
Kebetulan hari ini weekend, Olivia, Kiran dan Naila mengunjungi sahabatnya, karena sudah lama tidak bertemu. Saat memasuki kediaman Adinata ternyata ada Ammar yang sedang berada di ruang tamu.
"Assalamuโalaikum," ucap Olivia, Kiran dan Naila
"Waalaikumsalam," jawab Ammar
"Loh ada bang Ammar, apa kabar Bang?" tanya Olivia.
"Alhamdulillah, baik," jawab Ammar.
"Apa Aileen nya ada?" tanya Kiran
"Ada di atas, masuk saja."
"Kalau begitu kami permisi ya, Bang." Ucap Naila.
"Sebentar! Kalian 'kan dekat banget sama Aileen, apa dia cerita sesuatu tentang apapun itu?" tanya Ammar.
Olivia, Kiran dan Naila saling tatap.
"Tidak ada, Aileen jarang banget buat curhat sama kita-kita," ucap Kiran.
Ammar menarik nafas nya. "Yasudah lah, kalian temui saja Aileen, ada di kamar nya."
...๐ ๐ ๐...
Olivia yang melihat mata sahabat nya bengkak, seperti habis menangis langsung bertanya. "Mata kamu kenapa, habis nangis?"
Kedua sahabat nya yang mendengar Olivia berbicara seperti itu, langsung melihat mata Aileen.
"Iya mata kamu kenapa bengkak?" tanya Naila.
"Jujur sama kita kamu kenapa?" tambah Kiran.
"Aku gak kenapa-napa," jawab Aileen.
"Jangan bohong aku tahu kamu habis nangis, jujur sama kita kamu kenapa? Kita sahabatan sudah lama Leen, kalau salah satu di antara kita ada yang punya masalah kita langsung tahu, jadi gak akan bisa di tutup-tutupi." Ucap Olivia.
"Aku beneran gak kenapa-napa!" elak Aileen dengan mata nya berkaca-kaca.
Mereka yang melihat sahabatnya akan menangis langsung memeluk. Aileen yang di perlakukan seperti itu, dia semakin menangis, menumpahkan apa yang sudah dirinya alami.
"Kamu kenapa Leen, cerita sama kita," ucap Olivia.
"Aku ... aku kotor," ucap Aileen.
"Maksud nya?" tanya Olivia.
Olivia, Kiran dan Naila langsung membulatkan matanya. Mereka langsung mempererat pelukannya.
"Benar-benar tuh cowok, siapa sih yang sudah melakukan itu sama kamu!" geram Olivia.
"Kamu harus kuat Leen masih ada kita, kamu jangan berfikiran kalau kamu kotor ok ... kita selalu ada sama kamu," ucap Kiran.
"Terus kamu di tinggalin gitu saja sama cowok nya?" tanya Naila.
"Aku yang ninggalin orang itu," jawab Aileen.
"Tenang Leen, kami selalu ada bersama kamu, kami tidak akan meninggalkan kamu sendirian. Kamu harus tetap semangat Leen jangan sedih terus, kita tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi," ucap Olivia.
"Tapi gimana kalau bang Ammar tiba-tiba tahu dari orang lain? Aku takut!" timpal Aileen.
"Itu semua bukan salah kamu Leen, kamu korban ulah cowok itu. Aku yakin bang Ammar tidak akan marah!" Olivia meyakini sahabat nya.
"Terima kasih kalian masih mau bersahabat dengan aku yang sudah tidak--" ucap Aileen terhenti.
"Suttt ... kamu gak boleh ngomong seperti itu, mau bagaimana pun keadaan kita semua. Kita akan tetap menjadi sahabat sampai kapanpun itu," ucap Kiran.
Aileen merasa senang mendapatkan sahabat seperti mereka semua dan hati Aileen sudah tidak seperti tadi, karena sudah berbagi ke sedihan dengan sahabatnya.
...๐ ๐ ๐...
Di kantor Addison Company, Alex sedang mencari tahu keberadaan Cheryl yang sedari tadi mereka tidak bisa menemukannya. Sementara Arman dia ikut membantu mencari data-data tentang Aileen.
"Ketemu bos!" Ucap Alex.
" Siapa?" tanya Arman.
"Ulat bulu, disini menunjukan bahwa dia sedang berada di bar." jawab Alex.
"Tapi kita jangan ke sana bahaya, sama saja membangunkan singa yang sedang tidur," lanjut Alex.
Arman menghela nafas kasar. "Pantau terus, dan bantu cari data-data perempuan ini!"
"Kalau dilihat dari video ini, wajahnya terlihat tidak asing," ucap Alex.
"Dari tadi gue mikir begitu, apa kita pernah bekerja sama dengan cewek ini?" tanya Arman.
"Gue liat-liat berkas dulu yang sudah dan belum bekerja sama dengan perusahaan ini." jawab Alex.
"Hemm ...."