Because Of The CEO

Because Of The CEO
Gak Percaya



Arman benar-benar merasa lemas, sejak tadi pagi belum memakan apapun dan sekarang perutnya masih terasa diaduk-aduk. Dirasa sudah mulai enakan, Arman keluar dari kamar mandi sambil berjalan sempoyongan.


"Lo gak apa-apa?" tanya Aileen yang melihat Arman.


Meskipun sedang tidak baik-baik saja, tapi Arman sangat senang sekali ternyata di balik itu semua Aileen tetap perhatian.


"Jadi ceritanya sudah mulai perhatian nih," goda Arman menaik turunkan alisnya.


"Jangan geer deh!" seru Aileen.


"Yasudah kalau gak mau ngaku, ini makan dulu," ucap Arman.


"Biar gue saja sendiri," jawab Aileen.


"Gak akan bisa, tangannya lagi di infus, Aaa ...."


"Sini gue bisa!"


Arman menggelengkan kepalanya, pertanda tidak mengizinkan.


Huft


Mau tidak mau Aileen membuka mulutnya. Apa benar aku sedang hamil ucap Aileen di dalam hati


"Lo bohong kan, sebenarnya gue gak hamil?" tanya Aileen.


"Lo gak percaya ucapan gue?" tanya balik Arman.


"Percaya sama lo itu musyrik! Nih ya kalau gue hamil kenapa gak merasakan apapun?" tanya Aileen.


"Lo gak akan merasakan apa-apa, karena yang merasakan mengidam, mual atau apapun itu, yang di alami ibu hamil. Semuanya gue yang merasakan," jawab Arman.


"Ko--" ucap Aileen terpotong, karena ada yang mengetuk pintu lalu membuka nya.


"Assalamu’alaikum," ucap Alex dan Friska.


"Waalaikumsalam."


"Leen, kamu kenapa? Kata nya pendarahan? Memang pendarahan kenapa?" tanya Friska dengan beruntun.


"Satu-satu dong kalau nanya!" seru Aileen.


"Jadi gini, yang pertama aku gak kenapa-napa, yang kedua kamu kata siapa aku pendarahan?" lanjut nya.


"Tadi aku dengar dari pak Alex, tau gak aku panik banget dan langsung telfon abang kamu," ucap Friska.


"Abang!" kaget Aileen.


Alex yang melihat Arman memegang piring yang berisi makanan, merasa heran bukannya dia akan mual kalau mencium bau masakan.


"Loh Man, sudah gak mual lagi mencium bau makanan?" tanya Alex.


"Masih," jawab Arman.


"Tapi itu lo bisa dekat sama makanan,"


"Lo tau, definisi sedang menahan bagaimana!" seru Arman.


"Leen kamu belum menjawab pertanyaan aku, kenapa bisa pendarahan? Tapi bukannya ucapan pendarahan itu selalu di gunakan untuk orang yang sedang hamil ya?" tanya Friska.


"Apa kamu sedang hamil? Siapa yang udah hamilin kamu?" tambahnya.


Aileen diam seribu bahasa, dia bingung akan menjawabnya dari mana. Arman yang melihat Aileen terdiam sebisa mungkin dia yang akan menjawab.


"Maaf Aileen memang sedang hamil dan itu anak dari saya," jujur Arman.


Aileen kaget dengan kejujuran Arman, dia sebisa mungkin tidak menjawab tapi kenapa dia sendiri yang menjawab.


Friska yang mendengar jawaban dari Arman seketika membulatkan matanya.


"Jangan ngeprank deh gak lucu, Leen yang bener kamu?" tanya Friska.


Aileen menganggukan kepala nya "Maaf, aku gak cerita."


Friska yang sudah menemukan jawaban dari sang atasan langsung memeluknya.


"Maaf aku tidak bisa menjaga atasanku sendiri, maaf," ucap Friska.


"Enggak Fris ini bukan salah kamu, ini salah aku yang tidak menjaga diri baik-baik," ucap Aileen.


"Pelukannya sudah dulu, Aileen harus makan lagi," kata Arman tiba-tiba.


"Gue gak mau, sudah kenyang," ucap Aileen.


"Tadi saja sama sekretaris nya, aku kamu sekarang lo gue," ketus Arman.


"Terserah gue dong, mulut-mu--" ucap Aileen terpotong karena Arman sudah memasukan satu suap nasi.


"Issh ... nyebelin!"


"Habisin dulu makannya, baru ngomong," ucap Arman sambil tersenyum tipis.