Babysitting genius

Babysitting genius
#Baby A



Bismillah.


"Mas udah ada nama buat anak kita?" tanya Jihan.


Kini Jihan sudah dipidanakan ruang istirahat, agar bisa lebih leluasa untuk memberikan asi pada kedua bayinya, juga agar orang lain bisa melihat Jihan dan bayi-bayinya.


"Insya Allah sudah dek, tapi nanti saja kita berinama ya, saat acara 7 hari mas langsung mau aqiqahin two baby A."


Jihan mengangguk setuju, setelah Jihan selesai menyusui kedua bayi. Satu persatu orang yang sudah menunggu untuk melihat si kembar segera masuk.


Meberinama bayi baiknya, saat bayi sudah lahir, atau bisa 3 hari bayi lahir dan 7 hari setelah kelahiran bayi tersebut. Sedangkan dalam kontes ini Radit memilih untuk yang ketiga, sekaligus akan mengadakan acara aqiqah untuk kedua bayinya.


"Masya Allah cucu kakek tamapan sekali." Ucap bapak Joni.


Entah sejak kapan pak Joni sudah tiba di kota J, bersama dengan Rafli. Pak Joni mengangkat 1 cucunya. Lalu beliau menghampiri sang anak, opa Amran pun melakukan hal yang sama.


"Selamat ya Nak, kamu sekarang sudah menjadi ibu." Ucap bapak Joni pada putrinya.


"Terima kasih banyak bapak, tapi bapak kapan sampainya sama Rafli?" bingung Jihan.


"Tadi saat kamu sedang proses melahirkan, bapak punya firasat kalau putri bapak bakal lahiran lebih cepat dari perkiran, eh, bener ternyata."


Oma Rifa menghampiri menantunya, begitu juga dengan opa Amran yang masih menggendong bayi Jihan satu lagi. Ibu Kasih bahkan sampai langsung memeluk putrinya bahagia, setelah itu mereka sibuk pada cucu masing-masing, Jihan menyuruh putrinya mendekat.


"Sini sayang." Suruh Jiha pada Nafisa.


Nafisa mengangguk patuh, lalu memeluk bundanya dengan erat, "Kok adenya cowok semua bun." Celetuk Nafisa.


Tentu saja hal itu sontak membuat semua orang terkekeh. "Dari sananya di kasih cowok sayang."


"Ya deh, nggak papa Nafisa senang banget, punya adek sekali dua lagi." Celetuk Nafisa lagi.


Hal itu kembali membuat semua orang tergelak, karena celetukan Nafisa.


"Asyik punya ponakan sekaligus dua, semoga aja sifatnya nggak kayak kakaknya." Sindiri Ayu.


"Iya maksudnya nggak kayak kak Ayu kan." Sahut Nafisa tak mau kalah.


"Ganteng ya bayinya, kayak aku." Ucap Rafli tak mau kalah.


"Heh!" Ayu menepuk pundak Rafli sedikit keras.


"Sekat-kate lo, ngomongi ponakan gue mirip lo jelas jauh lah, ponakan gue itu ganteng-ganteng emangnya lo burik!" kesal Ayu.


"Heh! Kutu kumpret sadar diri napa, itu bayi-bayi juga ponakan gue ya, anak mbak gue, kalau kagak ada mbak gue mana mungkin lo punya ponakan." Sahut Rafli tak mau kalah.


Semua orang hanya geleng-geleng kepala melihat pertengkaran Rafli dan Ayu, tumben sekali sekarang Nafisa tidak ikutan seperti orang dua itu. Mungkin mulai saat ini Nafisa akan menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya, jadi terharu dengernya, Nafisa sweet bangat sama adek-adeknya.


"Kak Ayu, kak Rafli kalau mau berantem jangan disini, silakan keluar!" ucap Nafisa begitu tegas.


Seketika Ayu dan Rafli langsung memberhentikan cek-cok mereka dan beralih menatap Nafisa, Ayu dan Rafli saling melempar tatapan tanya satu sama lain, melihat perubahan Nafisa yang begitu cepat.


"Wah, ponakan gue yang satu ini kesambet apa lagi? Kok tumben lo waras?"


Duk!


Rafli memukul kepala Ayu yang tertutup hijab sedikit keras, "omongan lo ya, enak aja lo ngatain ponakan pertama gue." Bela Rafli pada Nafisa.


"Kagak usah mukul juga sakit! Nafisa ponakan gue juga kali."


"Baru sadar lo!"


"Lo-"


"Sudah-sudah! Kok kalian malah berantem, kasihan ponakannya lagi pada tidur." Lerai oma Rifa.


"Hehe, maaf oma." Ucap kedunya kompak.


Nafisa saat ini tengah memandangi 2 adiknya yang telihat begitu tampan walaupun masih bayi merah. Rasanya Nafisa ingin menggendong 2 adiknya tapi dia tak punya keberanian, sudah bermain dengan dua bayi saja rasanya Nafisa begitu senang.


"Siapa nama adik-adik Nafisa ayah?" tanya Nafisa pada Radit.


"Nanti kita kasih nama saat 7 hari ya, sambil aqiqah untuk adik-adik kamu." Jawab Radit.


"Tapi sudah ada nama untuk si kembar Dit?" tanya opa Amran..


"Allhamadulilah kalau seperti itu, jadi 7 hari mau langsung aqiqah?"


"Iya pa."


...****************...


7 hari akhirnya tiba hari ini tepat si kembar berusia satu minggu, sesuai apa yang Radit katakan saat kelahiran 2 anaknya, hari ini dia akan mengaqiqahkan sikembar sekaligus memberi nama. Semua orang yang akan mendoakan si kembar sudah berdatangan, seorang kyai terkenal juga ada disana untuk menuntun jalanya acara dengan baik.


"Jadi siapa nama kedua bayi pak Radit?" tanya Kiyai itu.


"Yang anak pertama namanya, Aqlan Atthar Amrullah Amran, yang kedua Aqlan Azlam Amrullah Amran." Jawab Radit mantap.


Aqlan Athar Amrullah bermakna : Laki-laki bijaksana yang suci yang selalu mentaati perintah Allah.


Aqlan Azlam Amrullah Amran bermakna : Laki-laki bijaksana tekun mentaati perintah Allah.


Sementara untuk Amran sendiri diambil dari nama opa mereka yang memang selalu disematkan disetiap nama keturunan opa Amran. Seperti Nafisa Az-zahra Amran cotohnya, Radit Amran.


Amrullah sendiri memiliki 2 makna yakni : pimpin yang dirahmati Allah dan juga selalu mentaati perintah Allah.


"Masya Allah, namanya sangat indah dan bermakna bayi." Puji sang kayi.


"Terima kasih pak yai."


"Sama-sama Radit, bisa kita mulai sekarang acarnya."


"Silakan pak yai."


Acara demi acara-cara untuk si kembar baby A akhirnya dimuali, hampir banyak sekali orang-orang yang datang untuk menghadiri acara aqiqahan bayi A.


"Masya Allah ramai sekali mas."


"Iya sayang, semua ini berkah buat anak-anak kita."


"Aamiin."


Rangkaian acara demi acara sudah dilaksakan dengan amat baik dan sesuai peraturan untuk mengaqiqahkan bayi.


Aqiqah sendiri dilakukan sebagai rasa syukur pada Allah subhana Wata 'Ala. Aqiqah merupakan menyembelih hewan atas nama bayi yang dilahirkan. Aqiqah dan quran jelas beda kontes, tidak sama, 2 hal yang berbeda, namun sama-sama menyembelih hewan.


Rangkaian dalam aqiqah




menyembelih hewan seperti kambing atau sapai.




Lalu dagingnya dibagi-bagikan pada orang lain.




Mencukur rambut dan juga memberi nama pada bayi tentunya.




Lalu mendoakan bayi.




Agara bayi menjadi anak yang soleh, solehah berbakit pada kedua orang tua, bermanfaat untuk agama dan negara.


Acara malam itu berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala sedikitpun, dikediaman Amran, doa-doa dan sholawat pada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Terus dilangitkan. Agar bayi-bayi itu bisa mencontoh perilaku beliau yang sangat indah, yaitu nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan menjadi orang-orang yang taat pada agama Allah.