
Saat mereka sedang berbincang bincang ada yang mengetuk pintu.
Tok ... tok ... tok
Ceklek ...
"Silahkan masuk, dok." ucap Friska mempersilahkan masuk.
"Iya, terima kasih." jawab dokter itu.
Friska membawa dokter ini ke tempat Aileen dibaringkan.
"Tolong, dok, periksa Bu Aileen, tadi saat berada di kamar mandi tiba-tiba pingsan," ucap Friska.
"Baik ... sebentar biar saya periksa dulu," jawab dokter itu sambil mengeluarkan stetoskop.
Selesai dengan memeriksa.
"Bagaimana, dok? Bu Aileen sakit apa?" tanya Friska.
"Bu Aileen hanya kelelahan saja dia tidak membiarkan tubuhnya beristirahat sedikit pun dan sepertinya asupan makanan juga kurang." papar dokter.
"Apa perlu dirawat ke rumah sakit?"
"Tidak usah, hanya istirahat sudah baikan dan perhatikan asupan makanannya. Ini obat yang harus di minumum," ucap dokter sambil memberikan resep obat.
"Kalau begitu saya permisi," lanjutnya.
"Baik dok, terima kasih mari saya antar," ucap Friska.
Usai mengantarkan ke depan pintu Bu Audrey dan Pak Bintang pamit undur diri karena hari sudah malam ia harus pulang.
"Mba Friska kami pamit pulang," ucap Bu Audrey.
"Ohya ... sekali lagi terima kasih, maaf merepotkan," ucap Friska.
"Sama sekali tidak merepotkan," ucap Pak Bintang.
"Kalau begitu kami permisi, Assalamu’alaikum," lanjutnya.
"Waalaikumsalam,"
Friska melangkah kan kaki nya menuju Aileen dan duduk di sebelah nya.
"Leen, kenapa sih kamu itu terlalu memforsir pekerjaan sampai tidak istirahat sama sekali," tutur Friska.
Tidak lama Aileen membuka mata, ia melihat langit-langit kamar yang seperti nya bukan di dalam kamar milik nya.
"Aku dimana?" tanya Aileen
"Leen kamu sudah sadar?" tanya balik Friska.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar ... kita sedang berada di hotel tadi kamu pingsan saat di toilet."
"Untung saja tadi ada Bu Audrey yang menemukan kamu kalau tidak bagaimana. Dan kita membawa kamu ke sini karena jarak antara rumah sakit jauh apalagi dengan rumah kamu, jadi salah satu nya yang paling dekat hanya hotel ini."
"Leen aku mohon jangan memforsir pekerjaan sampai kamu kelelahan seperti ini, tau gak ... aku sampai panik saat kamu pingsan tadi."
"Iya, maaf sudah membuat kamu panik. Sebenarnya saat masih di rumah, aku sudah tidak enak badan dan aku paksakan untuk datang ke acara pernikahan."
"Tolong Leen jangan di ulang lagi, kalau kamu sudah lelah istirahat ya, dan satu lagi asupan makan nya jangan di batasi. Gak usah diet-diet segala, badan sudah kecil diet!" Seru Friska.
"Iya iya sekali lagi aku minta maaf" Ucap Aileen sambil bangun, "Kalau gitu aku ingin pulang."
"Eitss ... gak bisa kamu istirahat dulu di sini, besok kita pulang. Kamu baru juga sadar sudah mau pulang." pekik Friska.
Huft
"Iya... bawel amat sih!"
"Ini juga demi kebaikan kamu."
Tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi.
Dret ... dret ...
"Ibu," gumam Friska
"Assalamu’alaikum, bu." lanjutnya
"Waalaikumsalam, Fris ayah masuk rumah sakit," ucap Bu Wardah di balik telfon
Deg!
"Sekarang bagaimana keadaan nya Bu?"
"Masih di tangani oleh dokter."
"Kalau gitu Friska ke sana sekarang, Assalamu’alaikum."
Tut ... panggilan terputus
"Ayah masuk rumah sakit lagi?" tanya Aileen
Aileen sudah menganggap keluarga Friska itu adalah keluarga nya juga, jadi ia tidak sungkan bila memanggil sama seperti Friska lakukan.
"Iya Leen, aku tinggal kamu sendirian disini gak apa-apa. Aku harus nenangin Ibu," jawab Friska.
"Kalau gitu aku juga ikut, ingin lihat ke adaan Ayah," ucap Aileen langsung berdiri.
"Jangan Leen, keadaan kamu juga lagi kurang fit. Kamu di sini saja ya." cegah Friska.
"Tap--" belum selesai Aileen berbicara sudah di potong.
"Please, aku gak mau kamu kenapa-napa."
Huft
"Iya sudah, kamu hati-hati di jalan nya ini sudah malam," ucap Aileen.
"Iya ... kalau gitu aku pamit, Assalamu’alaikum." pamit Friska.
" Waalaikumsalam,"