Because Of The CEO

Because Of The CEO
Mencari Tahu



Ammar yang melihat jalan sang adik berbeda merasa heran, dan dia memberhentikan langkah Aileen lagi.


"Sebentar Len!" ucap Ammar


"Kenapa, Bang?" jawab Aileen.


"Kaki kamu kenapa? Kok jalannya seperti itu?" tanya Ammar menginterogasi.


"Kaki Aileen gak kenapa-napa Bang," jawab Aileen.


"Jawab jujur!" seru Ammar.


"Saat pulang, kaki Aileen terpeleset."


Ammar mengerutkan keningnya dan melihat ke mata sang adik. "Terus kenapa mata bengkak?!"


"Hehe ... habis nangis, soalnya kaki Aileen sakit banget saat berjalan."


Ammar merasa heran dengan tingkah Aileen seperti ada yang disembunyikan.


"Kamu gak menyembunyikan sesuatu kan?"


"Engga Abang, kalau gitu Aileen ke kamar dulu ya," pamit Aileen.


"Aneh ... aku harus mencari tahu," gumam Ammar.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Setelah berada di kamar Aileen langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Dia melihat langit-langit kamar, memikirkan bagaimana dia menjalankan hari-hari ke depannya.


"Maaf Bang, Aileen berbohong. Aileen belum siap memberitahukan yang sebenarnya." Gumam Aileen


"Semoga aku tidak bertemu orang itu lagi dan semoga dengan aku meminum pil KB ini tidak akan hamil."


*Ting


Aileen membuka handphone-nya untuk melihat siapa yang mengirim pesan dan ternyata sahabat nya.


πŸ“© Olivia


Leen sibuk gak? Kita main di tempat biasa


"Bagaimana ini, satu sisi aku tidak mau mengingat kejadian kemarin malam. Namun satu sisi aku tidak mau ke luar." Ucap Aileen


πŸ“©Aileen


Engga kok, tapi aku lagi malas untuk keluar rumah. Sini saja!


πŸ“©Olivia


Huft ....


"Semangat Leen, kamu gak boleh sedih terus," ucap Aileen menyemangati diri nya sendiri.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Di lain tempat Arman bersama Alex sedang mencari tahu dari CCTV hotel yang dia tempati semalam.


CCTV itu menampilkan Aileen yang sedang dibawa oleh sang asisten dan juga sepasang suami-istri.


"Man dia gak sendiri," ucap Alex.


Arman terus saja melihat rekaman CCTV itu hingga dirinya keluar juga dari kamar tersebut.


"Pak bisa kami minta copyan CCTV-nya, kami sangat butuh," ucap Alex.


"Tolong Pak, saya sedang mencari wanita yang di dalam video itu," ucap Arman


Bapak itu yang melihat Arman memohon, antara merasa heran dan tidak tega. Pasalnya banyak yang mengatakan bahwa CEO satu ini sifatnya dingin, tapi kenapa sekarang begini.


"Terima kasih pak," ucap Arman, lantaran sudah mendapatkan copy-an CCTV.


"Sama-sama semoga segera bertemu!" Ucap bapak itu.


Arman dan alex langsung keluar dari hotel dan menuju tempat saat mereka berkunjung ke pesta.


Setelah sampai di tempat tujuan mereka langsung bertemu dengan penjaganya dan ingin melihat serta meminta rekaman CCTV. Entah keajaiban dari mana mereka langsung diperbolehkan untuk melihat rekaman CCTV.


Saat mereka melihat dari berbagai CCTV mata Alex tertuju pada salah satu rekaman CCTV.


"Pak, yang ini bisa di perbesar?" tanya Alex.


"Bisa," jawab penjaga itu.


Saat diperbesar Alex melihat ada ulat bulu yang sedang mengambil minum dan memasukan yang entah itu apa sepertinya obat yang akan diberikan kepada Arman.


"Benar ulat bulu, Man!" ucap Alex.


Arman yang melihat mengepalkan tangannya dan saat akan meninggalkan tempat itu tangan nya langsung dipegang oleh Alex.


"Lo mau kemana? Jangan pergi sendiri saat emosi!" ujar Alex.


"Lo liat sendiri 'kan? Gara-gara dia gue merusak, argh!" geram Arman sambil menarik rambut nya.


"Iya gue tau, kita minta dulu copy-an nya untuk bukti. Lo mau datangin ulat bulu, tapi gak ada bukti!"


Setelah mereka meminta hasil rekaman CCTV, Arman dan Alex menjalankan mobil nya menuju kantor, karena akan menyelesaikan dua masalah.