Because Of The CEO

Because Of The CEO
Merasa Tidak Enak



"Sayang kamu belum makan dari tadi, makan dulu ya," ucap Mama Alice melihat nasi serta lauk pauk yang masih utuh.


"Enggak selera Tan," jawab Aileen.


"Kenapa, mau makan yang lain? Biar Arman yang beli," tawar Papah Arya.


"Sebelumnya terima kasih Om, tapi Aileen gak mau apa-apa," tolak Aileen.


"Makan saja ya sedikit, kasihan yang di dalam sini kalau tidak ada asupan yang masuk," ucap Mama Alice sambil mengelus perut Aileen yang masih rata.


"Ya sudah kali ini boleh, kita beli makanan di luar bagaimana?" tanya Arman.


"Gak!" ketus Aileen.


"Kalau udang mau?" tanya Alex.


Aileen menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau.


"Dia masih marah, gara-gara tadi," timpal Ammar.


"Maaf, gue kan tidak bermaksud melarang. Jadi sekarang mau apa?" tanya Arman.


"Gak mau apa-apa!" seru Aileen.


...🍂 🍂 🍂...


Sore hari, Aileen sudah diperbolehkan untuk pulang. Dia akan diantarkan oleh keluarga Addison, termasuk Arman dan sang asisten. Di perjalanan menuju rumah Adinata.


"Aileen ... kamu itu perpaduan yang sangat sempurna, antara almarhum Adrian dan Helena," ucap Mama Alice.


"Tante kenal sama ayah bunda?" tanya Aileen.


Mama Alice menganggukkan kepala sambil tersenyum. "Helena itu sahabat tante dari kecil, dia sangat baik banget dengan orang lain. Sekalipun tidak dia kenal dan tidak pernah membeda-bedakan. Tante banyak belajar dari almarhumah Helena."


"Iya Tante, bunda memang seperti itu," ucap Aileen sambil membayangkan wajah sang bunda.


"Kenapa Aileen gak pernah ketemu, Tante ya." lanjutnya


"Haha ... kamu sih jarang ada di rumah utama, padahal tante suka main ke rumah," ucap Mama Alice.


"Hehe ... iya Tante. Aileen ikut abang ke Bandung, mengurus perusahaan yang ada di sana. Tetapi semenjak ayah tiada, Aileen menggantikan ayah mengurus perusahaan yang ada di sini." ucap Aileen.


Setelah sampai di kediaman Adinata, Aileen langsung mengajaknya untuk masuk terlebih dahulu.


"Mari Om Tante masuk dulu," ajak Aileen.


"Ohya, Om sampai lupa bilang, untuk acara akad nikah kita laksanakan di sini saja, untuk resepsi nya di hotel AD," ucap Papah Arya.


"Yasudah kalau begitu, kami permisi ya." lanjut Papah Arya.


"Iya, terima kasih om tante, sudah mengantarkan Aileen," ucap Aileen sambil tersenyum.


"Sama-sama Nak, tidak usah sungkan dengan kami," jawab Papah Arya.


"Sama gue gak ada ucapan terima kasih nya?" tanya Arman.


"Gak ada!" jawab Aileen.


"Ke--" ucap Arman terputus.


"Kita pulang dulu Aileen, sampai bertemu besok. Assalamu'alaikum," ucap Mama Alice.


"Iya tante, hati-hati di jalan. Wa'alaikumussalam,"


Aileen memperhatikan mobil yang digunakan keluarga Addison, sampai benar-benar sudah tidak terlihat.


Dirinya sangat tidak menyangka saat memasuki rumah, ternyata semua ruangan sudah didekor oleh Wedding Organizer.


"Ya ampun ternyata semuanya sudah disiapkan," ucap Aileen.


Saat Aileen sedang melihat-lihat ada suara dari arah belakang.


"Ini beneran rumah kita kan?" tanya Ammar yang baru saja masuk.


"Sudah didekor lagi." lanjutnya


"Memang Abang gak ikut menyiapkan?" tanya Aileen.


Ammar yang mendapatkan pertanyaan dari sang adik, hanya menyengir dan menggelengkan kepala.


"Abang saja baru tahu tadi di rumah sakit, saat pernikahan kamu dipercepat jadi besok," jawab Ammar.


"Aileen gak enak Bang, semuanya disiapkan om Arya. Apalagi tadi Aileen baru tahu ternyata tante Alice sahabat kecilnya bunda."


"Kamu baru tahu?" tanya Ammar dan hanya dibalas dengan anggukan.


"Mangkanya kamu itu harus kepo dengan sekeliling, biar tidak ketinggalan zaman!" seru Ammar sambil meninggalkan Aileen.