
Arman yang sedang tertawa tiba-tiba handphone nya kembali berbunyi.
"Siapa sih ganggu orang yang sedang senang!" gerutu Arman dan dilihat ternyata nomor yang tidak di kenal.
"Nomor siapa lagi ini." Arman tidak mengangkat nya dia langsung memblokir nomor itu.
Huft!
Arman merebahkan tubuhnya di kasur hingga tidak terasa mata nya terpejam.
Sementara Aileen yang berada di kamar mandi, dia sedang berendam dengan di tetesi minyak aromaterapi untuk menenangkan tubuh dan pikirannya.
"Beneran jantung aku gak aman kalau lihat Arman seperti tadi." gumam Aileen.
Lima menit kemudian Aileen telah selesai berendam, saat dia keluar dari kamar mandi matanya tertuju pada Arman yang sedang tidur dan.
"Ya ampun, kenapa belum pakai baju. Mana AC nya gak di matiin, memang gak dingin," ucap Aileen.
Entah keberanian dari mana, Aileen mendekati sang suami dan menutupi nya dengan selimut, seketika Arman menggeliat.
Huft!
"Untung gak bangun," ucap Aileen.
Saat Aileen akan melangkah, tiba-tiba tangannya di pegang oleh Arman.
"Mau kemana?" tanya Arman.
Kok bangun batin Aileen
"Ma--mau ngeringin rambut," jawab Aileen.
"Nanti saja, sini dulu," ucap Arman sambil menarik pergelangan tangan istrinya.
Aileen yang kehilangan ke seimbangan terjatuh di sebelah Arman, dengan mata tertutup Arman memeluk tubuh sang istri agar masuk ke dalam dekapan nya.
"Biarkan seperti ini," ucap Arman.
Aileen tidak menjawab dia hanya melihat wajah sang suami yang sangat dekat dan tentu siapa saja akan terpana dengan ketampanannya.
Kenapa sangat indah ciptaan mu, sampai-sampai ada yang tergila-gila dengannya. Issh ... kenapa juga aku ini malah memandang wajahnya. Jangan sampai aku suka secepat ini ucap Aileen di dalam hati.
Aileen yang sedari tadi tidak ikut tertidur, badannya merasakan pegal karena tidak bergerak. Ia melihat jam di dinding sudah menunjukan, akan segera adzan magrib mau tidak mau dia membangunkan suaminya.
"Arman!" panggil Aileen.
"Arman bangun sudah mau adzan," ucap Aileen.
"Heemmm ...." deheman Arman.
"Kenapa sih masih bilang lo gue, harus ganti!" sungut Arman dengan memcebikkan bibirnya.
"Terserah saya dong Tuan Arman!" ucap Aileen sambil menekankan kata tuan Arman.
Arman yang mendengar istrinya menyebut dengan sebutan tuan merasa tidak enak di dengar nya.
"Sekali lagi panggil tuan, aku kasih hukuman," ucap Arman.
"Memang kenapa Tuan Arman yang terhormat, lagian tuan tega memberikan istrinya hukuman!" ucap Aileen dengan sengaja nya.
Arman merasa geram istrinya sengaja memanggil dengan sebutan tuan. Arman mendekatkan wajahnya ke arah istrinya dan.
CUP ....
"Itu hukumannya, kalau istriku ini memanggil dengan sebutan tuan," ucap Arman.
"Enak di tuan, gak enak di saya!" ketus Aileen.
CUP ....
Arman mengecup bibir istrinya kembali.
"Issh ... bisa gak sih jangan nyosor-nyosor mulu, kaya bebek!" pekik Aileen.
"Bisa dengan syarat, jangan ada kata lo gue dan tuan!" kata Arman.
"Maksa banget!" ketus Aileen sambil meninggalkan Arman.
...🍂 🍂 🍂...
Ini pertama kalinya, Aileen kembali melakukan salat berjemaah. Bersama Ammar, Papah Arya, Mama Alice dan juga Arman yang menjadi imam.
Setelah melaksanakan salat berjemaah, mereka semua akan makan malam kecuali Arman yang tidak ikut makan. Aileen yang telah selesai makan malam, dia akan membuatkan suaminya olahan oatmeal.
Tidak butuh waktu lama akhirnya telah selesai membuat makanan untuk sang suami.
"Ma, Pah, Bang. Aileen pamit ke kamar, mau kasihin makanan buat Arman," pamit Aileen.
"Mau mama bantuin?" tawar Mama Alice.
"Enggak usah Ma, Aileen bisa."
"Hati-hati di tangga nya," ucap Papah Arya.
Aileen menganggukkan kepala sambil tersenyum dan melangkah meninggalkan ruangan makan.