
"Fris, kamu urus semuanya! Aku ada perlu dulu," ucap Aileen meninggalkan tempat meeting itu.
"Ta--" belum selesai Friska berbicara, Aileen sudah menghilang.
Tanpa berpamitan, Arman pun langsung mengejar Aileen yang sudah keluar dari ruangan meeting. Arman tidak mau kehilangan Aileen dan tidak akan melepaskan nya.
"Semoga berhasil," gumam Alex.
...🍂 🍂 🍂...
Sedari tadi Aileen jalan dengan cepat, tujuan dia adalah keluar dari kantor dan mungkin tidak akan kembali lagi.
"Kenapa bisa, orang itu yang jadi client aku kali ini!" gumam Aileen.
Aileen yang sedari tadi bergumam sendiri sambil berjalan dengan cepat. Tanpa ia sadari ada sebuah tanda lantai licin, tiba-tiba kakinya terpeleset dan terjatuh begitu saja.
Bruk!
"Aww ... sakit!" rintih Aileen.
Lantaran sedang jam kerja, menjadikan tidak ada yang melihat sang atasan terjatuh. Tidak lama Arman yang menemukan Aileen, segera mendekat dan betapa kaget nya ia melihat ada darah yang mengalir di kaki Aileen.
"Darah," Ucap Arman.
Samar-samar Aileen yang mendengar darah, langsung melihat. Benar saja di kakinya ada darah segar yang mengalir. Arman langsung menggendong ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit.
~ Di perjalanan ~
"Hiks ... sakit," ucap Aileen sambil memegangi perut.
"Sabar ya, sebentar lagi kita sampai," ucap Arman yang panik.
"Sakit!"
Nak Ayah mohon yang kuat batin Arman.
Akhir nya mereka tiba di rumah sakit, yang jarak nya tidak terlalu jauh dari kantor. Arman langsung menggendong Aileen dan masuk ke dalam sambil berteriak.
Mendengar suara teriakan Suster pun langsung menghampiri dengan membawa brankar, Arman meletakkan Aileen dan mengikuti untuk menuju ruang UGD.
"Tuan tunggu di luar, biar kami dan dokter yang menanganinya," ucap Suster itu.
Jantung Arman benar-benar di buat lari maraton, dia baru pertama kali mendapatkan musibah seperti ini. Arman hanya bisa berdoa dan kalau terjadi apa-apa dengan calon anak nya dia sangat menyesal sekali. Cukup lama menunggu akhirnya Arman melihat Dokter keluar dari ruangan UGD.
"Bagaimana, Dok?" tanya Arman.
"Alhamdulillah janin nya tidak kenapa-napa, tapi bila tadi Tuan membawa nya telat sedikit saja, mungkin kita tidak bisa menolong nya. Dan tolong jangan sampai terulang kembali, karena ini awal kehamilan sangat rentan untuk keguguran," ucap Dokter.
"Untuk sekarang pasien di rawat, sampai kondisi janin nya kuat kembali." lanjut Dokter.
Arman yang mendengar penuturan dari dokter sangat lega sekali, meskipun Aileen harus di rawat.
"Terima kasih Dok, apa boleh saya melihat nya?" tanya Arman.
"Kita pindahkan dulu ke ruangan rawat inap," jawab Dokter dan di balas dengan anggukan kepala.
Saat pertama masuk di lihatnya Aileen yang terbaring di atas brankar dan belum sadarkan diri. Arman melangkah untuk mendekat lalu duduk di sebelah brankar dimana Aileen yang sedang terbaring.
"Hai ... akhirnya setelah satu bulan lebih, gue bisa bertemu dengan lo. Gue kaget banget saat tau lo sedang hamil, apalagi dengan kejadian tadi, gue benar-benar takut kehilangan calon anak kita," ucap Arman.
Tidak lama Aileen membuka matanya dengan perlahan dan melihat ruangan di sekitarnya.
"Ini dimana?" tanya Aileen.
Arman yang mendengar suara Aileen dan telah membuka matanya merasa senang.
"Alhamdulillah akhirnya sadar, sekarang lagi di rumah sakit," jawab Arman.
Itukan suara ucap Aileen di dalam hati.
Aileen melihat ke sebelah nya, ternyata bener cowok itu lagi. Seketika dia teringat saat terjatuh, ada darah yang mengalir dan dia di larikan ke rumah sakit. Aileen mencoba membuka selimut nya, tapi saat di lihat tidak terjadi apa-apa.
"Tadi darah apa?" tanya Aileen.