Because Of The CEO

Because Of The CEO
Belum Siap



"Maaf kalau aku tidak peka, maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang terbaik, maaf aku belum memberikan perhatian yang lebih, maaf sudah membuat hati kamu sakit. Aku janji akan menjadi suami yang terbaik, yang lebih peka lagi terhadap istri nya. Sorry my wife, I'll try to be the husband you want me to be." lanjut Arman.


⏺⚫⚫


Tidak tahu kenapa saat Arman meminta maaf Aileen menitikkan air matanya, dia langsung memeluk sang suami kembali.


"Maaf seharusnya aku gak seperti tadi, maaf sifat aku masih kekanak-kanakan." kata Aileen.


"It's okay, kamu gak salah. Kita memang masih sama-sama mengenal satu sama lain. Aku belum tahu tentang kamu sepenuhnya dan sebaliknya kamu juga belum mengenal aku sepenuhnya. Jadi mulai sekarang kita sama-sama belajar untuk memahami, saling mengerti satu sama lain ok," ucap Arman sambil mengelus rambut Aileen.


"Kalau aku ada salah tolong ingatkan jangan di biarkan, aku gak mau seperti tadi sepanjang jalan kamu diam terus." tambahnya.


Aileen yang masih memeluk Arman, hanya menganggukkan kepala sebagai tanda jawaban. Lalu tangan Arman mengelus perut istrinya sambil mangajak berbicara.


"Hallo anak Ayah, sehat-sehat ya di dalam sana. Jangan bikin mood Bunda naik turun ya, I love you." ucap Arman sambil mengelus perut istrinya.


Lima menit kemudian, Arman yang sedari tadi mengelus perut istrinya merasa tidak ada pergerakan dari Aileen. Ia menundukkan kepala untuk melihat dan ternyata sang istri.


"Ya ampun tidur ternyata, memang enak ya di elus-elus perutnya sampai tidur," kata Arman sambil membenarkan posisi Aileen.


CUP


Arman mencium kening Aileen.


"Mimpi indah, sekali lagi maaf hari ini membuat mood kamu ancur."


Setelah memandang wajah istrinya, Arman ikut membaringkan badannya di sebelah Aileen.


...🍂 🍂 🍂...


"Apes banget sih makan enggak, bayar iya!" seru Cheryl sambil berjalan pulang.


Tiba-tiba langkah Cheryl terhenti kala ia teringat sudah tidak pulang ke rumahnya, melainkan ke rumah cowok yang dia belum tahu siapa nama nya.


"Gue gak mau pulang ke rumah orang itu, apa gue pulang ke rumah saja," gumam Cheryl.


"Iya lebih baik gue pulang ke rumah, ngapain juga ngikutin kata orang nyebelin itu."


...🍂 🍂 🍂...


Tepat pukul 17:30, Aileen baru saja membuka mata nya.


Saat akan beranjak dari ranjang, Aileen merasakan seperti ada yang menindih perutnya. Lalu ia menundukkan kepala dan benar tangan sang suami yang melingkar di perutnya.


Aileen memindahkan tangan Arman dengan perlahan agar tidak terbangun.


Huft.


"Waktu nya mandi," ucap Aileen sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Aileen merendamkan badannya di bath up setelah di tetesi minyak aromaterapi. Usai dengan mandi Aileen menuju ruang walk in closet, karena ia lupa untuk membawa bajunya.


Saat sedang mengambil baju tiba-tiba Aileen terjingkat kaget, karena terdapat tangan kekar yang memeluk nya dari arah belakang dan menenggelamkan wajahnya di curuk leher Aileen.


"Wangi banget," ucap Arman dengan suara khas bangun tidur.


Arman menggesekkan hidungnya di curuk leher sang istri, membuat Aileen kegelian.


"Berhenti Man, geli." ucap Aileen sambil menahan geli.


"Akh ... Jangan di gigit!" pekik Aileen.


"Boleh ya," ucap Arman.


"Boleh apa?" tanya Aileen yang bingung.


"Melakukan itu," jawab Arman.


"Itu apa?"


"Melakukan hubungan suami istri."


"Jangan sekarang ya, baru juga keluar dari rumah sakit," ucap Aileen sambil melihat wajah sang suami.


Huft.


"Aku lupa, yasudah deh aku mandi dulu," ucap Arman dengan lesu.


Maaf aku belum siap melakukan itu ucap Aileen di dalam hati