
Sementara di kamar hanya ada Mama Alice dan Arman, mereka masih sama-sama terdiam.
"Jawab dengan jujur, kamu sudah menghamili siapa?" tanya Mama Alice.
"Arman ..."
⏺⚫⚫
Saat Arman akan menjawab, tiba-tiba dia mendapatkan serangan mendadak dari sang Ayah.
Bugh!
Mamah Alice menutup mulutnya, karena kaget dengan sang suami yang memukul Arman tiba-tiba.
"Arman! Papa gak pernah mengajarkan kamu seperti itu, apalagi kamu merusak perempuan. Bagaimana dengan orang tua gadis itu kalau anaknya sudah berbadan dua?!" Ucap Papa Arya dengan amarah yang meluap.
"Mama sama papah kecewa sama kamu, Man. Untuk apa kami mendidik kamu sampai sukses, tapi kamu melakukan itu semua."
"Kalau kamu sudah siap menikah, menikah saja! Jangan merusak perempuan. Perempuan itu bukan untuk dirusak tapi dijaga!" lanjut Papa Arya.
"Coba kamu bayangkan, bagaimana jika itu terjadi pada Mama atau Aretha? Mama sebagai perempuan merasakan sakit hati Man. Meskipun bukan mama yang mengalami," ucap Mama Alice.
"Maaf Ma, Pa, aku tahu seharusnya tidak melakukan perbuatan seperti itu. Arman salah, menyesal. Arman janji akan bertanggung jawab secepatnya,aku akan menikahinya," ucap Arman sambil menunduk.
"Kalau kamu tahu salah, kenapa melakukan itu!" geram Papa Arya.
"Saat itu Arman terpengaruh oleh obat, sudah semua cara Arman lakukan, tapi tidak bisa membuat reda panas di badan, dan pada akhirnya Arman tidak bisa menahan," ucap Arman.
"Obat apa?" tanya Mama Alice.
"Arman tidak tahu jenis obat apa, kata Alex kemungkinan obat yang dimasukkan ke dalam minuman Arman, itu dosisnya tinggi," jawab Arman.
"Apa kejadiannya saat ada dua preman yang mengikuti kamu?" tanya Mama Alice lagi dan hanya di balas dengan anggukan kepala.
"Lalu perempuan yang sedang mengandung anak kamu siapa?" tanya Papa Arya.
"Dia ... Aileen," jawab Arman.
"Aileen-" ucap Mama Alice dan Papa Arya bersamaan.
"Aileen siapa?" tanya Mama Alice.
"Aileen Tiarani Adinata, dia CEO perusahaan Adinata Company."
Mama Alice menampar Arman, setelah mengetahui nama lengkap perempuan yang tengah berbadan dua.
"Arman, kamu tahu perempuan itu anak dari sahabat Mama! Dia sangat baik. Kamu menghancurkan berlian yang seharusnya dijaga!" ucap Mama Alice dengan marahnya.
Double kill hari ini Arman mengetahui dua kebenaran sekaligus.
"Arman benar-benar minta maaf, jujur Arman sebenarnya tidak mau melakukan hal seperti itu pada siapa pun," ucap Arman.
"Kalau kamu tahu perempuan itu Aileen, kenapa tidak dari awal, kamu tanggung jawab!?" pekik Papa Arya.
"Arman belum sempat bertemu, karena melaksanakan perjalanan bisnis selama satu bulan kemarin," jawab Arman
"Jadi, kemarin kamu lebih mementingkan pekerjaan, dari pada tanggung jawab?!"
"Ya-iya gak begitu juga Pa, pekerjaan juga penting dan tanggung jawab juga penting. Arman gak bisa meninggalkannya begitu saja."
"Jadi kapan kamu mau bertemu Aileen?" tanya Mama Alice.
"Besok, karena kebetulan akan ada meeting dengan perusahaan Adinata," jawab Arman.
"Jangan hanya menemui saja, tapi nikahi!" seru Papa Arya.
"Itu pasti Pa, sekali lagi Arman minta maaf."
Gue sudah janji sama diri gue sendiri untuk bertanggung jawab. Ucap Arman di dalam hati
...🍂 🍂 🍂...
Di kantor Aileen benar-benar dibuat pusing dengan dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya, serasa tidak ada habis-habisnya, meskipun ini sudah dibagi menjadi dua dengan sekretarisnya. Saat Aileen sedang membaca dokumen terdengar suara ketukan pintu
Tok ... tok ... tok
"Masuk!" ucap Aileen.
"Maaf Bu, meeting hari ini di undur besok, karena berhalangan hadir." ucap Friska.
"Ok ... tempat dan waktunya sama?"
"Sama, Bu,"
"Baik, terima kasih."