
Author Pov
Saat ini Aqila dan kedua sahabatnya sedang berada di perpustakaan. Kebetulan mereka mendapatkan jam kosong karena gurunya sakit dan tidak bisa mengajar.
Eitzz, jangan berfikir mereka free ya, biarpun gurunya gak hadir, mereka tetap diberi tugas yang harus diselesaikan hari itu juga. Lalu kenapa Aqila dan kawan-kawannya bisa ngobrol dengan santai?
Ya jawabannya karena Aqila sudah mengerjakan tugas tersebut sampai selesai. Sindi dan Syilapun juga tidak percaya bahwa Aqila bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan sangat cepat. Alhasil Syila dan Sindipun tinggal mencontek pekerjaan Aqila.
"nanti nonton yuk." ucap Syila tiba-tiba
Aqilapun meletakkan buku yang dibacanya di atas meja kemudian ikut menimpali ucapan Syila.
"emang ada film bagus?" tanya Sindi
"ada, MeloDylan hari ini tayang perdana loh. Ayo dong." Ajak Syila dengan tatapan memohonnya.
"romance dong." ucap Aqila
"iya, emang kenapa?" tanya Syila
"ya gak papa sih." jawab Aqila
"kuylah, besuk gak sekolah juga. Bosen nih di rumah." rengek Syila lagi
Ya, hari ini memang hari Jum'at. Dan seperti yang kita ketahui bahwa sistem pendidikan saat ini hanya 5 hari kerja.
"gue sih oke, kalo lo gimana Qil?" tanya Sindi pada Aqila
"em, gue kayaknya gak bisa deh." jawab Aqila
"loh kenapa?" Tanya Syila dengan ekspresi kecewanya.
Jujur Aqila bingung mau menjawab apa. Kemarin saja ia sudah dimarahi habis-habisan oleh ibunya. Apalagi hari ini jika ia sampai pulang telat lagi. Tapi Aqila juga tak enak hati untuk menolak ajakan sahabatnya, bahkan sudah berkali-kali Aqila menolak saat diajak liburan pada hari Minggu.
"gak kenapa-kenapa sih. Emang jam berapa?" Tanya Aqila mencoba tetap bersikap tenang.
"jam 4 kok, jadi pulang sekolah kita bisa langsung ke bioskop." Jawab Syila dengan semangat.
"tapi gue bareng kak Kelvin." ucap Aqila lirih
Kedua sahabatnyapun membulatkan matanya tak percaya.
"lo be-beneran?" tanya Sindi sampai terbata-bata
"iyaa." jawab Aqila lesu
"kok bisa?" Tanya Syila dengan raut penasarannya.
"gue juga gak tahu, tadi pagi waktu gue mau berangkat dia udah ada di depan rumah, katanya mau jemput gue, ya udah gue ikut." jelas Aqila
"wah gila, jangan-jangan dia udah mulai suka lagi sama lo." ucap Sindi kegirangan
"moga aja gitu. Kan nanti bisa jadi best couple." tambah Syila dengan mata berbinar
Sedangkan Aqila hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
"eh tapi kayaknya seru deh kalo kita nonton sama kak Kelvin juga." Ucap Syila yang memvuat Aqila menatapnya tak percaya.
"gila lo." ucap Aqila
"ya kan biar lo bisa romantis-romantisan sama dia. Apalagi nantikan filmnya romance." jelas Syila yang diangguki oleh Sindi
"gue setuju." ucap Sindi
"pokoknya nanti lo harus ikut nonton sama kak Kelvin." tambah Sindi
"tapi gue gak janji kalo dia mau." ucap Aqila
"santai, yang penting lo usaha." ucap Sindi menepuk-nepuk pundak Aqila.
"Ya udah yuk ke kelas. 15 menit lagi bel pulang nih." Ucap Aqila pada kedua sahabatnya.
Merekapun menaruh buku bacaannya di rak tempat mereka mengambilnya tadi, kemudian bergegas ke kelas karena bel sebentar lagi akan berbunyi.
Sesampainya di kelas, hp Aqila tiba-tiba bergetar. Namun Aqila sama sekali tak punya niat untuk membuka pesan tersebut. Paling cuma operator, batin Aqila.
Namun ponsel Aqila kembali berbunyi, yang membuat Aqila akhirnya membuka pesan yang baru masuk tersebut dengan sangat malas.
Tertera nama Kak Kelvin dengan 3 pesan baru di layar utama. Aqilapun segera membuka dan membaca pesan tersebut.
Kak Kelvin
Pulang bareng gue
Kak Kelvin
Gue tunggu di parkiran
Kak Kelvin
Gue gak suka nunggu, dan gak bisa ditolak
.
Aqila hanya menatap pesan tersebut tanpa berniat membalasnya. Ia kemudian mengemasi buku-bukunya ke dalam tas.
Biar bagaimanapun kata-kata Kelvin seperti perintah yang tak bisa Aqila bantah. Ia harus sampai di parkiran dengan cepat daripada harus dihujani tatapan tajam seorang Kelvin.
Tak selang lama bel tanda berakhirnya pelajaran telah berbunyi, Aqilapun segera keluar kelas bersama kedua sahabatnya.
"lo beneran sama kak Kelvin?" tanya Sindi memastikan
"iya, dia nunggu di parkiran." jawab Aqila
"okey, good luck. Semoga Kelvin mau nganter lo ke bioskop." ucap Syila menyemangati Aqila
"hemm, gue duluan ya. Ntar gue kabarin." jawab Aqila kemudian menuju ke mobil Kelvin.
.
"kak." ucap Aqila sambil mengetuk pintu mobil yang terkunci dari dalam tersebut
"kelvinpun segera membuka kuncinya dan mempersilahkan Aqila masuk.
"masuk." perintah Kelvin
"eum, itu kak. Tadi aku sama temen-temen rencana mau nonton ke bioskop." ucap Aqila sedikit ragu
"kapan?" tanya Kelvin
"sekarang kak." jawab Aqila
"gue anter." ucap Kelvin yang tentunya membuat Aqila sangat-sangat terkejut.
"be-beneran kak?" tanya Aqila memastikan
"iya." jawab Kelvin
Aqilapun segera masuk ke mobil Kelvin dan mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya.
Aqila mulai mengetikkan pesannya di grup whatsapp *CANTIK MAKSIMAL*
A_qila
gue dianterin Kelvin, share aja alamatnya kita mau nonton di mana.
Sindi_queen
Share location
A_qila
Oke, kita ketemu di pintu masuk
Sindi_queen
Gue tunggu oky👌
Baru saja Aqila hendak membalas pesan Sindi, tiba-tiba Kelvin sudah angkat bicara.
"sibuk banget ya sama gadgetnya." Ucap Kelvin
"hah, apa kak?" Tanya Aqila memastikan pendengarannya.
"sampe makhluk seganteng ini dianggurin." Bukannya menjawab, Kelvin malah melanjutkan ucapannya yang membuat Aqila semakin bingung dibuatnya.
Setelah beberapa detik terdiam untuk mencerna setiap kalimat yang Kelvin ucapkan, akhirnya Aqilapun paham juga.
Ia segera mematikan handphonenya dan memasukkannya kembali ke dalam tas. Kelvinpun tersenyum saat melihat Aqila memasukkan gadgedtnya ke dalam tas, ia sedikit bahagia saat Aqila paham maksud ucapannya.
"ini kemana?" tanya Kelvin
Aqilapun menepuk jidatnya pelan, bahkan ia lupa memberi tahu Kelvin dimana lokasinya. Terkadang otaknya sedikit melambat ketika sedang bersama pria di sampingnya tersebut.
"itu kak, ke bioskop xxx " jawab Aqila
"em, maaf kak." Ucap Aqila sambil menundukkan kepalanya. Bagaimana bisa ia sampai lupa memberi tahu Kelvin di mana tempatnya akan nonton.
"Bodoh Aqila, bodoh," lirihnya dalam hati.
Merekapun hanya diselimuti rasa diam sampai akhornya Kelvin memberhentikan mobilnya di depan sebuah mall. Ya, Aqila akan menonton bioskop di dalam mall tersebut.
"tunggu di sini, gue parkir dulu." Ucap Kelvin memeringatkan Aqila saat Aqila hendak keluar dari mobil Kelvin.
"iya kak." jawab Aqila kemudian turun dari mobil Kelvin
Setelah melihat ke segala arah untuk mencari sosok kedua sahabatnya, akhirnya Aqila berhasil melihat mereka di tengah keramaian yang tercipta.
"haaay." teriak Aqila memanggil sahabatnya sambil melambai-lambaikan tangannya.
Sindi dan Syilapun menoleh ke sumber suara dan ikut melambaikan tangannya ke arah Aqila. Saat Aqila ingin menghampiri mereka, Aqila teringat jika dirinya harus menunggu Kelvin terlebih dahulu.
Akhirnya Aqila memberi isyaray kepada kedua sahabatnya untuk menunggu sebentar sampai Kelvin datang.
Tak selang lama Kelvinpun datang menghampiri Aqila.
"masuk." Ajaknya yang diangguki oleh Aqila.
Merekapun tiba di depan Sindi dan Syila.
"OMG, the best couple bakalan nonton bareng kita." Ucap Syila gaya cempreng khasnya yang mengundang banyak tatapan mata para pengunjung mall.
"hush, biasa aja kalik." tegur Sindi
"ya kan kita bakalan nonton bareng sama seorang most wanted di SMA Xailucry, sekaligus sama bidadarinya juga." ucap Syila membela diri
"udah ah gak usah norak. Yuk masuk." Ucap Aqila mengajak kedua sahabatnya. Oh ya, serta Kelvin juga tentunya.
Sejak tadi Kelvin hanya diam sambil mengikuti arah jalan ketiga cewek di depannya. Ia tidak sedikitpun membuka suara, atau bahkan sekedar menjawab pertanyaan yang sesekali para cewek itu berikan.
Ya, Kelvin memilih bungkam. Cukup sudah perubahannya hari ini, dan ia tidak mau lebih berubah lagi.
"kita beli baju dulu yuk, kan gak lucu kalo masih pake seragam kek gini." Ucap Syila tiba-tiba
"ya udah buruan. Keburu dimulai nih." gerutu Aqila
"gak papa kalik, paling juga telat 15 menit." Jawab Syila santai
Merekapun menuju ke tempat pakaian dan segera mengambil 3 hodie couple sekaligus.
"ini aja ya, lucu tauk. Gambarnya juga sama, jadi pas buat kita bertiga." ucap Syila dengan bahagia
"serah deh." jawab Sindi malas
Merekapun menuju ke kasir untuk membayar hodie yang mereka ambil.
"pake uang gue aja." Ucap Aqila sesampainya di kasir.
Namun rautnya berubah panik saat tidak menemukan dompetnya di dalam tas.
"astagah, dompet gue mana." Panik Aqila
"lo gak bawa dompet Qil?" tanya Sindi
"tadi bawa kok. Tapi kenapa sekarang gak ada?" Ucap Aqila semakin panik
Sedangkan tanpa mereka sadari, Kelvin telah membayar baju mereka.
"terimakasih mas." ucap sang kasir dengan ramah membuat ketiga wanita yang dilanda panil tersebut segera menoleh ke arah kasir dan mendapati Kelvin yang telah membawa baju mereka.
"cepetan pake." ucap Kelvin kemudiam menyerahkan plastik tersebut pada Aqila
"ma-makasih kak. Kapan-kapan aku ganti uangnya." Ucap Aqila. Jujur ia sedikit malu, sudah berniat mau membayari eh malah dompetnya tiba-tiba gak ada.
"gak perlu." jawab Kelvin dingin
"ya gini nih, kalo ada yang jadi pacar orang kaya. Apa-apa mah serba mudah." ucap Syila yang disetujui sama Sindi.
"iya, ada untungnya juga ternyata sahabat kita pacaran sama orang kaya." tambah Sindi
Sedangkan Aqila hanya menatap kedua sahabatnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Bagaimana bisa sahabatnya tersebu berpikir seperti itu.
Sindi dan Syila yang menyadari tatapan Aqilapun hanya bisa menelan salivanya susah payah.
"kita cuma bercanda hehe." ucap Sindi
"iya, cuma bercanda." tambah Syila
Tanpa memedulikan bagaimana reaksi Kelvin, merekapun memilih menuju kamar ganti untuk segera memakai hodienya.
Mereka memilih menggunakan hodie dan tetap menggunakan rok seragamnya, lebih keren kata anak jaman now. Hehe.
Setelah berganti, merekapun menghampiri Kelvin yang masih setia menanti.
"kak." Ucap Aqila menyadarkan Kelvin.
"udah?" tanya Kelvin tanpa ekspresi sama sekali.
"udah, yuk" ajak Aqila
Sesampainya depan bioskop Aqila menghentikan langkahnya karena ia merasa belum membeli tiket.
"tiketnya?" tanya Aqila
"tenang, kita udah beli tadi, nih." Jawab Sindi sambil memberikan dua buah tiket untuk Aqila, yang berarti itu untuk dirinya dan Kelvin.
.
Saat memasuki bioskop yang memang filmnya telah dimulai 10 menit yang lalu itu, Aqila terkejut bukan main. Pasalnya tadi sahabatnya bilang ingin menonton film romance, tapi sekarang malah film horor.
Aqila sempat berfikir untuk memilih keluar dari gedung bioskop tersebut. Namun ia mengurungkan niatnya dan memilih ikut duduk bersama sahabatnya.
"kok horor?" tanya Aqila pada sahabatnya
"udah nikmati aja. Gue suka." jawab Syila yang telah fokus dengan film di hadapannya.
Sindi juga begitu, ia terpana dengan tayangan-tayangan horor di depannya horor.
Mereka berempat duduk berjajar. Di mana Sindi berada di posisi paling kiri, kemudian Syila, Kelvin, dan Aqila yang berada di pojok sebelah kanan.
Tentu saja posisi itu sudah diatur oleh kedua sahabat Aqila. Padahal Aqila benar-benar tidak punya nyali untuk menonton film horor. Jangankan untuk menonton, membayangkan saja ia tidak pernah.
.
Sudah 15 menit Aqila berada di dalam bioskop tersebut, namun ia belum juga membuka matanya.
Ia hanya bisa menautkan jari tangannya dan meremasnya kuat-kuat. Musiknya saja sudah membuatnya panas dingin sampai banjir keringat, lalu bagaimana dengan action filmnya? Sungguh, saat ini Aqila benar-benar merasa takut.
Kelvin yang sejak tadi fokus menikmati film seperti yang dilakukan Sindi dan Syila kini merubah arah pandangnya ke Aqila.
Ia merasakan sesuatu yang aneh dari diri Aqila, pasalnya sejak tadi gadis itu tidak bisa diam di kursinya.
Kelvin menatap Aqila tak percaya saat ia menyadari satu hal.
"ternyata dia gak berani lihat." Batin Kelvin, lalu dengan jiwa jahilnya ia menepuk pundak Aqila tiba-tiba yang membuat sang empu menjerit ketakutan.
"aaaaawwww jangan aaaaawww gue takuttt hiks hiks." teriak Aqila diiringi isak tangisnya
Tentu saja seluruh penonton menoleh ke sumber suara, namun beruntungnya keadaan gelap membuat wajah Aqila tak terlihat oleh mereka.
"gak usah teriak juga kali." ucap Kelvin menyadarkan Aqila
Sedangkan Aqila yang mengetahui fakta bahwa Kelvin ada di sampingnyapun langsung menghambur memeluk cowok itu. Ia melupakan rasa gengsi karena rasa takutnya yang terus menggerogoti.
Badan Kelvin menegang seketika saat merasakan tubuh Aqila memeluk erat dirinya. Ia ingin menolak pelukan Aqila, namun hatinya berkata biarkan saja. Ia ingin mendorong Aqila menjauh darinya, namun lagi-lagi perasaanya sedikit tak rela.
Kelvinpun membiarkan Aqila memeluknya tanpa berkata sepatahkatapun. Ia membiaekan Aqila menenangkan dirinya terlebih dahulu.
Sindi dan Syila hanya memasang wajah tanpa dosanya. Bahkan sesekali mereka tertawa melihat kerjaannya berhasil.
Sebenarnya mereka tidak punya niat jahat. Mereka hanya ingin Kelvin dan Aqila semakin dekat. Biar bagaimanapun sebagai sesama perempuan, mereka tahu jika Aqila diam-diam sudah mencintai Kelvin. Bahkan bisa dibilang sudah sangat mencintai.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading readers💕 Maafkan seluruh typo yang bertebaran ya... Semoga kalian suka sama ceritanya😇
Dan jangan lupa kasih like, comment, and vote. Supaya authornya tetep semangat😁 trimakasih🤗