang gak peka, suka ngejahilin, kadang perhatian intinya nyebelin aku gak suka!" pekik Aileen yang keceplosan.


"Gue gak suka ada yang deket-deket sama lo, apalagi si cicak yang kegatelan itu, pegang-pegang tangan lagi. Memang gue belum suka sama lo, tapi gue gak mau ada yang nempel-nempel." lanjutnya


Arman yang mendengar unek-unek dari sang istri seketika terdiam mencerna setiap kata demi kata, apalagi Aileen yang tidak suka dengan si cicak.


Apa benar gue gak peka? Tapi kapan gue gak peka sama Tiara? batin Arman bertanya-tanya.


Aileen yang baru sadar keceplosan langsung terdiam.


Aduh ini mulut kenapa bisa keceplosan, tapi satu sisi enak juga jadi lega batin Aileen.


"Tiara!" panggil Arman.


"Maaf kalau aku tidak peka, maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang terbaik, maaf aku belum memberikan perhatian yang lebih, maaf sudah membuat hati kamu sakit. Aku janji akan menjadi suami yang terbaik, yang lebih peka lagi terhadap istri nya. Sorry my wife, I'll try to be the husband you want me to be." lanjut Arman.