Because Of The CEO

Because Of The CEO
Couvade Syndrome



"Itu dinamakan sindrom kehamilan simpatik atau yang dikenal dengan nama couvade syndrome dan terjadi pada trimester pertama sampai trimester ketiga," ucap Dokter Gisela.


"Gejala itu akan menghilang saat bayi nya terlahir." lanjutnya.


"Lama sekali!" seru Arman.


"Tetapi tergantung, setiap yang mengalami seperti itu akan berbeda-beda, tidak akan sama jangka nya. Mari kita USG dulu," ajak Dokter Gisela.


Aileen dan Arman mengikuti langkah Gisela, termasuk Mama Alice dan Papah Arya. Aileen membaringkan tubuh nya di atas brankar dengan bantuan Arman.


"Maaf Bu, saya buka dulu sedikit." ucap Suster.


Suster membuka baju yang di kenakan Aileen sampai atas perut, lalu mengoleskan nya dengan gel. Setelah selesai, Gisela menggerakkan alat transduser usg di atas perut Aileen dan menampilkan janin yang masih seperti biji.


"Arman lihat ini, dia masih seperti biji yang sedang berkembang," ucap Gisela.


Mereka semua melihat ke arah monitor dengan wajah yang senang. Arman yang melihat benar-benar terharu dan tidak terasa dia menitikkan air matanya. Aileen sendiri masih tidak menyangka secepat ini, dia di berikan amanah oleh Allah tapi dengan cara yang tidak baik.


Sehat-sehat di dalam sana nak, Bunda akan selalu menjaga kamu batin Aileen.


Selesai dengan mencek, mereka kembali ke meja untuk mendengarkan ucapan dari sang Dokter.


"Meskipun sempat terjadi pendarahan, alhamdulillah janin nya sudah kuat kembali. Jangan lelah ataupun stres, karena di awal kehamilan itu sangat rentan sekali terjadi ke guguran," ucap Dokter Gisela.


"Untuk makanannya, ada yang di larang atau bagaimana?" tanya Arman.


"Semua makanan boleh di makan, selagi itu tidak berlebihan," jawab Gisela.


"Ini resep vitamin ambil di apotek dan jangan lupa untuk di minum." lanjut Gisela sambil memberikan resep obat.


"Baik, terima kasih. Kalau begitu kita permisi," pamit Arman sambil mendorong kursi roda.


"Sekali lagi terima kasih Gisela, kami permisi," sambung Papah Arya.


"Iya om, sama-sama," jawab Gisela.


"Kalian besok nikah!" ucap Papah Arya tiba-tiba.


Arman dan Aileen benar-benar kaget dengan ucapan papah Arya dengan menyuruhnya menikah besok juga.


"Maksud nya Arman sama Aileen?" tanya Arman dengan kaget nya.


"Terus mau siapa? Alex!" seru Papah Arya.


"Tapi Arman belum menyiapkan apa-apa, Pah," ucap Arman.


"Semuanya sudah Papah siapkan, kalian berdua hanya tinggal siapkan fisik dan mentalnya saja."


"Besok hanya akad saja, setelah dua hari akan di laksanakan resepsi. Karena takutnya Aileen kelelahan kita buat terpisah," ucap mama Alice.


"Maaf, bukannya Aileen tidak setuju tapi Ini terlalu kecepatan, Om Tante," ucap Aileen.


"Lebih cepat lebih baik Nak, sebelum perut kamu membesar. Selain itu agar ada yang menjaga dan memperhatikan kamu juga," timpal Mama Alice.


Aileen melihat ke arah Abang nya, Ammar yang di tatap menganggukan kepala.


"Abang setuju, itu semua demi kebaikan kamu," ucap Ammar.


Aileen sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi, karena mau bagaimanapun sang Abang sudah setuju.


"Tidak akan menunggu dulu Aretha?" tanya Arman.


"Retha akan menyusul saat resepsi," jawab Papah Arya.


"Baiklah, kalau memang sudah keputusan Mama dan Papah, Arman tidak bisa menolak."


Aretha, apa dia adik nya atau kakak nya Arman. Ya ampun aku benar-benar belum kenal dekat dengan keluarga ini, apalagi orang yang aku nikahi ucap Aileen di dalam hati.