Because Of The CEO

Because Of The CEO
Mengenal Lebih Dekat



Cheryl yang sudah mengeluarkan unek-unek terhadap sosok di hadapannya terasa sangat lega.


"Sudah marah-marahnya?" tanya cowok itu dengan nada dingin.


"Mulai sekarang, sampai seterusnya lo jangan pernah pergi ke bar," lanjutnya.


"Enak saja, atas dasar apa lo melarang gue buat pergi ke bar!" seru Cheryl.


"Gue berhak atas diri lo, sekarang itu lo milik gue!" ucap cowok itu.


"Eeh ... Tuan, gue saja gak kenal siapa lo, ngaku-ngaku gue ini milik lo!"


"Lo gak perlu tau siapa gue, yang jelas keluarga lo sudah menjual kepada gue!"


"Si--siapa yang ngejual gue?" tanya Cheryl dengan kaget.


"Bokap lo! Jadi mulai sekarang, lo milik gue dan lo harus menuruti apa kata gue!"


Perlahan tubuh Cheryl melorot ke bawah, dia tidak menyangka ternyata ayah nya tega menjual sang anak.


"Ke--kenapa ayah tega, menjual gue hiks ... kenapa!" teriak Cheryl.


...🍂 🍂 🍂...


Di taman belakang rumah dua orang cowok sedang berbincang-bincang untuk mengenal lebih dekat lagi, karena sekarang mereka sudah menjadi satu keluarga.


"Man ... karena tanggung jawab aku sudah berkurang dan kamu yang menggantikan nya. Mulai kemarin, saat ini dan seterusnya kamu yang menjaga Aileen, menyayangi nya seperti kamu menyayangi adikmu sendiri. Seandainya kalian punya masalah, selesaikan dengan cara yang baik jangan dengan kekerasan," tutur Ammar.


"Kamu harus tau, Aileen itu tidak pernah kepo dengan orang lain dan cuek dengan sekitarnya. Tetapi kalau sudah dengan keluarganya, dia yang paling semangat untuk mengetahui apapun itu," lanjutnya.


"Insyaallah ... Arman janji akan selalu menjaga Aileen, menemaninya hingga tua nanti," ucap Arman.


"Cobalah bangun hubungan dengan Aileen, berikan perhatian dengan cara kamu sendiri pasti dia akan luluh."


"Iya Bang, terima kasih."


Usai mengobrol dengan Ammar, Arman menghampiri sang istri yang berada di kamar.


"Tiara!" panggil Arman sambil mendekat.


"Hemm," jawab Aileen.


"Gak jadi deh, kamu nya juga sibuk," ucap Arman yang melihat sang istri sedang sibuk dengan laptop nya.


"Memang mau apa?" tanya Aileen.


"Aku ingin ngajak kamu jalan, biar kita bisa mengenal satu sama lain," jawab Arman dengan jujur.


Setelah cukup lama Aileen terdiam, ia langsung mematikan laptopnya, karena dia sendiri ingin lebih dekat juga dengan sang suami.


"Ok ... aku siap-siap dulu," ucap Aileen dan dibalas dengan anggukan.


Semoga ini awal yang baik untuk aku dan juga Tiara, batin Arman.


Dikarenakan Aileen sudah mandi, ia hanya mengganti pakaiannya saja dan akan bertempur dengan alat make up meskipun hanya beberapa yang di gunakan.


"Gak usah cantik-cantik banget, nanti banyak yang lihat!" seru Arman.


"Segini biasa saja, gak berlebihan," ucap Aileen.


...🍂 🍂 🍂...


Sedari tadi Cheryl hanya terdiam saja, berbeda dengan sebelumnya yang bersikeras untuk keluar dari rumah ini.


Laki-laki itu yang melihat makanan Cheryl hanya di aduk-aduk saja menjadi bingung.


Kenapa sama dia? Tidak biasanya jadi diam gini. Apa jangan-jangan memikirkan orang tua nya yang sudah menjual anak perempuannya. Kenapa juga, gue jadi mikirin cewek ini, ucap laki-laki itu di dalam hati.


"Ehem!" dehem laki-laki itu.


"Gue pergi ke kantor dulu. Kalau lo mau ke luar, ke luar saja dan jangan lupa pulangnya ke sini. Oh ya, dan satu lagi jangan pernah pergi ke bar," lanjutnya sambil meninggalkan meja makan.