AQILA

AQILA
6. Kesiangan



Author pov


Aqila terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya, hingga ia sama sekali tak mendengar alarm yang sudah berbunyi sejak setengah jam yang lalu. Ia masih menggeliat di atas tempat tidurnya tanpa sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Ia baru menyadari bahwa sinar matahari sudah masuk dari jendela kamarnya.


Ia kemudian duduk di atas kasur empuknya dengan kedua mata yang masih terpejam. Sepertinya ia melupakan satu hal bahwa MOS pagi ini akan dimulai pukul 06.30. Ia merentangkan tangannya, sesekali menguap lalu perlahan membuka mata. Ia terkejut saat menyadari jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 06.10.


"aaaaaaawww." Aqila berteriak sambil berlari ke arah kamar mandi. Ia membersihkan diri secepat kilat, 5 menit kemudian ia sudah keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian. Untung saja busana yang ditentukan hari ini tidak terlalu neko-neko. Jadi tidak memerlukan waktu lama untuk Aqila merapikan dirinya.


Aqila segera berlari menyusuri anak tangga di rumahnya, ia benar-benar takut jika sampai terlambat. Hari ini Aqila tidak berniat pamitan karena kondisinya sudah tidak lagi memungkinkan. Ia segera menuju garasi mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 06.25, sedangkan Aqila masih terjebak macet di lampu merah. Bagaimana ini? Aqila benar-benar kehabisan akal karena nyatanya sekarang sudah jam 06.30. Aqila hanya bisa pasrah dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal, untuk apa ia kebut-kebutan jika sudah dipastikan ia akan tetap terlambat.


Pukul 06.45 Aqila sampai di sekolahnya, ia melihat sekeliling dan menemukan teman-teman MOSnya sudah baris dengan rapi di halaman sekolah. Aqila menarik nafas panjang lalu berniat menuju ke tempat pelaksanaan MOS. Namun belum sampai 5 langkah ia berjalan, tiba-tiba ada tangan kekar yang menarik pergelangannya. Sedangkan Aqila yang terkejut dengan perlakuan tersebut segera membalikkan badannya. Matanya membuka sempurna bersamaan dengan mulutnya yang menganga. Ternyata ia tertangkap basah oleh seorang anggota OSIS.


"kamu terlambat?" tanya perempuan cantik yang menggunakan seragam khas OSIS tersebut.


"i-iya kak " jawab Aqila sedikit takut


"baru anak baru aja udah berani terlambat. Ya udah sini ikut saya." ucap perempuan tersebut yang di bad bajunya tertulis nama ICHA.Aqila mengernyitkan dahinya menyadari nama itu, seperti sudah tak asing lagi di telinga Aqila. Namun Aqila mencoba bersikap bodo amat dengan hal itu.


"iya kak." jawab Aqila sambil mengokori wanita tersebut. Aqila hanya bisa pasrah dengan hukuman yang akan ia dapatkan.


"hallo guys." ucap perempuan itu menghampiri teman-teman OSISnya setelah mereka sampai di tengah lapangan.


"eh Icha, kenapa tuh anak?" tanya salah seorang lelaki yang Aqila sendiri tak tahu siapa namanya


"dia terlambat, jadi sesuai konsekuensi dia akan kena hukuman." ucap Icha menjelaskan


"siapa yang terlambat?" tanya seseorang di balik Aqila. "oh my God, dia kan Kelvin si Ketua osis itu." gumam Aqila dalam hati setelah ia menolehkan kepalanya ke arah belakang.


"jadi lo yang telat?" tanya Kelvin pada Aqila


"i-iya kak." jawab Aqila sambil menundukkan kepalanya


"kalo ngomong itu liat orangnya." ucap Kelvin yang membuat Aqila segera mendongakkan kepalanya


"ma-maaf kak." entah kenapa Aqila menjadi sangat gugup. Ia benar-benar takut melakukan kesalahan lagi, sehingga ia harus mendapat hukuman double.


"ikut saya." perintah Kelvin yang segera diangguki oleh Aqila.


Saat di tengah perjalanan tiba-tiba Kelvin berhenti sehingga menbuat Aqila menabrak punggungnya.


"kakak kenapa berhenti mendadak?" tanya Aqila, sedangkan yang ditanya hanya mengedikkan bahu tak peduli.


Kelvinpun melanjutkan langkahnya tanpa memedulikan Aqila yang masih mematunt du tempatnya selama sepersekian detik, hingga Aqila memutuskan untuk kembali mengikuti langkah kaki pria tersebut. Aqila mendongakkan kepalanya tak percaya, hukuman apa yang sebenarnya akan ia terima? Kenapa Kelvin justru membawanya ke taman belakang sekolah yang suasananya sangat sepi. Apakah Kelvin akan mengerjainya? Atau memang Kelvin akan menghukumnya di tempat sepi tersebut karena berfikir bahwa Aqila adalah sosok penakut? Entahlah, Aqila sendiri tak tahu apa motif pria itu membawanya ke sini. Aqila memilih diam dan menunggu Kelvin angkat bicara.


Sudah hampir sepuluh menit mereka berada di taman belakang sekolah. Aqila masih setia berdiri di tempatnya, dan Kelvin yang masih betah dusuk di kursi taman. Hingga akhirnya suara deheman Kelvin memecah suasana.


"ehm." dehem Kelvin yang membuat Aqila menatap ke arahnya, hingga mata mereka saling terkunci namun segera diakhiri oleh keduanya dengan membuang muka.


"iya kak?" jawab Aqila yang lebih serupa dengan pertanyaan.


"duduk sini." perintah Kelvin sambil menunjukkan kursi kosong di sampingnya.


Aqilapun segera duduk di sana tanpa mau membuang waktu lebih lama. Ia masih sangat bingung dengan apa yang dilakukan Kelvin padanya.


"nama lo siapa?" tanya Kelvin


"a-aku Aqila kak." jawab Aqila yang kemudian merubah gaya bicaranya menjadi aku kamu. Ia tak mau terkesan tidak sopan kepada kakak kelasnya apalagi ini seorang ketua osis. Sedangkan Kelvin sedikit menegang mengetahui nama gadis yang kini berada di sampingnya itu


"pakek lo gue aja." ucap Kelvin yang membuat Aqila semakin gugup (bukan karena jatuh cinta loh ya, tapi karena takut diukum:v)


"i-iya kak." jawab Aqila lirih


"hukumannya akan gue kasih tau besuk. Sekalian sama penutupan MOS." tambah Kelvin yang membuat Aqila semakin menegang di tempatnya.


"kira-kira hukumannya apa kak?" tanya Aqila


"besuk lo juga bakal tahu." ucap Kelvin kemudian beranjak dari tempat itu dan meninggalkan Aqila seorang diri.


Sedangkan Aqila masih mematung di sana memikirkan hukuman apa yang kira-kira ia terima besok. Banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Bagaimana jika lari keliling lapangan 100 kali? Bagaimana jika harus membersihkan kamar mandi satu sekolah? Dan bagaimana jika harus membersihkan lingkungan sekolah selama satu bulan?


"huhh." Aqila membuang nafasnya gusar. Lalu ia berniat kembali ke halaman sekolah untuk mengikuti MOS.


Sesampainya di halaman, Aqila segera berbaur dengan siswa yang lainnya kemudian segera menyesuaikan barisannya. Hari ini MOS hanya diisi dengan materi-materi yang berhubungan dengan SMK Xailucry. Tak lupa di dalam materi tersebut sudah tersuratkan hal-hal mengenai budi pekerti dan pendidikan karakter yang bertujuan membentuk kepribadian setiap siswa.


"OKE, KALIAN BOLEH ISTIRAHAT TERLEBIH DAHULU DAN KEMBALI KE SINI TEPAT PUKUL 12.30. BAGI YANG TERLAMBAT MAKA AKAN MENERIMA KONSEKUENSINYA." ucap MC yang kemudian mengundang gelak bahagia para siswa baru. Merekapun segera membubarkan barisan untuk menikmati waktu istirahat.


Setelah lama mencari akhirnya Aqila melihat kedua temannya sudah berjalan lebih dulu menuju kantin. Tanpa pikir panjang, Aqilapun segera menyusul mereka.


"jahat banget gue di-ditinggalin." Ucap Aqila dengan napas tersenggal-senggal


"eh lo udah balik Qil? Gue kira masih dihukum." ucap Syila yang sedikit terkejut dengan kedatangan Aqila


"ya udah yuk ke kantin, keburu gak kebagian meja." ucap Sindi lalu kamipun pergi bersama menuju kantin.


"syukurlah, masih banyak kursi yang kosong." ucapku pada kedua temanku


"iya nih, tumben banget ya." ucap Sindi dengan mata berbinar


"sini deh, biar gue yang pesan." ucap Syila menawarkan diri


"gue mie ayam sama es teh aja." ucap Aqila


"gue samain aja." ucap Sindi, sedangkan Syila hanya mengacungkan jempolnya tanda mengerti


"nih pesenan lo." ucap Syila yang tiba-tiba sudah membawa nampan di hadapan Sindi dan Aqila


"cepet banget Syil?" tanya Sindi heran


"iya, antrinya gak banyak." jawab Syila


"udah yuk makan, laper nih." ucap Aqila yang disetujui oleh teman-temannya


Merekapun segera menghabiskan makan siangnya dengan tenang, karena jam istirahat masih tersisa setengah jam lagi.


"eh Qil, btw lo tadi disuruh ngapain?" tanya Syila, namun Aqila justru mengerutkan keningnya tanda tak mengerti dengan arah pembicataan Syila


"itu loh pas kamu telat. Diukum apa lo?" ucap Syila menjelaskan


"gue juga gak tahu, katanya sih hukumannya besok." jawab Aqila


"emang kenapa bisa telat sih?" tanya Sindi


"gue kesiangan bangun, padahal udah bunyiin alarm juga sih." jelas Aqila


"hem, apa perlu besok gue spam chat lo biar lo bangun?" tanya Sindi cengengesan


"boleh juga tuh." ucap Aqila yang justru menyetujui


"emang lo tadi dibawa kemana sama tuh ketua osis?" tanya Syila tiba-tiba


"ke taman belakang sekolah." jawab Aqila santai


"lah ngapain ke sana?" tanya syila yang terlihat syok dengan jawaban Aqila


"gue juga gak tahu, dia cuma bilang kalo gue bakal tahu hukumannya besok, barengan sama berakhirnya Masa Orientasi Siswa." jelas Aqila


"em, moga aja gak aneh-aneh deh hukumannya." ucap Sindi


"aamiin." ucap Aqila dan Syila bebarengan


"ya udah yuk balik ke lapangan. Udah mau mulai nih." ajak Sindi lalu merekapun berjalan menuju lapangan dan bergabung dengan beberapa siswa yang sudah ada di sana.


Tak terasa MOS hari ini sudah selesai, sehingga Aqila bisa segera pulang. Ia berjalan sendirian menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Sindi dan Syila sudah pulang terlebih dahulu karena katanya mereka ada urusan. Sesampainya di parkiran tiba-tiba ada orang yang menghadang jalannya. Saat mendongak ternyata itu adalah Kelvin si ketua osis. Ia mendekatkan wajahnya pada Aqila dan membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu. Tanpa berniat menjawab Aqila hanya melwati Kelvin dan segera masuk ke mobilnya.


Sesampainya di rumah Aqila segera merebahkan tubuhnya. Hari ini fisiknya tak terlalu lelah, tapi hatinya jelas sangat-sangat lelah memikirkan hukuman apa yang akan diterimanya besok. Apalagi mengingat ultimatum sang ketua osis saat pulang sekolah tadi sangat membuat Aqila tak habis pikir tentang hukumannya besok.


"siapin diri lo buat besok." ucap Kelvin dengan nada dingin yang masih terngiabg jelas di telinga Aqila


"aaaah. Kenapa harus terlambat sih." ucap Aqila frustasi. Kemudian tak selang lama matanya sudah terpejam menjelajahi alam mimpi.


.


.


.


.


.


Maafkan jika typo bertebaran guys. Karena author bener-bener gak sempet buat baca ulang:' jadi mohon dimaklumi ya:))