
Di sebuah gudang seseorang sedang sangat marah besar, siapa lagi kalau bukan Cheryl. Dia memarahi anak buah nya yang bekerja tidak benar.
"Kalian bawa dia ke mana!? Kenapa tidak ada di kamar!" ucap Cheryl dengan teriak
"Ki--kita sudah bawa ke kamar, bos!" jawab anak buah ke dua dengan ketakutan
"Kamar nomor berapa, kenapa bisa gak ada HAH!"
"Bos menyebutkan kamar nomor 150 dan di dalam juga seperti nya ada orang yang sedang mandi," ucap anak buah ke satu dengan lantang nya.
Cheryl yang mendengar anak buah nya berbicara seperti itu, rahang nya mengeras dan tangan nya mengepal.
"Ah ... bo*** gue tidak di kamar itu." teriak Cheryl.
"Semua nya gagal gara-gara kalian. Tidak benar dalam bekerja, pasti Arman sudah ..."
"Aaarrgghh." teriak Cheryl frustasi
...๐ ๐ ๐...
Cukup lama Arman mencari Aileen tapi tidak ketemu sama sekali, hingga suara handphone Arman berbunyi.
"Assalamuโalaikum,"
"Pulang sekarang!" Ucap Papa Arya.
Tut ... panggilan terputus
"Pulang Lex!" Ucap Arman.
...๐ ๐ ๐...
Saat pagi hari di kediaman Addison anak buah Papa Arya datang untuk memberikan laporan. Bahwa saat mengikuti Arman yang sedang di bawa oleh kedua preman itu, mereka kehilangan jejak dan besar kemungkinan kedua preman itu mengetahui sedang di ikuti dari arah belakang.
Papa Arya yang mendengarkan laporan dari anak buah nya langsung marah karena telah kehilangan jejak keberadaan Arman.
"Kemana sih anak itu!" geram Papa Arya.
"Assalamuโalaikum," ucap Arman dan Alex.
"Duduk!" seru Papa Arya.
"Semalam kamu di bawa kemana sama ke dua preman?" tanya Papa Arya
Deg
Bagaimana ini gue harus jawab apa batin Arman
"Jawab Man!" teriak papah Arya
"Arman di bawa ke hotel, Pah" jawab Arman
Arman mau jujur nih, berani juga ini orang. Batin Alex bertanya-tanya
"Lalu?" tanya Papa Arya lagi
"Arman di bawa ke kamar, tapi tidak ada siapa-siapa di dalam nya." Ucap Arman
"Benar ... gak bohong Pah, di dalam kamar tidak ada siapapun dan ya, memang tubuh Arman terasa panas, tapi Arman bisa atasi." elak Arman.
Maaf Pah, Arman gak bermaksud. Batin Arman
"Benar tidak ada wanita atau kamu merusak wanita?"
"Enggak, Pah, Arman gak berani melakukan hal seperti itu."
"Kalau Papa sampai tau kamu merusak perempuan gara-gara kejadian semalam, Papa dan Mama sangat kecewa!" Ucap papah sambil meninggalkan Arman di ruangan keluarga.
Huft
"Gimana nih Lex, bantu gue mikir!" Seru Arman.
"Dikira gue, lo mau jujur." Ucap Alex.
"Gila aja gue jujur, yang ada hari ini babak belur!"
"Terus lo mau sampai kapan bohong?"
"Gue juga gak tau!" jawab Arman sambil minum.
"Lo kemarin mengeluarkan dimana? Kalau di dalam, besar kemungkinan dia bisa hamil"
Uhuk ...
Seketika Arman terbatuk mendengar pertanyaan dari sang asisten dan otak nya berputar dengan kejadian semalam untuk mengingat kembali. Arman teringat dia ....
"Lex bantu gue cari wanita itu, gue harus bertanggung jawab!" Ucap Arman.
...๐ ๐ ๐...
Aileen baru saja tiba di rumah nya, saat akan menaiki tangga ada suara yang sangat familiar sekali.
"Dari mana Leen? Kenapa baru pulang?" tanya seseorang itu.
Aileen membalikkan tubuh nya dan benar saja ada sang Abang di rumah.
"Abang, kapan datang? Kok gak ngabarin Aileen?" tanya balik Aileen.
"Malam! Gimana Abang mau ngabarin kamu, handphone nya saja gak aktif." jawab Ammar.
"Hehe ... maaf Bang, kemarin malam handphone Aileen lowbat."
"Kata bibi, semalam kamu ke pesta pernikahan, terus kenapa baru pulang sekarang?"
"A--Aileen menemani Friska, Ayah nya masuk ke rumah sakit." Ucap Aileen dengan gugup.
Bohongkan jadi nya batin Aileen.
"Benar?" tanya bang Ammar dan di balas dengan anggukan kepala.
"Kalau begitu Aileen ke kamar dulu mau bersih-bersih." pamit Aileen.
"Heem ...."