Because Of The CEO

Because Of The CEO
Jujur



"Menikah dengan saya!"


⏺⚫⚫


Cheryl membulatkan matanya saat cowok di sebelah nya mengajak untuk menikah.


"Gue gak mau menikah dengan lo!" seru Cheryl.


"Kenapa? Lo masih mengharapkan suami orang?" tanya cowok itu dengan sinis.


Deg!


Cheryl tidak menjawab dia hanya bisa diam seribu bahasa.


"Kenapa diam! Gak bisa jawab. Ternyata benar ya, semua cewek itu hanya bisa merusak rumah tangga orang lain. Gue gak habis pikir, apa untungnya merusak rumah tangga orang lain? Ingin menguasai hartanya? Kebahagiaan itu lebih penting dari pada harta. Harta bisa kita cari, tapi kebahagiaan sulit!" geram laki-laki tersebut.


"Jika tidak bahagia, jangan merusak kebahagiaan orang lain."


"Contoh nya bokap lo, dia hanya mementingkan harta ketimbang anak nya dan tega menjual darah daging nya sendiri! Terus sekarang perasaan lo senang, setelah bokap lo menjual anak nya? Terus seandainya lo menghancurkan rumah tangga orang lain, lo akan bahagia bersama laki-laki itu?" tambahnya.


Cheryl mencerna setiap kata perkata yang di ucapkan cowok itu. Dia terdiam untuk beberapa saat.


"Benar apa yang di katakan lo, rasanya gue tidak akan pernah bahagia. Mau bagaimanapun cara yang gue lakuin, tetap saja gue tidak akan pernah bahagia dan haha ... gue tidak pantas mendapatkan kebahagiaan itu," ucap Cheryl dengan tertawa sinis.


"Setiap manusia yang di bumi ini berhak bahagia, tapi tidak dengan cara seperti itu, tidak merebut kebahagiaan orang lain."


...🍂 🍂 🍂...


Aileen yang baru saja selesai membersihkan badannya, tidak melihat Arman di dalam kamar lalu ia menuju ke arah pintu balkon, karena pintu itu terbuka.


Saat menghampiri ternyata, ia melihat Arman yang sedang memandang langit-langit di malam hari.


"Arman!" panggil Aileen.


Arman yang merasa di panggil mendongakkan kepala.


"Kenapa hmm ... sini duduk," ucap Arman sambil menepuk kursi di sebelah nya.


"Aku sedang memikirkan, apa perasaan ini akan terbalaskan atau tidak dan apa aku pantas mendapatkan kata maaf."


"Maksudnya?" tanya Aileen yang bingung.


"Aku ingin jujur, Ti," jawab Arman.


"Jujur tentang apa? Memang kamu sudah melakukan apa di belakang aku, atau sudah ada yang kamu sembunyikan dari aku!" tuduh Aileen.


"Ya ampun ... aku gak melakukan apapun di belakang kamu, dengerin dulu dong jangan di potong dulu!" pekik Arman.


"Hemm ...." dehem Aileen.


"Ti ... mungkin ini bisa di bilang sangat cepat sekali, tapi inilah yang aku rasakan. Ketika aku berada di dekat kamu, rasa nya sangat nyaman dan yang pasti tidak mau kehilangan kamu. Setelah tadi aku pikirkan, sepertinya aku sudah jatuh cinta kepada seseorang yang sekarang sedang di hadapanku dan sedang mengandung anakku." tutur Arman sambil memegang tangan istrinya.


"Apa kamu juga sudah memiliki perasaan yang sama seperti aku?" lanjutnya.


"Aku ... aku be--" jawab Aileen terpotong.


"Gak apa-apa kok aku paham, sekarang kita tidur ya sudah malam," ucap Arman.


...🍂 🍂 🍂...


Pagi hari Aileen terbangun dari tidur nya karena merasakan di sebelah nya tidak ada sang suami.


"Arman kemana, kenapa gak bangunin aku," gumam Aileen.


"Arman!"


"Man!"


Lima menit telah berlalu, Aileen sama sekali tidak melihat sang suami. Ia langsung mencari ke luar, hingga berada di lobi hotel.


"Arman kemana sih, kenapa ninggalin aku sendirian," ucap Aileen sambil melangkah keluar.