Because Of The CEO

Because Of The CEO
Aretha



Saat di perjalanan menuju ke diaman Addison, Arman dan Aileen berhenti di sebuah supermarket untuk membeli buah tangan.


Selepas membeli buah tangan, Arman dan Aileen melanjutkan perjalanan kembali dan tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


"Assalamu’alaikum," ucap Arman dan Aileen.


"Waalaikumsalam," ucap Mama Alice.


"Loh bukannya kalian harus fitting baju?" tanya Mama Alice.


"Iya Ma, sebelum fitting baju mampir dulu ke sini," jawab Aileen.


"Oh yasudah kita keruangan keluarga yu, di sana ada papah."


Saat di pertengahan menuju ruang keluarga, kaki Arman terhenti kala ada yang memanggilnya.


"Abang!" teriak seseorang sambil berlari dan memeluknya.


"Retha." panggil Arman sambil membalas pelukan sang adik.


Yap ... yang memanggil Arman adalah adiknya, yaitu Aretha yang selama ini tinggal di luar negri untuk melanjutkan pendidikannya.


"Jam berapa sampai di sini?" tanya Arman sambil melepas pelukannya.


"Jam 22:30," jawab Aretha.


"Kenapa gak ngabarin, Abang? Kamu sudah lupain Abang?"


"Enggak dong, kalau Retha lupain Abang. Nanti gak ada yang kasih uang jajan. Retha gak bilang biar surprise." Aretha melihat ke sebelah Abang nya yang memperlihatkan Aileen lalu ia tersenyum.


"Kakak ipar!" panggil Aretha sambil memeluk dan di balas pelukan hangat oleh Aileen.


"Maaf kak, Retha gak dateng di acara akad nikah kakak sama Abang." lanjutnya.


"Gak apa-apa kok, tenang saja," jawab Aileen.


"Ohya kak, Aretha belum memperkenalkan diri hehe." kata Aretha sambil cengengesan.


"Gak usah memperkenalkan diri, gak penting juga kan," ucap Arman.


"Benar-benar ya punya Abang yang nyebelin, adik nya baru pulang malah diajak ribut, dasar abang nyebelin!" ketus Aretha.


"Kalian ini, jauh kangen deket ribut mulu," ucap Mama Alice.


"Abang nya tuh, ayo kak tinggalin saja Bang Arman." ucap Aretha sambil menarik tangan Aileen.


"Jangan main tarik-tarik saja, nanti kalau jatuh gimana!" seru Arman.


Aretha yang mendengar, tetap melangkah tanpa menjawab ucapan sang Abang.


"Suami kakak sangat posesif sekali," ucap Aretha dan di balas dengan senyuman.


Di ruangan keluarga


"Ohya kak, kata mama apa benar kakak sedang hamil?" tanya Aretha.


Aileen tersenyum. "Iya, baru empat minggu."


"Waaah ... selamat kak, Retha jadi gak sabar punya teman main," ucap Aretha.


Aretha baru teringat sang Abang yang menikah sangat dadakan seperti tahu bulat, ia langsung memarahi Arman. Karena Aretha mengetahui cerita dari sang Mama dan Papa.


"Abang ini apa-apaan sih!" sungut Aretha.


"Memang Abang kenapa?" tanya Arman yang bingung.


"Tapi nyata nya Abang sendiri yang tidak bisa menjaga diri, apalagi .... " lanjutnya sambil menggelengkan kepala.


"Iya Abang minta maaf, Abang selalu memperingati kamu untuk menjaga diri. Tetapi Abang sendiri yang tidak bisa menjaga diri, apalagi melakukan yang seharusnya Abang tidak lakukan sebelum menikah. Meskipun begitu Abang sudah berjanji akan menjaga istri Abang ini dan anak-anak abang," ucap Arman sambil merangkul pinggang sang istri.


"Kalau Abang mengingkari janji itu, Aretha akan melakukan sesuatu!" pekik Aretha.


"Memang Retha mau melakukan apa?" tanya Papa Arya.


"Belum Retha pikirkan," jawab Aretha.


"Ngancam saja bisa nya!" Seru Arman.


"Abang mau beneran, Ok ... nanti Retha akan obrolkan dulu dengan Papa."


"Kenapa bawa-bawa Papa!" seru Papa Arya.


"Karena Papa bisa segalanya," jawab Aretha.


"Hahaha .... ngeles saja terus," ucap Arman.


...🍂 🍂 🍂...


Aileen yang melihat Mama Alice sedang memasak untuk makan siang, dengan di bantu oleh asisten rumah tangga nya. Menjadikan Aileen ingin ikut membantu sang mertua untuk menyiapkan makan siang.


"Ma, Aileen bantu ya," ucap Aileen.


"Tidak usah sayang, sudah ada Bibi yang bantu kok." larang mama Alice.


"Gak apa-apa Ma, Aileen bantu ya,"


"Yasudah kamu siapkan minumnya saja ya."


"Ok, Ma,"


"Hati-hati bawa nya."


Sepuluh menit kemudian, makanan sudah tertata dengan rapi di atas meja. Papa Arya, Mama Alice, Aileen dan Aretha sudah berada di meja makan terkecuali Arman yang tidak ikut makan.


"Kok abang gak ikut makan?" tanya Aretha.


"Nanti gelombang ke dua" jawab Papah Arya.


"Hah ... seperti pendaftaran saja, ada gelombang ke dua nya." heran Aretha


"Abang kamu gak bisa mencium bau makanan, kecuali dia yang mau sendiri," timpal Mama Alice.


"Kenapa?" tanya Aretha.


"Bawaan anak nya," jawab Papah Arya.


Aretha hanya ber oh ria saja.


Terlebih dahulu Aileen mengambilkan nasi serta lauk pauk yang tadi Arman inginkan, karena Aileen akan makan setelah sang suami.


"Ma, Pa, Aileen kasihin makanan untuk Arman dulu," ucap Aileen sambil berdiri.


"Loh ... sayang, kamu gak makan?" tanya Mama Alice.


"Nanti Ma setelah Arman,"


"Jangan lupa, kamu sedang mengandung jadi harus lebih banyak makan," jcap Papa Arya.


"Iya Pah, Retha, kakak duluan," ucap Aileen dan di balas dengan anggukan.