
Arman dan Aileen yang sudah berada di parkiran hotel langsung menuju lobi dimana Alex berada.
Setelah berada di lobi, Aileen tidak hanya melihat Alex saja tetapi ada sahabat-sahabat nya yang sudah datang. Saat akan berlari, tangan Aileen langsung di pegang oleh sang suami.
"Jangan lari nanti jatuh," ucap Arman memperingati.
Huft.
"Kok kalian gak kasih tahu, kalau ada di sini?" tanya Aileen.
"Surprise dong," jawab Kiran.
"Lo juga kenapa ada di sini, tumben ninggalin kantor," ucap Arman yang melihat Kenzo.
"Gara-gara Olivia tuh," jawab Kenzo.
"Loh, kok gara-gara saya sih pak, Kan Bapak sendiri yang ingin ikut!" pekik Olivia.
"Bapak ... Bapak memangnya aku Bapakmu apa! Begini ya, sekretaris nya saja gak ada di kantor masa bos nya di kantor sendirian mengurus berkas-berkas yang menumpuk!" seru Kenzo.
"Alasan, bilang saja gak bisa jauh-jauh dari sekretaris lo yang ini," ucap Arman.
"Kata siapa? Buktinya saat pulang kerja, gue pulang ke rumah gak ngikutin Olivia," ucap Kenzo.
"Tinggal bilang suka saja, apa susah nya sih Pak Kenzo," ucap Alex.
"Asisten sama bos sebelas dua belas!" ketus Kenzo.
"Tapi keliatan loh dari wajahnya, kalau Pak Kenzo suka sama kamu Liv," timpal Aileen.
"Apaan sih Leen, jangan ikut-ikutan deh!" seru Olivia.
"Goreng terus!" seru Kenzo.
...🍂 🍂 🍂...
Di sebuah ruangan kamar, Aileen sedang mencoba gaun pengantin yang sudah di bawakan dari butik untuk acara resepsi yang di adakan besok malam.
Arman terpana menatap tidak berkedip, istrinya yang keluar dari kamar mandi.
"Bagaimana?" tanya Aileen.
"Cantik," jawab Arman tanpa sadar.
Blush ... pipi Aileen memerah seperti strawberry yang baru matang.
"Issh ... Arman, yang benar, ini bagaimana!" seru Aileen.
"Bagus, tapi kamu gak akan ribet pakai gaun yang panjang seperti itu?" tanya Arman.
"Tidak," jawab Aileen.
Aileen menggelengkan kepala pertanda tidak mau. "Ini saja ya, lagian ini pilihan mama loh. Masa kita tolak."
"Ta--" ucap Arman terhenti kala melihat puppy eyes milik sang istri.
Huft.
"Baiklah yang ini saja," ucap Arman pasrah.
"Terima kasih," kata Aileen tersenyum sambil memeluk sang suami.
Selesai dengan fitting gaun pengantin beserta tuxedo. Mereka akan menuju kamar hotel, karena Arman yang tidak mau untuk pulang.
...🍂 🍂 🍂...
Usai berkelahi dengan kedua preman, laki-laki ini langsung masuk ke dalam mobil.
"Jalan Pak!"
Cheryl yang melihat wajah laki-laki di sebelah nya lebam, langsung membersihkan.
"Lo kenapa nolongin gue?" tanya Cheryl.
"Terus lo mau sama dua preman tadi, ya sudah sana!" ketus cowok itu.
"Bu--bukan begitu, lo kan jadi lebam gara-gara gue," ucap Cheryl.
"Kenapa lo gak pulang ke rumah?"
"Gu--gue, pulang ke rumah orang tua."
"Terus mereka menerima ke hadiran lo?"
Cheryl menggelengkan kepala nya pertanda tidak.
"Kenapa lo gak pulang ke rumah gue!?" bentak laki-laki itu.
"Gue gak kenal siapa lo, hanya sekedar nama saja gue gak tau! Dan gue gak mau satu rumah dengan orang seperti lo, yang sipatnya kejam tidak punya hati. Sudah cukup dua hari kemarin gue di rumah lo dan menerima perlakuan lo." tutur Cheryl.
"Memang gue bukan orang yang baik tapi setidak nya, pendamping gue nanti tidak seperti gue!"
"Pak, berhenti." tambah Cheryl.
"Jalan terus Pak, jangan dengarkan omongan dia!" Seru cowok itu.
"Lo itu mau nya apa sih! Gue gak punya apa-apa, gue sendiri sudah di jual bokap gue ke lo. Terus lo maunya apa!?" tanya Cheryl dengan amarahnya.
"Menikah dengan saya!"