
Arman langsung menggendong Aileen ala bridal style. Saat memasuki rumah, Aretha yang melihat Kakak ipar nya di gendong di buat bertanya-tanya.
"Kakak kenapa?" tanya Aretha.
Arman tidak menjawab, ia langsung membawa Aileen ke dalam kamar. Di dalam kamar Arman merebahkan tubuh sang istri di atas kasur.
Arman yang sudah terbakar api cemburu, langsung ******* bibir Aileen dengan lembut. Di rasa pasokan udara keduanya menipis, Arman pun melepaskan pangutan nya. Napas mereka tersenggal-senggal, karena terlalu lama berciuman.
"Hosh ... hosh ..."
Kenapa aku gak bisa nolak saat Arman menyerang tiba-tiba batin Aileen.
"Maaf, aku cemburu saat mendengar kamu di cium oleh orang lain," ucap Arman dengan jujur sambil menjatuhkan tubuhnya di sebelah sang istri.
"Apa salah satu laki-laki itu, sahabat aku sendiri Rasya?" lanjutnya.
Aileen mengerutkan kening nya, ia sangat bingung sejak kapan ia dekat dengan Rasya. Bertemu saja saat melakukan meeting setelah itu tidak pernah lagi.
"Kenapa bawa-bawa pak Rasya?" tanya Aileen yang bingung.
"Karena tatapan dia ke kamu itu beda." jujur Arman.
"Perasaan kamu saja, aku sama pak Rasya gak pernah ada hubungan apapun. Bertemu saja saat meeting dan selebihnya aku gak pernah bertemu."
"Memang kamu percaya aku pacaran dengan lima orang?" lanjut Aileen.
"Kenapa gak percaya. Kamu itu cantik, pintar, pokoknya perfect, terus siapa yang gak suka sama kamu pasti banyak banget yang ngincar," jawab Arman.
Aileen tersenyum. "Tapi sayang nya kamu di kibulin sama istri sendiri."
"Maksudnya?" tanya Arman dengan bingung.
"Semua itu gak benar, sejak kapan aku pacaran apalagi ciuman dengan orang lain," jawab Aileen.
"Jadi first kiss kamu sama aku?"
Aileen mengangkat bahunya. "Gak tahu tuh."
"Ya--" ucap Arman terpotong kala suara handphone nya berbunyi.
Ting ... ting ... ting ....
"Issh ... menggangu saja!" seru Arman.
"Hallo, Assalamu’alaikum kenapa?" tanya Arman dengan ketus.
"Lagi pms kali ketus amat, lo dimana?" tanya Alex di balik telepon.
"Di rumah," jawab Arman.
"Ngapain di hotel?" tanya Arman.
"Astagfirullah ... asisten yang ganteng ini, memberitahukan lagi bahwa hari ini ada fitting baju untuk acara resepsi besok," jawab Alex dengan sabar nya.
Tut ... panggilan terputus.
"Main matiin saja, untung bos kalau bukan ...." gumam Alex sambil melihat ke arah handphone nya
...🍂 🍂 🍂...
Seorang wanita yang sangat ambisius tengah berlalu lalang ke sana kemari, saat pulang ke rumahnya ia langsung di tolak oleh sang ayah. Dan sejak kemarin Cheryl tidak pulang ke rumah siapapun, dia mengikuti langkah kaki yang membawa entah kemana.
Tetapi saat melanjutkan perjalanan, langkahnya terhenti, kala ada yang menghalangi jalan nya.
"Mau apa kalian!?" seru Cheryl.
"Jangan galak-galak cantik, nanti cepat tua," ucap preman pertama.
"Mau kemana sih cantik, mending disini sama Abang," icap preman kedua sambil memegang tangan Cheryl.
"Lepas, jangan pegang-pegang. Kalian mau apa jauh-jauh sana!" seru Cheryl.
"Kita main-main di sini dulu lah cantik," pinta preman ketiga.
"Gue main sama kalian? Yang benar saja, kita gak selevel mohon maaf!" seru Cheryl sambil melangkah, tapi sayangnya tangan Cheryl langsung di pegang.
"Lepas!" teriak Cheryl.
"Gak bisa gitu, setiap yang lewat jalan ke sini harus main dulu sama kita-kita," ucap preman pertama.
Cheryl langsung memberontak melepaskan tangan yang di cekal oleh preman itu. Tiba-tiba
Bugh!
Bugh!
Dia kan batin Cheryl.
"Masuk ke mobil!" ucap orang itu.
"Ta--tapi ..." jawab Cheryl dengan gugup.
"Masuk!"
Cheryl langsung masuk ke dalam mobil dan melihat pertarungan antara seorang laki-laki dan dua preman.