
Tok ... tok ... tok.
"Assalamu’alaikum," ucap Dokter Lukas.
"Waalaikumssalam,"
"Man, apa kabar? Lo gak bilang ya ada di rumah sakit," ucap Dokter Lukas.
"Baik, tadinya gue lagi meeting ... tapi," jawab Arman menggantung.
"Gue tahu semuanya, Alex yang sudah kasih tahu. Berawal dari Cheryl yang kasih obat di minuman lo kan, lalu jadi seperti ini," timpal Lukas.
"Sebenarnya salah gue juga, seandainya gue bisa menahan, sudah gue tahan, ya ... meskipun bikin sakit. Tetapi bagaimana lagi hawa nafsu yang mendominasi semua itu."
"Awalnya gue kecewa sama lo, tapi semua sudah telanjur, waktu tidak bisa kita putar," ucap Lukas.
"Ohya, belum ada dokter yang periksakan? Biar gue saja yang periksa." lanjutnya
"Gak usah, nanti biar sekalian cek kandungan!" cegah Arman.
"Memang nya gue dokter apa, Tuan Arman!" seru Lukas.
"Lo cowok!" pekik Arman.
"Gak masalah dong, Nona Aileen saja gak masalah kan?"
Aileen yang di tanya bingung sendiri harus menjawab apa, karena bagi dirinya mau cewek atau cowok sama saja tidak ada bedanya.
"Eemm ... ***--" ucap Aileen terpotong.
"Pokoknya cewek!" seru Arman.
"Nona Aileen sebaiknya jauh-jauh dari cowok posesif!" ucap Lukas.
...🍂 🍂 🍂...
Alex benar-benar dibuat pusing dengan permintaan bos nya kali ini, sudah mencari ke mana pun belum menemukannya terkecuali di supermarket 24 jam.
Setelah menelusuri jalanan, Alex menemukan sebuah restoran yang memang dibuka selama 24 jam. Alex mencoba memasuki restoran itu dan ia langsung memesan udang goreng, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya pesananpun tiba. Alex langsung pergi dan akan menuju rumah sakit.
~ Di rumah sakit
Dengan hati yang senang, Arman langsung menerima udang goreng yang di berikan Alex tanpa berterima kasih. Dia langsung menuju meja makan, untuk memakan pesanan yang sudah di tunggu sedari tadi. Tanpa di sangka Arman tidak merasakan mual saat memakan apa yang dia mau.
"Orang yang mengidam benar-benar aneh," ucap Alex yang melihat Arman.
"Gak ada niatan berbagi gitu, padahal itu banyak!" lanjutnya.
"Tidak!" seru Arman.
"Beli lagi saja Lex, sekalian tolong beliin makanan buat gue," ucap Aileen tiba-tiba.
"Kenapa beli makan, sudah dikasih dari sini kan?" tanya Arman memastikan.
Gak mungkin aku bilang kurang makanannya batin Aileen.
"Porsi makan Aileen sekarang berubah menjadi lebih banyak, gak cukup yang dikasih dari sini doang," ucap Ammar tiba-tiba sambil mencomot udang goreng.
"Abang!" pekik Aileen.
Entah mengapa Aileen benar-benar malu saat abang nya membuka kartu.
"Karena yang makan itu tidak hanya Aileen saja, tapi dengan yang di dalam sana juga." tambah Ammar.
"Kalau begitu setelah kita cek kandungan, Alex langsung pesan makanan. Karena kita belum menanyakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di makan oleh ibu hamil, takutnya terjadi sesuatu," ucap Arman.
Tiba-tiba muka Aileen berubah menjadi sendu, karena tidak boleh membeli makanan di luar. Arman yang melihat perubahan muka Aileen jadi tidak tega, tapi ini juga demi kebaikannya.
"Nanti kita periksa dulu, Ok," ucap Arman.
Aileen yang sudah sebal, tidak menjawab ucapan Arman dan langsung memalingkan wajahnya, lantaran bola mata yang sudah berkaca-kaca.
"Seru nih, ada yang lagi marahan." celetuk Alex sambil mencomot udang goreng.
"Tanggung jawab lo Man, bisa-bisa Aileen marah sampai besok!" ucap Ammar menakuti.
Arman langsung menghampiri Aileen dan memegang tangannya. Tapi saat memegang tangan, Aileen langsung menepis
"Jangan pegang-pegang!" seru Aileen.