AQILA

AQILA
44. Pergi Bareng



Author Pov


Aqila bergegas untuk segera pulang saat bel tanda berakhirnya pelajaran sudah berbunyi. Karena tadi Pak Joni memberi kabar pada Aqila bahwa dirinya sudah sampai di depan gerbang.


"Sin, Syil gue duluan ya, udah di tunggu Pak Joni di depan." Ucap Aqila pada kedua sahabatnya.


"Pak Joni apa Pak Joni?" Tanya Sindi dengan nada yang menggoda.


"ish, beneran Pak Joni tauk." Jawab Aqila


Namun saat Aqila hendak melanjutkan langkahnya menuju ke parkiran, tiba-tiba Gavrin menghampirinya. Aqilapun lagi-lagi harus mengurungkan niatnya untuk segera pulang.


"ciyee, katanya tadi Pak Joni," Ledek Sindi yang hanya dibalas tatapan tajam oleh Aqila.


"Hay Qil." Sapa Gavrin dengan ramah.


"hay kak." Balas Aqila tak kalah ramah.


"mau pulang bareng gue gak? Bunda nanyain kamu terus soalnya." Ucap Gavrin pada Aqila.


Namun belum sempat Aqila menjawab tiba-tiba---


Drttt drttt drttt


Ternyata ponsel Aqila berbunyi, dengan malas Aqilapun mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.


'Kak Kelvin'


Ya, itulah nama yang tertera di layar depan ponsel Aqila. Ia kemudian menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinga.


"ha-halo." Ucap Aqila


"gue tungguin lo di parkiran, gak ada penolakan." Ucap Kelvin dengan jurus paksaannya seperti biasa.


"tapi kak----"


Tut Tut Tut


"huft, Kak Kelvin emang pemaksa yang handal." Ucap Aqila dalam hati.


"siapa Qil?" Tanya Sindi saat mengetahui perubahaan di raut wajah Aqila.


"Kak Kelvin." Jawab Aqila


"eum, Kak Gav maaf ya. Aqila belum bisa ke rumah bunda, soalnya Qila ada urusan sama Kak Kelvin." Ucap Aqila merasa bersalah pada Gavrin.


"ya udah Qil gak papa kok, lain kali aja mungkin." Ucap Gavrin dengan nada sedikit kecewa.


"maaf kak." Ucap Aqila dengan raut bersalahnya


"hey jangan sedih, aku gak papa. Kan masih bisa next time." Ucap Gavrin


"owh ya, gue balik dulu ya. Jaga diri baik-baik," Ucap Gavrin sambil mengacak rambut Aqila pelan.


"makasih kak udah ngertiin Qila." Ucap Aqila pada Gavrin.


"sama-sama." Ucap Gavrin yang langsung berlalu dari sana.


Jujur, Gavrin cemburu. Tapi ia tidak punya hak untuk melarang Aqila.


Setelah kepergian Gavrin, Aqilapun segera menelpon Pak Joni.


"halo pak." Ucap Aqila saat teleponnya sudah tersambung.


"iya Non ada apa ya?" Tanya Pak Joni


"ini Qila ada urusan sama temen pak, jadi Pak Joni pulang duluan aja ya." Ucap Aqila


"ya udah deh Non kalo gitu, nanti kalo ada apa-apa jangan lupa kabarin bapak ya." Ucap Pak Joni.


"iya pak, maaf ya udah ngrepotin." Ucap Aqila


"gak papa kali Non, udah tugas bapak." Jawab Pak Joni


"ya udah ya pak, Aqila tutup dulu telponnya."


Aqilapun segera menutup panggilannya dan kembali menaruh ponselnya di dalam tas.


"gimana?" Tanya Sindi


"udah gue suruh pulang Pak Joninya," Ucap Aqila


"ya udah yuk ke parkiran." Ajak Sindi yang langsung diangguki Sindi dan Aqila.


Merekapun segera berjalan menuju parkiran. Sesampainya di sana Aqila segera menuju ke mobil Kelvin.


"byee Sin Syil, gue duluan ya." Ucap Aqila


"iya Qil, good luck ya." Ucap Sindi sambil melambaikan tangannya pada Aqila.


.


Aqila langsung menuju ke mobil Kelvin, di sana sudah ada Kelvin yang duduk di kursi kemudi.


"masuk." Ucap Kelvin yang melihat kedatangan Aqila.


Aqilapun segera membuka pintu samping kemudi, dan segera masuk ke dalam mobil.


"Ternyata sikap dingin Kelvin masih juga berlaku," ucap Aqila dalam hati.


"kita mau ke mana kak?" Tanya Aqila di tengah perjalanan.


"mau tau aja apa mau tau banget?" Tanya Kelvin balik.


"aku malah duarius Qil." Ucap Kelvin lagi yang membuat Aqila hanya bisa menghela nafasnya.


"serah deh kak serah." Ucap Aqila jengkel.


"jangan marah dong." Ucap Kelvin merayu.


"biar." Jawab Aqila cuek


"kita mau ke mama sih kak?" Tanya Aqila lagi


"kalo gue kasih tau sekarang gak surprise dong namanya." Jawab Kelvin


"lah itu kakak udah ngomong, hem." Ucap Aqila semakin jengkel.


"udah diem aja, duduk yang cantik." Ucap Kelvin


Aqilapun akhirnya memilih diam tanpa membuka suaranya sedikitpun. Bagi Aqila sikap Kelvin selalu saja menyebalkan.


Karena cowok itu bisa sesuka hati mengendalikan moodnya, kadang dibuat bersemangat banget, eh kadang dijatuhin gitu aja.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya Kelvin menghentikan mobilnya.


Bukan di sebuah mall atau restoran, melainkan di sebuah taman yang tidak begitu besar, bahkan Aqila yakin ini adalah taman pribadi milik perseorangan.


"turun." Ucap Kelvin


Aqilapun lagi-lagi hanya bisa menuruti perkataan Kelvin tanpa berkata sepatah katapun.


Kelvin yang melihat Aqila masih terdiam di sisi mobilnyapun segera menghampiri gadis itu.


"mau di sini sampai kapan?" Tanya Kelvin namun Aqila masih tetap diam.


Merasa hilang akal, Kelvinpun akhirnya menggandeng tangan Aqila.


Aqila yang terkejut akan perlakuan Kelvinpun segera mendongakkan kepalanya menatap sang empu.


"ikut gue." Ucap Kelvin sambil menarik tangan Aqila.


Aqilapun bmengikuti langkah Kelvin, menyeumbangkan langkahnya hingga mereka berjalan berdampingan.


Mereka terus berjalan sampai akhirnya berhenti di tengah-tengah taman. Di sana ada sebuah rumah pohon dan juga danau buatan.


"lo berani naik kan?" Tanya Kelvin pada Aqila.


Aqilapun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"lo duluan deh, gue tunggu di bawah dulu." Ucap Kelvin yang malah membuat Aqila menatapnya tajam.


"gue cuma berniat jagain elo kalo jatuh, gak usah mikir macem-macem deh." Ucap Kelvin kemudian saat ia paham apa yang dipikirkan Aqila.


Mendengar penjelasan Kelvin, Aqilapun segera naik ke rumah pohon dengan tangga yang sudah disiapkan di sana.


Rumah pohon itu cukup tinggi, dan lumayan besar juga untuk seukuran rumah pohon. Karena mungkin rumah pohon kali ini cukup untuk menampung 20 orang.


Setelah Aqila sampai di atas, Kelvinpun juga langsung menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu tersebut.


Sesampainya di atas, ia melihat Aqila yang masih berjalan mengelilingi seluruh bagian rumah pohon itu.


Kelvinpun akhirnua lebih memilih duduk sambil menunggu Aqila puas melihat-lihat rumah pohon tersebut.


.


.


Aqila Pov


Gue gak nyangka kalo ternyata Kelvin ngajak gue ke rumah pohon. Gue pikir Kelvin tadi mau ngajakin gue makan atau nonton bioskop. Eh ternyata gue malah dibawa ke taman.


Jujur gue gak tahu kenapa dia ngebawa gue ke sini. Gue juga gak tahu ini taman milik siapa.


Awalnya gue ngerasa biasa aja waktu di depan taman, tapi pas masuk ke dalamnya. Gue bener-bener dibuat ternganga.


Di dalam taman itu ada sebuah pohon besar dan di atasnya terdapat rumah pohon. Ada juga danau buatan, dan berbagai macam bunga dengan warna cantiknya. Gue bahkan gak nyangka kalo dalemnya bisa sebagus dan serapi ini.


Mungkin taman ini setiap hari dibersihkan, sampai gak ada satupun daun yang jatuh ke tanah. Bener-bener the best deh menurut gue.


Saat Kelvin nyuruh gue buat naik ke.rumah pohon awalnya gue ragu. Tapi akhirnya gue mau.


Gue menaiki satu persatu anak tangga yang terbuat dari kayu. Dan sesampainya di rumah pohon tersebut, kalian tau apa yang gue lihat?


Di sana banyak foto-foto Kelvin dan ketiga sahabatnya, ada juga fofo-foto yang gue sendiri gak tahu itu foto siapa.


Tak hanya itu, ada gitar dan berbagai hiasan yang terbuat dari kayu juga. Gue semakin dibuat kagum dengan ini semua.


Guepun melihat-lihat sisi rumah pohon itu sampai akhirnya gue puas. Dan ternyata Kelvin juga udah duduk di dalam rumah pohon itu. Sepertinya dia nungguin gue yang masih asyik dengan mengelilingi rumah pohon tersebut.


.


.


.


.


.


bersambung💕


jangan lupa tinggalkan like and comment readers😇