Because Of The CEO

Because Of The CEO
Rujak



"Bener nih, besok lo sudah bisa ikut meeting?" tanya Alex.


Huft ....


"Jangan meragukan gue! Mau bisa ataupun tidak, yang jelas gue harus datang. Lagian itu meeting yang sangat penting dan lebih penting nya lagi CEO perusahaan itu yang ingin gue temui," jawab Arman.


"Penting sih penting, tapi jika ujung-ujungnya kerja sama itu gagal? Percuma, gara-gara lihat wajah lo, pasti ingat kejadian itu!" seru Alex.


"Gue gak peduli, mau gagal juga tidak masalah. Lagi pula gue atasan nya," jawab Arman.


"Hemm, ya, ya, terserah. By The Way ... lo tokcer juga, sekali bikin langsung jadi," ucap Alex.


"Entahlah, gue masih gak paham. Kenapa bisa cepat hamil begitu saja? Lo bisa lihat 'kan, banyak pasangan di luar sana yang sudah menikah, tapi susah mendapatkan momongan." heran Arman.


"Huft ... bagaimana sih, CEO Addison Company ini tidak mengerti hal seperti itu!" seru Alex.


"Si**** memang nya gue itu lo apa, yang mengetahui segala hal tentang itu!" pekik Arman.


"Nih ya ... gue kasih tahu, menurut artikel yang gue baca. Kalau seorang cowok dan cewek melakukan hubungan suami istri dan itu langsung tokcer, berarti saat itu dia sedang di masa suburnya. Dan selain itu lo melakukan tidak satu ronde, pasti beronde-ronde, benar atau tidak?" tanya Alex sambil menaik turunkan alisnya.


Benar juga ya, apa yang dikatakan si Kulex, saat itu gue di pengaruh obat dan mungkin bersamaan dengan itu, dia lagi masa suburnya. Batin Arman.


"Dari pada bahas itu, mending lo cariin rujak, panas-panas begini enaknya makan rujak!" ucap Arman sambil membenarkan duduknya.


"Hah! Lo belum makan Man, sudah mau rujak!" seru Alex.


"Gue gak mau makan, gue ingin yang segar-segar. Udah deh mending cariin rujak mangga, yang asem jangan manis!"


"Gak, gue gak mau beli!" seru Alex.


"Ok ... gue potong gaji lo, 75%."


"Main potong-potong saja! Gue bilangin om, tante."


"Bilang saja sana, gue gak takut!" tantang Arman.


"Mentang-mentang sudah ketahuan, sekarang tidak takut! Kemarin saja merengek-rengek seperti bayi," ketus Alex.


"Ck ... siapa yang hamil, siapa yang ngidam," geram Alex sambil meninggalkan Arman yang sedang di kamar.


...🍂 🍂 🍂...


Siang ini Aileen yang tidak mau makan di restoran, meminta sang asisten untuk memesan makanan yang cukup banyak dan itu hanya di makan untuk dirinya saja. Friska yang di minta tolong merasa bingung dengan sang atasan, tidak biasanya memesan makanan yang jumlahnya tidak sedikit.


"Aileen gak salah mesan makanan, banyak gini! Apa mau bagi-bagi makanan." gumam Friska sambil membawa beberapa keresek yang berisi makanan.


Setelah sampai di depan ruangan sang atasan, Friska langsung mengetuk pintu nya.


Tok ... tok ... tok.


"Masuk!" Ucap Aileen


"Ini bu makanan nya, sesuai dengan pesanan," ucap Friska sambil meletakkan keresek yang dia bawa. Saat dia akan keluar langsung di cegah oleh Aileen.


"Mau kemana? Sini dulu," ucap Aileen.


"Ada yang bisa saya bantu lagi, Bu?" tanya balik Friska.


"Kita makan bersama, aku gak mungkin habisin ini semua sendiri," jawab Aileen.


Lah kalau gak bisa habisin kenapa pesan banyak batin Friska.


Aileen mengambil piring dan sendok untuk mereka makan bersama.


"Ini Fris, ayo kita makan," ajak Aileen.


"Memang tidak apa-apa, Leen?" tanya Friska.


"Enggak kenapa-napa, memang ada yang melarang kamu, kan aku yang ngajak," jawab Aileen


"Hehe ... sebelum nya terima kasih,"


"Habisin dulu, baru bilang terima kasih."