
Pagi ini, Arman yang akan mandi tidak kunjung selesai, karena dia merasakan mual yang terus-menerus dan yang keluar hanya sisa cairan nya saja.
"Hoek ... hoek ... hoek."
Huft!
"Cape banget seperti ini dan rasanya benar-benar tidak enak!" gumam Arman.
Cukup lama Arman berada di dalam kamar mandi, akhirnya dia keluar dan bersiap-siap akan berangkat ke kantor.
Setelah selesai, Arman langsung turun kebawah. Di sana sudah ada Alex yang sedari tadi menunggu sang Bos yang tidak keluar dari kamar.
"Ayo Lex, sarapan dulu!" ajak Papah Arya.
"Alex aja yang di ajak, anak sendiri enggak," ketus Arman.
"Ngapain ngajak kamu, nanti juga langsung sarapan!" seru Papah Arya.
"Ini masih pagi sudah ribut-ribut saja, ayo cepat sarapan," ucap Mama Alice.
"Arman gak ikut sarapan, nanti saja di kantor," ucap Arman.
"Gini nih, sudah mau menjadi ayah, masih suka ngambekan," ucap Papah Arya.
"Gak apa-apa yang penting ganteng, ya sudah kalau gitu Arman berangkat dulu," pamit Arman sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Alex juga pamit." ucap Alex.
"Assalamuโalaikum"
"Waalaikumsalam"
...๐ ๐ ๐...
Hari ini Aileen yang masih di rumah, sedang menikmati sarapan yang sudah di hidangkan oleh bi Asri hingga tak tersisa. Ammar yang melihat perubahan pola makan sang adik, merasa heran tidak biasa nya sarapan dengan porsi besar.
"Sehat Leen?" tanya Ammar.
Aileen mengerutkan kening nya "Alhamdulillah sehat, memang kenapa Bang?"
"Kamu aneh, enggak seperti biasa nya makan nambah terus," jawab Ammar.
"Enggak tahu, akhir-akhir ini Aileen makannya banyak." jelas Aileen.
"Pantas sedikit gemuk," celetuk Ammar.
Uhuk ... uhuk ...
"Jadi, Aileen gemuk?" tanya Aileen yang memberhentikan aktivitas makannya.
"Ya sudahlah, Aileen enggak mau makan lagi!" seru Aileen sambil beranjak dari kursi.
"Ehh ... mau kemana habisin dulu?"
"Gak mau, nanti Aileen tambah gemuk,"
"Habisin atau jangan pergi ke kantor!"
"Issh, iya, iya ... Aileen habisin," pekik Aileen
Selesai menghabiskan sarapan, Aileen langsung berpamitan untuk berangkat ke kantor.
"Aileen berangkat dulu, Bang. Assalamualaikum," pamit Aileen lalu mencium punggung tangan sang Abang.
"Waalaikumsalam."
Kali ini Aileen tidak membawa mobil sendiri melainkan dia meminta mang Bayu untuk mengantarkan nya, karena dia sedang tidak mau membawa mobil sendiri. Setelah sampai di perusahaan, Aileen langsung menuju ruangan CEO yang berada di lantai paling atas dan dia langsung meminta sekretaris nya untuk membacakan jadwal hari ini.
"Hari ini ada dua meeting, tapi berbeda tempat dan salah satu nya dengan perusahaan yang kemarin, lalu sisa nya free," ucap Friska.
"Ok ... terima kasih. Oh ya, saya minta berkas-berkas untuk meeting sekarang, saya belum mempelajari nya," pinta Aileen
"Baik Bu, saya bawakan terlebih dahulu," jawab Friska.
...๐ ๐ ๐...
Tidak terasa meeting yang pertama telah selesai, sebelum melanjutkan meeting yang kedua mereka akan makan siang dulu. Entah mengapa saat jam makan telah tiba, Aileen sangat senang. Usai makan mereka akan kembali ke kantor.
"Semangat Leen, meeting satu lagi," ucap Aileen menyemangati dirinya sendiri.
Sambil menunggu client, Aileen menandatangani beberapa berkas yang telah dia setujui dan akan di proses lebih lanjut.
Tok ... tok ... tok
"Masuk!"
"Maaf Bu, client sudah menunggu di ruangan meeting," ucap Friska.
"Ok ... kamu bawa berkas-berkas ini ya," ucap Aileen memberikan.
Mereka keluar dan akan menuju tempat meeting. Saat mereka telah sampai di ruangan meeting, Aileen tidak melihat wajah sang client karena kebetulan sedang menunduk.
"Maaf Tuan, telah menunggu lama," ucap Aileen sambil menundukkan kepala.
"It's okay," jawab client itu.
Aileen yang mendengar suara itu merasa tidak asing dan saat mendongakkan kepala, mata mereka saling bertemu dan betapa kaget nya ternyata client nya itu ....