
Arman langsung menghampiri Aileen dan memegang tangannya. Namun, saat memegang tangannya berhasil menyentuh pergelangan tangan Aileen, Aileen langsung menepisnya.-
"Jangan pegang-pegang!" seru Aileen.
⏺⚫⚫
Arman yang mendengar suara Aileen yang serak seperti menahan tangis, langsung memegang dagu untuk melihat ke arah dirinya, tapi Aileen tahan agar tidak melihat Arman.
"Lo nangis?" tanya Arman.
"Maaf, bukannya gue melarang lo buat beli makanan di luar, tapi gue gak mau terjadi apa-apa dengan lo dan calon anak kita," lanjutnya.
Aileen tetap diam, dia tidak bergeming sama sekali.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan dua sosok paruh baya.
"Assalamu’alaikum," ucap Mama Alice dan Papah Arya
"Waalaikumsalam Ma, Pah," jawab Arman dengan kagetnya.
"Kamu tuh! Untung calon mantu sama calon cucu Papah gak kenapa-napa!" seru Papah Arya.
Mama Alice yang melihat ke arah Aileen seperti habis menangis langsung menghampiri.
"Kamu kenapa?" tanya Mama Alice.
"Engga kenapa-napa, Tan," jawab Aileen sambil mencium tangan Mama Alice.
"Kamu diapakan sama Arman?"
"Enggak Tan, Arman gak melakukan apapun," jawab Aileen sambil tersenyum.
Karena tidak mendapatkan jawaban dari calon menantunya, Mama Alice menanyakan kepada sang anak.
"Arman! Kamu melakukan apalagi sama calon menantu Mama?" tanya Mama Alice.
"Tuan Arman melarang Nona Aileen membeli makanan di luar, Tante." celetuk Alex.
"Bukan melarang Ma, Arman melakukan itu karena kita belum periksa ke dokter kandungan. Arman tidak mau terjadi apa-apa, Ma," ucap Arman.
"Pengalaman Mama selama hamil, tidak ada larangan makanan, semuanya bagus untuk ibu hamil. Asalkan kita melihat asupan protein itu bagus untuk tubuh dan janin atau tidak," ucap Mama Alice.
"Benar apa yang dikatakan Mama, dahulu Papa saja tidak melarang Mama memakan yang lain. Terpenting point terakhir yang Mama bilang tadi, harus di perhatikan. Memang kapan kamu akan membawa Aileen ke dokter kandungan?" tanya Papah Arya.
...🍂 🍂 🍂...
Tepat pukul 10:00 pagi Aileen akan memeriksa kandungannya, di temani oleh Arman dan juga Papah Arya serta Mama Alice yang ingin ikut menemani juga.
Sedangkan Ammar dan juga Alex menunggu di ruang rawat, mereka tidak ingin ikut menemani. Saat akan pergi Arman membawa kursi roda untuk Aileen.
"Ayo!" ajak Arman.
"Gue gak kenapa-napa, buat apa pakai kursi roda," ucap Aileen.
"Pakai saja ya," kata Arman.
Karena sedang tidak mood untuk adu mulut dengan Arman, Aileen pun menaiki kursi roda. Setelah memasuki ruangan dokter kandungan ternyata dokter itu.
"Silah-- Arman," ucap dokter itu yang kaget melihat Arman.
"Apa kabar? Sudah nikah saja nih, gak undang-undang," lanjutnya
"Alhamdulillah baik, iya kita menikah tidak di sini," jawab Arman.
Dokter kandungan itu hanya manggut-manggut. "Om, Tante, apa kabar, sudah lama tidak bertemu."
"Kita, alhamdulillah baik," ucap Mama Alice.
Kenapa dokter ini kelihatannya akrab banget batin Aileen.
"Hai, perkenalkan saya Gisela sebagai dokter kandungan." ucap Dokter Gisela mengulurkan tangannya.
Aileen tersenyum dan membalas uluran tangan. "Saya Aileen."
"Silahkan duduk, ada keluhan apa?" tanya Dokter Gisela.
"Tidak ada Dok, tapi nafsu makan saya jadi bertambah," jawab Aileen.
Gisela menganggukkan kepala. "Tidak ada mual?"
"Tidak, Dok. Tetapi yang merasakan mual dan mengidam, Mas Arman," jawab Aileen.
Seketika Arman kaget mendapatkan panggilan baru dari Aileen.
Mas batin Arman sambil tersenyum tipis.