Because Of The CEO

Because Of The CEO
Sibuk



Tidak terasa, hari ini sudah memasuki hari dimana semua orang memulai aktivitas seperti biasa nya. Meskipun Aileen masih sedih, tapi dia tidak boleh meninggalkan pekerjaan nya begitu saja, dia harus menyibukan diri agar tidak teringat masalah yang menimpa nya.


Sebelum berangkat untuk bekerja, seperti biasa Aileen mengisi perut nya terlebih dahulu, tapi kali ini dirinya tidak sendirian, ia ditemani oleh sang Abang.


"Leen." panggil Arman.


"Iya," jawab Aileen.


"Abang ikut ya ke kantor? Sudah lama tidak ke sana!"


"Boleh, Abang mau membantu Aileen juga buat menyelesaikan dokumen-dokumen?" tanya Aileen.


"Tidak, pekerjaan Abang juga masih banyak!" Seru bang Ammar.


"Aissh ... kenapa sih? Bukan Abang saja yang pegang perusahaan!" ucap Aileen.


"Tidak mau, Abang tidak ada niat."


...🍂 🍂 🍂...


Saat Aileen dan Ammar datang ke perusahaan, semua karyawan yang berpapasan langsung tersenyum, lalu menundukkan kepala nya dan dibalas oleh Aileen dengan senyuman terkecuali Ammar.


"So Cool sekali, padahal di rumah gak begini!" ucap Aileen.


"Kita itu harus membedakan, berada di rumah dengan di luar," jawab Ammar.


Aileen memutar bola matanya dengan malas, lalu pergi meninggalkan sang Abang. Ia yang sudah berada di depan ruangannya, melihat ke arah ruangan sekretaris dan ternyata Friska tetap masuk bekerja.


"Fris kenapa masuk? aku 'kan sudah bilang nanti saja masuk nya!" tanya Aileen.


Friska langsung mendongakan kepala lalu berdiri. "Maaf bu, saya disuruh ayah untuk masuk ke kantor saja."


Huft


"Yasudah, aku masuk dulu dan bacakan jadwal hari ini!" ucap Aileen sambil melangkah ke dalam ruangan nya.


Friska mengambil jadwal yang hari ini telah di susun dan mengikuti Aileen masuk ke dalam.


"Lumayan padat juga, ok ... terima kasih silahkan kembali bekerja." ucap Aileen.


Sambil menunggu untuk meeting, Aileen mengecek berkas-berkas yang sedari kemarin sudah menumpuk di mejanya. Tapi tiba-tiba saja.


Ceklek ....


Ammar yang baru masuk sudah disuguhi dengan kesibukan sang adik.


"Sibuk banget sih!" seru Ammar.


"Memang sibuk Bang, jadwal padat."


...🍂 🍂 🍂...


Dua puluh menit lagi tepat jam 10:00, Aileen bersama sekretaris nya sudah menuju restoran yang dituju. Meskipun restoran itu sangat dekat dengan kanto nya, tetap saja ia tidak boleh terlambat.


Setelah berada di restoran, Friska langsung menanyakan meja yang sudah di pesan untuk meeting, dan benar ternyata mereka yang datang lebih awal. Tidak lama mereka menunggu, akhir nya CEO perusahaan Sky Company mengunjungi meja Aileen.


"Selamat siang, maaf sudah menunggu lama," ucap Kenzo sambil mengulurkan tangannya.


Aileen membalas uluran tangan dari Kenzo. "Tidak Pak, kita juga baru tiba, silahkan duduk."


Aileen melihat ke sebelah Kenzo yang ternyata itu Olivia sahabat nya sendiri. Olivia yang di tatap tersenyum.


"Liv, mana berkas-berkas nya." pinta Kenzo.


"Ini pak," jawab Olivia memberikan berkas kepada sang atasan.


"Ini konsep hasil dari perusahaan Sky, jika ibu sudah cocok kita akan langsung survei ke tempatnya dan bila ada yang kurang, ibu bisa menambahkan," ucap Kenzo.


Aileen membaca berkas-berkas yang di berikan oleh Kenzo dan mereka langsung melakukan meeting. Usai sudah perbincangan mengenai pekerjaan, mereka melanjutkan dengan makan siang bersama.


"Terima kasih pak atas makanan nya!" ucap Aileen.


"Sama-sama, nanti kita akan bertemu lagi, kalau begitu kami permisi dulu." jawab Kenzo.